OB Milyader ( Menantu Sampah)

OB Milyader ( Menantu Sampah)
Kedatangannya 1


"Maaf nyonya, kartu kreditnya tidak bisa di gunakan untuk pembayaran, apa ada kartu yang lain?" tanya salah seorang kasir yang melayani Sofia.


"Gak mungkin, ini gak bisa, biasanya aku pembayaran pakai kartu kredit ini." ucap Sofia.


"Tapi kenyataanya begitu nyonya, kartu milik anda tidak sudah tidak aktif."


"Tunggu sebentar, saya hubungi suami saya dulu."


Sofia pun menghubungi Mahendra dan menanyakan masalah kartu kreditnya yang tidak bisa di pakai, dan ternyata dalang nya adalah Kelvin . Kelvin telah memblokir kartu kredit milik ibu tirinya dan juga Marcel.


["Kalau begitu, transfer mama, uang mama kurang buat bayar belanjaan mama, malu mama kalau gak jadi di beli." ]pinta Sofia, namun Mahendra menolak, karena suatu alasan, istrinya itu diminta untuk meminta langsung pada kelvin.


["Apa pa, Kenapa mama harus minta pada Kelvin. Papa itu suamiku, seharusnya papa yang memenuhi kebutuhanku bukan anakmu itu." ]Dengan kesal Sofia mematikan panggilan.


Dengan kesal Sofia pun membatalkan semua belanjaannya dan keluar butik dengan tangan kosong. Tak hanya itu, dia pun dapat cibiran dari pelayan butik, karena pembatalannya.


"Kau keterlaluan Kelvin, kenapa kamu lakukan ini padaku." teriak Sofia di depan butik, melampiaskan kekesalannya pada kelvin. Tak perduli orang lalu lala memperhatikan dirinya, yang tengah frustasi karena gagal belanja.


Sofia segera pergi menuju kantor CS untuk menemui Kelvin, dan menanyakan mengenai pemblokiran kartu kreditnya tanpa sepengatahuannya.


Sementara Kelvin di panggil Mahendra untuk menemuinya, di makam mamanya.


*****Di Pemakaman ******


Kelvin datang seorang diri membawa buket bunga untuk mamanya, sedangkan Mahendra sudah menunggu di pemakaman.


"Pa..." panggil Kelvin, sebelum meletakan buket bunga itu di sisi nisan mamanya.


"Kenapa kamu lakukan itu Kelvin?" tanya Mahendra secara langsung.


"Maksud papa?" tanya Kelvin.


"Kenapa kamu memblokir semua fasilitas mama dan kakakmu? Papa gak pernah menyangka kamu akan melakukan itu pada mereka."


Kelvin tertawa sinis, "Di depan makam mama, papa masih berani mempertanyakan tentang Uang, Aku harap papa bisa sadar diri, jika bukan karena mama, papa bukanlah apa-apa. Terbuktikan, seluruh harta peninggalan mama itu atas namaku bukan papa."


"Aku baru tahu kenapa nama Casandro itu melekat padaku, sedangkan marga papa tidak ada. Itu karena papa datang di kehidupan mama tanpa memiliki apa-apa, hanya menumpang hidup dengan mama."


"Oya jangan lupa pa, surat perjanjian mama dan papa aku sudah memilikinya, papa akan mendapatkan tiga puluh lima persen dengan syarat papa tidak menikah lagi, namun jika papa melanggar itu semua harta menjadi milikku."


"Tapi kamu jangan lupa Kelvin, aku ini papa kandungmu, dan karena papa juga kamu bisa hidup sampai sekarang."


"Iya, aku lupa belum berterima kasih pada papa, karena papa, selama bertahun-tahun aku menjadi seorang OB, jika papa sayang padaku, seharusnya papa datang menemui ku dan memberitahu identitasku, atau jangan-jangan papa juga bersekongkol dengan mereka?"


Mahendra terdiam, ia tak berbicara satu katapun setelah di sela oleh Kelvin.


"Sekarang maumu apa Kelvin, katakan di depan makam mama."


"Jika papa masih menginginkan bagian papa, Kelvin minta ceraikan dia, Kelvin tunggu keputusan papa." Kelvin pun meninggalkan Mahendra.


Mahendra menatap makam istrinya itu, " Kau bisa lihat, dia sangat keras kepala seperti kamu, jika kamu dulu tidak keras kepala dan mau menandatangani pemindah tanganan itu padaku, aku gak mungkin di atur anakku sendiri sekarang. Setelah kamu tiada, bagaimana dia bersikap padaku. Sekarang dia membenciku."


[Kelvin, kamu harus segera kembali ke kantor, Nenek sihir bikin kekacauan di kantor] pesan yang di kirim Akas.


Kelvin segera melaju menuju kantor, untuk memastikan apa yang di lakukan wanita itu di kantor.


Di kantor, Sofia di tangani Sonia dan Akas yang hampir kuwalahan mengatasi Sofia.


Sampai kelvin datang, Sofia masih saja membuat kekacauan, dan saat itu Marcel sedang tidak ada di kantor.


"Apa yang kamu lakukan, berani sekali membuat kekacauan di dalam kantorku." Ucap kelvin dengan tegas, Kelvin menghampiri Sofia.


"Kelvin, kenapa kamu blokir kartu kredit mama, apa salah mama sampai kamu lakukan itu?"


"Jangan berharap, kamu bisa mendapatkan lagi sepeser uangku. Jika kamu ingin uang, suruh anak bekerja untuk menghasilkan uang."


"Apa kamu tahu, laki-laki yang kamu nikahi itu bukanlah orang kaya seperti yang kamu pikirkan, dia sama saja seperti kamu, berasal dari orang yang tak punya, hanya karena mama, dia diangkat derajatnya.


Dak sekarang tidak cuma kamu cuma kamu, papa pun aku batasi biaya hidupnya. Aku tak bisa membiarkan kalian semua menikmati semua kekayaan mamaku, hanya untuk foya-foya. Paham"


"Kamu..." Sofia menunjuk wajah kelvin, "Kamu benar-benar anak durhaka, tega sekali kamu perlakukan kami seperti sampah."


"Jangan banyak bicara, aku tak punya banyak waktu lagi untuk menjelaskan, sekarang pergi dari sini dan jangan pernah lagi membuat kekacauan lagi di kantor ku." Bentak Kelvin, lalu memanggil security untuk mengusir Sofia dari kantor.


"Kalian,mengusir nenek sihir seperti dia saja gak becus." bentak Kelvin pada Sonia dan Akas. Mereka hanya menunduk tak berani menjawab, mengetahui bosnya sedang dalam keadaan marah.


"Sepertinya pak Kelvin sedang ada masalah, tak seperti biasanya dia bersikap seperti itu. Apa kamu tahu penyebabnya?"Ucap Sonia.


"Mana aku tahu, seharian ini Pak Kelvin tak ingin di temani kemanapun dia pergi." jawab Akas.


"Lebih baik, kita tak menemui pak Kelvin dulu, biar dia tenang dulu, kalau tidak masalah apa yang akan diberikan pada kita. "Baru saja Sonia berhenti bicara. Namanya pun sudah di panggil Kelvin untuk menghadap dirinya.


"Astaga, baru saja aku selesai bicara, kenapa harus dipanggil pak kelvin, Walaupun aku pemujanya tapi kalau dia sudah marah aku juga takut." gerutu Sonia.


"Sonia, cepat datangi pak Kelvin, dan tebal kan telingamu untuk mendapatkan amukan pak Kelvin."


Kelvin menatap ponselnya dan melihat nama kakeknya Casandro menghubungi dirinya, dan.secepatnya Kelvin mengangkat panggilannya.


[kek...]


[Kakek akan sampai besok, jangan lupa jemput kakek.] suara panggilan dari seberang sana yang di dengar Kelvin.


["Iya kek, aku sendiri yang akan jemput kakek.] jawab Kelvin, dan suara dari seberang sana yang terkekeh.


"Apa yang di inginkan kakek, sampai bela-belain jauh-jauh datang kemari di usianya yang sudah senja? jangan sampai kakek datang kesini untuk menuntut ku segera menikah." gumam Kelvin sambil memijit- mijit pelipisnya.


_TBC


jangan lupa tinggalkan jejak.