Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Festival 2


Dibalik keramaian dan juga jualan beragam itu, tentu saja ada beberapa kubu juga yang terbentuk dari pakaian serta jajanannya. Jika wanita maka akan menuju toko yang menjual pakaian, makanan serta hiasan rambut dan yang lainnya. Sedangkan pria tentu rata-rata membeli makanan dan juga alat bela diri.


Tapi berbeda bagi Tania, ia menuju toko dengan pedang serta pisau dan senjata lainnya yang begitu menarik matanya. Melihat sejenak beberapa kali untuk mengecek baba nya, Tania langsung secepat kilat membeli senjata yang diinginkannya. "Wah, ini namanya surga... Begitu beragam dan sangat menarik."


"Nona, kau cari apa? Disini tidak menjual perhiasan, apa kau salah toko?" Celetuk sang penjaga toko pada Tania.


"Aku ingin pisau sepanjang lidi dan juga tipis seperti kaca serta tajam seperti lidah. Apa kau punya?" Tentu saja pertanyaan Tania membuat penjaga toko itu terdiam sejenak, ia merasa wanita cantik dihadapannya saat ini bukan wanita sembarangan.


"Ada atau tidak? Aku tidak punya banyak waktu." Kembali Tania bicara karena ia tidak ingin baba nya yang menemani Siu sadar akan ketidakberadaannya.


"Ada, sebentar Nona." Penjaga toko langsung mengeluarkan berbagai mode yang diinginkan Tania.


"Ini Nona, silakan lihat. Semuanya sangat bagus Nona, dan saya jamin tidak akan rugi." Tania melihat senja yang sudah terpajang di depan matanya. Maniknya langsung berbinar-binar melihat senjata itu.


"Luar biasa." Tangan lentik nan lembut serta mematikan itu segera memeriksa senjata yang paling tepat untuk nya.


"Saya sarankan yang ini Nona." Tampak penjaga toko itu memilihkan satu diantaranya.


"Ya, aku rasa ini sangat bagus. Aku ambil, berapa?"


"Sepuluh koin saja Nona." Tania yang memiliki brankas tersembunyi nya tentu langsung membayar tanpa nego seperti ibu-ibu kebanyakan di pasar.


"Terimakasih, senang berbisnis dengan mu.". Penjaga toko itu melihat kepergian Tania dengan raut bingung dengan kata bisnis.


"Apa itu? Terserah, yang jelas aku dapat uang."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Seperti yang dikhawatirkan Tania, baba yang menemani Siu belanja tampak menyadari ketidakhadiran nya. "Siu dimana Mei? Bukankah dia bersama mu?" Baba memanggil Tania dengan sebutan Mei seperti yang dikatakan oleh nya.


'Mati aku, Nona belum kembali? Dia bilang hanya sebentar. Lalu apa sekarang? Astaga.... Nona kau dimana!' Hati Siu sudah meronta sekarang, bahkan permen mengkilap di tangannya tidak jadi ia rasakan karena pertanyaan mematikan ini.


"Siu.." baba tampak terus mengebor mencari keberadaan putrinya.


"Nona bilang ingin membeli hiasan rambut. Ya, hiasan rambut!" Ujar Siu yang mendapatkan ide.


"Begitukah? Lalu kenapa tidak bersama saja? Ayo, kita kesana. Ada beberapa toko yang baba lihat, yang mana."


"Di...."


"Baba, Siu!" Akhirnya oksigen bisa masuk ke hidung Siu dan membuat dia bernapas dengan lega. Sang pelaku akhirnya terlihat juga.


"Kenapa pergi sendiri? Baba sudah bilang kan?"


"Maaf baba, tapi menurut ku ini lebih bagus menghemat waktu bukan? Aku beli hiasan rambut, dan Siu beli makanan. Lagipula aku bisa jaga diri, jaraknya tidak jauh." Jelas Tania alias Mei.


"Baiklah, mana hiasan rambutnya."


"Ini, bagus tidak? Aku cukup lama memilih nya." Tampak dua hairpin dengan hiasan tersendiri dari mutiara yang begitu berkilau berada di tangan Mei.


"Wah, nona ini sangat indah!" Ujar Siu.


'Tunggu, bukankah nona bilang beli senjata? Lalu dimana nona sembunyikan?' Siu memainkan matanya mencari benda tajam itu sedangkan Mei sudah tersenyum manis sambil memasangkan hairpin itu di rambutnya.


"Cantik tidak baba?" Tanya Mei dengan girang.


"Cantik, putri baba sangat cantik. Ayo Siu, sini baba pasangkan."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Ini informasi yang menarik, aku sangat penasaran melihat reaksi raja." Seorang pria yang berkamuflase dengan warga setempat terlihat berada dari jarak jauh ya sebelumnya berada di dekat ketiga targetnya berada.


Ketika dirinya ingin melangkah lagi, maniknya menangkap target lagi yang membuat dirinya berbinar-binar. "Ah, sepertinya tugasku akan cepat selesai. Sekarang ada target yang lainnya, ayo kita berikan penilaian juga."


Tampak seorang gadis dengan beberapa wanita yang jelas pakaiannya berbeda dari gadis di depannya berjalan menuju toko perhiasan. "Ayo bantu aku." Ujarnya kepada beberapa wanita dibelakang nya.


"Baik Nona."


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.