
Mola langsung meluncurkan anak panahnya dan langsung melesat bersiap menerjang targetnya. "Jadilah wanita tidak berguna seumur hidup mu!"
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Mei terus melangkah menuju suaminya dengan senyuman manisnya dan begitu juga dengan Lee yang ikut melangkah menuju istrinya.
"Aghhh!" Suara teriakan langsung terdengar membuat suasana disana berubah seketika, pasukan telinga yang berada di sana tentu langsung menuju sumber suara dan semuanya kaget dengan pemandangan di depan manik mereka.
"Cepat panggil tabib!" Kalimat perintah dengan frekuensi tinggi itu langsung membuat seorang prajurit tunggang langgang.
"Kenapa kau melakukannya?"
"Xiong!"
"Cepat cari pelaku nya!"
"Baik pangeran!"
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Aku hanya perlu menunggu, dan sebentar lagi akan ada berita duka yang mengiringi kepergian ku." Mola tersenyum bahagia dan tertawa beberapa kali dan membuat sosok yang membuka pintu itu kebingungan.
"Ada apa nak?" Mola langsung menetralkan wajah bahagia nya.
"Tidak ada bu, aku hanya menunggu suapan dari ibu. Karena itu aku bahagia." Jawaban Mola membuat ibunya tersenyum yang tengah membawakan makanan untuk putrinya.
"Kalau begitu ayo makan dulu."
"Iya, suapi aku Bu." Ibu Mola hanya mengangguk dan segera menyuapkan makanan untuk putrinya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Dibalik pintu itu, ada yang terlihat cemas menunggu jawaban dari dalam. "Aku tidak tau Putri.... Xiong, dia..... Tadi ada..." Siu tampak cemas mengatakan kalimatnya dan juga mengalirkan air matanya.
"Tenang lah Siu, semuanya akan baik-baik saja." Mei mencoba menenangkan gadis yang seperti adiknya itu.
"Bagaimana jika, darah nya cukup banyak... Aku..."
"Tenang lah Siu, minumlah. Duduk dulu, Xiong akan baik-baik saja. Dia ada panglima istana, itu tidak ada apa-apa baginya." Lee juga turut menunggu hasil pemeriksaan Xiong.
Tak lama mereka melihat tabib yang sudah keluar dan langsung melapor pada Lee. "Pangeran, keadaan panglima Xiong cukup buruk. Tetapi jangan khawatir, hamba sudah menyiapkan ramuan untuk lukanya karena anak panah itu. Dibantu dengan pakaian berlapis membuat panahnya tidak menusuk dalam."
"Tidak beracun?" Tanya Lee cepat.
"Tidak pangeran, hamba sudah memeriksa nya."
Mei yang menenangkan Siu menatap wajah suaminya yang seolah akan meminta penjelasan pada Siu. Mei yang mengerti dengan maksud suaminya memberikan jawaban dan suami istri itu langsung saling berkomunikasi dengan telepati mereka.
"Aku akan menemui raja dan juga prajurit mengenai kejadian ini." Mei hanya mengangguk sambil melihat suaminya berbicara dengan salah seorang prajurit.
"Apa yang terjadi Siu?" Mei menyentuh pundak Siu dengan lembut.
"Apa putri akan percaya ucapan ku?"
"Kau ini bicara apa, tentu aku percaya padamu. Apa kau berpikir, nilai mu hanya segitu Siu?" Mei tampak tidak senang dengan ucapan Siu.
"Bukan, aku hanya memastikan."
"Aku sudah menjawab nya, aku tidak suka pengulangan. Katakan!"
"Ada yang mengincar dirimu Putri, ada yang ingin melukai mu." Mei langsung menatap Siu dengan wajah yang meminta penjelasan lebih.
"Sebenarnya.... Aku menghilang beberapa hari ini karena mengawasi orang yang berniat menyakiti putri. Dimulai dari pesta waktu itu hingga sekarang. Orang itu ingin mencelakai putri, aku tidak tahu alasannya. Aku hanya tau orangnya, Xiong juga. Kami bekerjasama mencari tahu. Tadi saat aku akan membawakan makanan, aku mendengar kemarahan dari salah satu ruangan dan tak lama terlihat luncuran yang siap menerjang. Aku segera berlari ketika melihat targetnya, tapi aku tidak tau.... Bagaimana, Xiong bisa disana dan panah itu mengenai nya."
"Katakan siapa? Apa Mola?" Siu tampak kaget dengan ucapan Mei yang menyebutkan nama itu.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Sidang dadakan langsung terjadi, baik raja, Lee serta yang lainnya sudah berkumpul di aula pertemuan. "Bagaimana?" Tanya raja yang sudah tau apa yang terjadi.
"Kami menemukan ini raja. Sebuah busur yang dibuang diantara taman utama istana." Seorang prajurit memberikan busur panah itu dan tentu langsung menjadi tontonan.
"Pelaku nya orang dalam?"
"Atau menyamar. Sepertinya ia mengincar mu Lee. Apa musuh sudah bergerak?"
"Mungkin saja ayah, tapi Xiong yang tau dan juga Siu. Kita akan mendapatkan jawaban nya segera."
"Segera panggil pelayan pribadi putri Mei kemari! Dan perketat pengamanan istana, terus lakukan pencarian. Aku yakin ada yang bermain-main saat ini, dan sepertinya amatiran." Ketika busur itu asyik dibolak-balik an, Lee berbicara tinggi.
"Tahan ayah! Tahan!"
Ada apa Lee?" Tanya raja yang kebingungan dengan putranya.
"Ini... Aku tidak asing dengan lambang busur ini bukan begitu?" Pertanyaan Lee serta kolaborasi raja membuat sepasang mata membola dan ketakutan.
Bersambung.......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.