Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Elang atau kupu-kupu


Saling memandang tapi tangan Tania mulai merayap di tubuh pria yang berada dihadapannya ini. Satu tangan cukup bagi Tania untuk menghadapi sepasang tangan kekar yang belum ia ketahui kekuatan nya itu.


Lee menjadi terganggu dengan tangan yang merayap pada tubuhnya itu. Mulai dari dada nya hingga pinggang nya, memutari pinggang nya dari depan ke belakang. "Mana dia?" Gerutu Tania membuat Lee masih terpaku memantaunya.


'Apa yang dia lakukan? Apa dia ingin bermain sungguhan?'


"Hei..."


"Aku tidak ingin kau bicara, sebaiknya diam saja." Ujar Tania sambil tangan satunya terus bermain di sekitar pinggang Lee, karena kesal tidak kunjung dapat, tangan itu lebih berani ke bawah membuat Lee menjadi tegang dan kaget karena tangan lembut itu bisa mendarat kapan saja di persembunyian suci pedang ular saktinya.


"Kau bisa membangunkan sesuatu."


"Oh ya? Bukankah kau membayar ku dengan harga mahal? Aku merasa tersanjung sekali. Kau pasti berpikir aku akan melakukan ini dan lebih bukan? Tapi sangat disayangkan."


"Sepertinya kau yang tidak sabaran..."


"Ahh!" Mendengar teriakkan Nona nya Siu yang tengah berada di perut Xiong jadi kaget dan melakukan turunan terjal hingga membuat teriakkan baru lagi.


"Ahh!" Siu jadi ikutan kaget bahkan tidak dapat bergerak karena lembah suci nya berhadapan dengan kediaman keramat Xiong.


Sedangkan Tania menjadi bersandar di dinding dengan Lee yang memimpin pertandingan. "Kau pikir tanganmu ini bisa menandingi kekuatan tangan ku?"


"Oh ya? Kau ingin apa dengan kekuatan tangan mu ini?" Cadar tipis itu terhembus beriringan dengan deru nafas Tania.


"Mau mencoba? Karena aku sudah merasakan kelembutan tangan mu ini?" Tania mengerutkan keningnya mendengar ucapan pria dihadapannya ini.


'Seperti tidak asing, atau mungkin aku pernah bertemu? Ah sudahlah!' Tania tidak ingin rencananya gagal, dengan mengarahkan wajahnya ke arah Lee membuat pria itu berpikir yang lain apalagi dengan manik Tania yang menghipnotis dirinya.


"Aghh!" Teriakkan keluar dari bibir Lee karena lehernya menjadi santapan bagi Tania.


"Cepat Siu!" Sekali mendengar perintah Nona nya kegugupan Siu langsung sirna dan ikut berlatih bersama Nona nya.


Sedangkan Lee melihat jelas keadaan bawahannya yang masih menjadi batu berusaha memanggil nya. "Xiong bangun!"


"Xiong!"


"Pangeran, dia menyentuh kediaman keramat ku. Dia..." Xiong yang ingin bercerita langsung terhenti melihat keadaan pangerannya yang paling berdampak di bagian wajah serta rambutnya dan tentunya leher itu.


"Pangeran, leher anda...." Tapi Lee seolah tidak peduli dengan reaksi Xiong. Ia masih teringat betapa beraninya singa betina itu menggigit leher nya.


"Ini akan menjadi tanda." Jawab Lee sambil menyentuh lehernya yang masih terasa basah oleh lembab nya bibir merah sensual itu.


"Raja bisa menikahkan pangerannya karena hal ini." Xiong berusaha mengingatkan Lee mengenai akibat tanda itu.


"Kalau tau. Cepat kita urus pria ini! Diluar juga sudah terdengar teriak penyambutan prajurit kita." Xiong memilih mengalah kali ini, dan kembali teringat dengan tujuan mereka kemari.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Kalian pikir bisa lolos?" Tania dan Siu mengunakan keahlian lari mereka dan juga menjatuhkan barang-barang yang mereka lewati belum lagi dengan keadaan malam yang tidak dapat dilawan oleh cahaya yang di pasang warga.


"Kemana mereka?"


"Mungkin kesana!"


"Ayo, kita berpencar!" Beberapa pria bertubuh besar itu menuju arah lain yang mereka tidak ketahui dari pohon yang mereka lewati tersimpan berlian yang mereka cari.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Tania yang diangguki Siu yang terlihat mengambil napas yang habis karena aksi lari mereka.


"Kita bisa beristirahat dulu, aku melihat ada kedatangan prajurit istana disana. Pastinya besok sudah beres." Tania melihat token yang berhasil ia dapatkan dari pria yang membayar nya.


"Sangat disayangkan, sudah rugi dengan uang sekarang rugi karena ini. Kita akan masuk dengan mudah." Tapi Siu terlihat berpikir lain membuat Tania penasaran.


"Ada apa Siu? Kau gagal mendapatkan token nya? Tidak apa, satu saja cukup."


"Bukan nona, aku mendapatkan nya." Siu memperlihatkan token yang ia dapatkan kepada Tania.


"Lalu apa?"


"Mengenai para pria yang membayar kita, menurutku mereka terlihat seperti...."


"Astaga Siu, kau ini polos sekali! Jangan tertipu dengan wajah atau tubuh mereka. Para pria disana itu semuanya sama saja, hanya mencari lembah madu untuk mereka hinggapi dan setelah itu pergi menghilang mencari yang lain." Siu hanya mengangguk kecil saja, karena tubuhnya merasa lelah berlarian dan kurang tidur sebelumnya.


🌟🌟🌟🌟🌟


Baik Lee maupun Xiong bersiap kembali ke istana, para prajurit yang mereka bawa sudah lengkap semuanya. Mereka hanya menunggu pangeran mereka berganti pakaian yang lebih baik. "Apa yang kau lakukan Xiong?" Lee cukup kebingungan dengan tingkah bawahannya yang membolak-balikkan pakaian mereka dengan kecepatan tangan.


"Pangeran, token kita tidak ada. Tidak mungkin jatuh kan? Ikatannya tidak mungkin lepas begitu saja." Lee turut meraba-raba pakaian sebelumnya dan tidak menemukan token nya yang ia ikat di bagian pinggang nya bersama kantong yang lain.


"Kantong nya masih ada, dan hanya token yang hilang. Apa mungkin...."


"Kedua kupu-kupu itu yang mengambil nya! Pangeran itu bisa saja musuh yang diutus, kita bisa bermasalah nantinya. Kita harus menemukan mereka..."


"Tidak! Bukan kita yang menemukan mereka, tapi mereka yang akan datang sendiri pada kita."


"Maksud pangeran?"


"Kau ingat Xiong.... Elang yang ku bicarakan padamu, dia sendiri terbang kemari."


"Jadi...."


Bersambung..


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak