Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Tebak-tebakan dan Argumen


Entah keasikan atau memang tidak bisa bergerak, sebuah tepukan tangan seperti sihir untuk membuat tubuhnya kembali bergerak. "Kau..."


"Syuttt.."


"Apa yang kau lakukan disini?" Tapi yang ditanya justru bermain mimik wajah dan juga anggota gerak nya, sehingga membuat sang penanya dibuat kebingungan.


"Kau jadi bisu ya?" Antara kebingungan dan tidak mengerti ia terus bertanya.


"Kau bilang apa? Kau ...."


"Bagaimana? Sangat cepat bukan?"


"Ya, aku merasa tengah menaiki kuda yang bersayap. Ahh...... Lagi sayang!" Sekarang bukan hanya satu yang menjadi patung dan bisu, tapi jadi dua. Hanya mata mereka yang saling bertatapan seolah mengirimkan sinyal yang langsung dipahami.


Meskipun terasa berat, keduanya mencoba melangkah bersama. Entah mengapa, kaki mereka terasa berat sekali. Tapi mereka terus berusaha bersama dengan genggaman tangan yang tidak lepas.


Daripada telinga mereka semakin terkontaminasi dengan suara panas itu, lebih baik mereka pergi segera atau bisa saja ada yang melihat aksi konyol mereka berdua.


Hingga dengan usaha keras dan kemauan yang besar, kaki mereka berhasil meninggalkan sumber suara pertempuran panas itu.


Pasokan udara terasa menipis, membuat mereka berdua berlomba-lomba mengambil napas sebanyak-banyaknya. "Kau menguping ya?"


"Enak saja! Aku tidak begitu!"


"Tapi itu buktinya, kau c@bul sekali!"


"Sembarangan! Kalau tidak tau jangan asal bicara!"


"Apanya yang asal, mataku menjadi saksinya. Kau berdiri dengan telinga yang menempel pada dinding."


"Mulutmu itu!" Xiong tentu tidak terima dengan tuduhan Siu yang sembarangan. Hingga keduanya ribut bukan main.


Saling adu debat di tengah malam, dan juga main jari satu sama lain hingga ada yang tumbang. "Akan aku katakan pada pangeran...." Xiong yang tidak mau Siu melakukan tindakan yang mungkin membahayakannya langsung menarik tangan gadis itu dan tentu Siu jadi oleng sehingga mau tidak mau, tubuh Siu terjatuh dan menimpa tubuh Xiong.


Tentu saja Xiong seperti Dejavu, tubuh molek itu mendarat di tubuhnya yang membuat dirinya merasakan titik tertentu yang terasa lembut dan membuat pikiran nya menjadi lain.


Sedangkan Siu, juga ikut membatu karena tangannya berada di kediaman keramat itu. Keduanya saling membatu dan hanya bisa saling pandang. Hingga masalah mereka menjadi semakin runyam karena kedatangan sosok yang tidak mereka sangka. "Apa yang kalian lakukan?"


Kamar dengan adegan pertempuran panas itu masih berlanjut. Sekarang giliran Mei yang tengah memacu tubuh kekar sosok yang menjadi suaminya.


Suara, sentuhan serta ekspresi wajah itu membuat Lee merasa semakin panas. Dirinya ikut berpacu mengikuti irama gerakan istrinya yang terlihat begitu seksi.


Bagi Lee, ini adalah pengalaman pertamanya dengan wanita. Bukan soal sentuhan saja, tapi penyatuan mereka yang tidak pernah Lee bayangkan dengan posisi seperti ini. Sungguh, dia belum dan tidak pernah melihat posisi panas dan penuh rasa kenikmatan ini.


Sesekali matanya terpejam merasakan pedang keramat nya tengah dijepit oleh goa sempit itu. "Aku mau keluar sayang!" Lee sungguh tidak bisa berkata-kata lagi selain tangannya yang ikut bermain di bundaran kenyal padat itu.


"Bersama!" Mei ikut menyahut sambil semakin mempercepat pacuannya yang membuat mereka berdua berteriak kenikmatan bersama.


Tubuh Mei yang bersinar dengan keringat serta sinar dari cahaya rembulan yang bertahta seketika rubuh ke dalam pelukan kekar hangat nan penuh cinta.


"Kau luar biasa sayang, aku tidak menyangka dengan ini." Lee mendekap erat tubuh yang sama polos sepertinya dengan sesekali memberikan kecupan manis.


"Kau akan melihat begitu banyak kejutan dariku suamiku." Mei masih bermain kecuali di chococips suaminya yang membuat sesekali Lee melenguh kecil.


"Aku sangat mencintaimu dan dimulai hari ini, akan menjadi hari perjalanan cinta kita hingga menua." Mei hanya mengangguk karena energinya sudah terkuras untuk pertempuran ini.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Aku tidak sabar besok pagi, dan melihat kekecewaan pangeran dengan sosok istri yang baru dinikahinya." Sambil memegang minuman dengan rasa manis itu, ia tertawa sendiri membayangkan hal yang sesuai dengan keinginannya.


"Tapi aku penasaran, kenapa tidak sekarang saja?"


"Lee itu akan bertindak dengan penuh kejutan Bu, mana mau dia melakukan teriakkan di malam hari. Pastinya ia akan menghukum wanita itu sehingga ia tidak bersuara apapun." Jarak yang cukup jauh dari kamar pengantin, membuat mereka tidak tau yang terjadi disana.


Bersambung.......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya baru author, ceritanya tak kalah seru loh!!!!!


Skala Kecantikan Flora.... Disiram dengan pengkhianatan, ejekan penampilan minus serta anak yang buruk membuat api transformasi Flora langsung membakar dengan cepat. Kecantikan dengan skala besar yang disembunyikan selama ini, akhirnya ia lepas untuk membuktikan kemampuan dan kecantikan yang dimilikinya dan membungkam mulut para pengejek itu.