
Ranjang yang terbuat dari bambu diisi dengan lapisan lembut untuk tubuh itu telah dihiasi oleh seorang wanita yang terbaring dengan luka di keningnya.
Tampak sebuah ramuan bewarna hijau menyelimutinya. Manik itu masih terpejam dan belum mau membuka matanya membuat sosok yang menunggu nya menjadi khawatir.
"Kapan Nona ku akan sadar?"
"Paling lama lusa, tenang saja. Dia baik-baik saja, aku akan mengobati dirimu. Ini minumlah, untuk mengembalikan tenaga mu." Siu menerima minuman di dalam gelas berbentuk tabung sempurna itu.
"Terimakasih, sudah menolong kami."
"Kenapa kalian bisa jatuh? Kalian mau kemana? Dari pandangan ku kalian bukan berasal dari sini."
"Kami seorang pengembara, yang ingin ke kerajaan ini." Tampak pria itu mengangguk saja sambil keluar.
Siu melihat ruangan yang ditempatinya bersama Nona nya, terlihat luas dan juga indah. Untuk menghangatkan tubuh atau ruangan ada api yang disediakan untuk itu. Hanya perlu menambah kayu saja untuk mengatur nya.
"Ini besar juga, baru satu ruangan. Bagaimana dengan yang lain?" Mencoba melihat ke arah luar, tapi tidak begitu nampak dengan jelas.
"Aku yakin dia akan orang baik."
"Nona cepatlah sadar."
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Di istana terlihat hiasan yang tengah dilakukan. Para pelayan sibuk menghias dan juga mondar-mandir memastikan pekerjaan mereka beres tanpa cela.
Berbanding terbalik dengan kegiatan yang dilaksanakan di luar bahkan seluruh bangunan istana, satu ruangan belum tersentuh dan sang penghuni seolah tidak peduli karena jiwanya berada di tempat lain.
"Pangeran, raja meminta pangeran memakai beberapa pakaian ini. Sungguh ini sangat indah pangeran dan akan menambah pesona pangeran." Seorang pria membawakan beberapa helai pakaian untuk junjungannya yang tengah duduk menatap dinding.
"Untuk apa semua ini?"
"Ini untuk acara yang akan diselenggarakan dua hari lagi pangeran. Setiap tahun, akan ada pertemuan dari beberapa kalangan terutama para pendeta yang diundang khusus oleh raja." Lee baru ingat dengan acara tahunan itu.
"Aku akan memakai pakaian yang ada saja, tidak perlu yang baru. Lagipula biasanya tidak ada seperti ini."
"Hamba tidak tau pangeran, tapi raja memintanya." Lee merasa jengah melihat pakaian dihadapannya ini.
"Letakkan saja ditempat biasa, susun dengan baik! Dan ya, siapkan kuda aku ingin keluar." Baru saja Lee melangkah, ia justru dihalangi oleh beberapa prajurit membuat matanya tidak bersahabat.
"Apa ini maksudnya?"
"Ampun pangeran, tapi raja memerintahkan agar pangeran tidak keluar dalam beberapa hari ini."
"Apa-apaan ini? Kenapa aku dikurung seperti pengantin!" Lee tampak kesal dan melangkah lagi, tapi kembali dihentikan.
"Aku ingin menemui raja, apa tidak boleh juga?" Semuanya menunduk sambil mengendurkan senjata mereka dari tubuh pangeran dan membuat Lee menuju ruangan ayahnya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Beberapa menteri yang berada di dalam langsung dibuat kaget dengan kehadiran putra raja mereka. "Salam pangeran." Beriringan dengan pengucapan salam itu, tangan raja memberikan kode untuk semuanya pergi meninggalkan dia dan putranya.
"Ayolah Ayah, aku ini seperti anak kecil yang dikurung tanpa alasan yang jelas. Apa maksud ayah menahan ku beberapa hari?"
"Ayah tidak mengizinkan mu beberapa hari, karena ketika kau sudah terbang maka tidak kembali tepat waktu."
"Lagipula apa hubungannya dengan pertemuan ini? Mereka menghadiri undangan karena Ayah, mereka akan bertemu dan berbincang dengan ayah. Kenapa aku harus ikut? Tahun sebelumnya tidak ada, kenapa sekarang berbeda? Apa yang ayah rencanakan?"
"Akhirnya kau mengerti juga. Ayah mengundang beberapa pendeta, kau tau diantara mereka memiliki para putri yang sesuai dengan kriteria Ayah. Temuilah mereka, Ayah ingin lihat bagaimana, mungkin saja salah satunya menempel menjadi jodohmu."
"Ayolah Ayah, bukankah kita sudah bahas ini? Aku sudah menemukan nya...."
"Ayah tidak terima diluar dari kriteria ayah! Jangan memulai Lee."
"Aku jamin sesuai kriteria Ayah, aku sudah bilang kan? Beri aku waktu, aku akan membawanya."
"Baik! Besok kau bawa dia? Bukankah dia ada disini? Ayah tau apa yang akan kau lakukan."
"Tapi...."
"Pangeran Lee, kau harus mengikuti aturan istana ini! Tidak boleh keluar dan jangan mencoba bermain dengan Ayah! Hanya sampai selesai acara dan kau akan Ayah bebaskan seperti semula." Setelah itu Lee tidak dapat berkutik lagi, dia tau benar bagaimana ayahnya itu.
"Aku yakin aliran sungai tidak akan bisa menghentikan mu, Tania."
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Sebuah burung bersayap warna warni terbang menuju jendela yang dihuni oleh seorang pria yang tengah memasak makanan. "Undangan dari istana. Aku lupa, ini sudah waktunya, tunggu ada yang berbeda dari sebelumnya." Kembali dengan seksama matanya memindai tulisan itu hingga membuat dia sedikit termangu.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
"Membawa putri mereka?" Pria berkulit putih itu tersenyum manis setelah membaca kalimat terakhir itu.
"Aku rasa ini saatnya."
"Ayah! Ayah!" Seorang gadis berkulit sama dengan manik hitamnya tampak berlari masuk.
"Putriku...."
"Ayah, aku dengar ada undangan dari istana, apa itu benar?" Tampak gadis itu girang bukan main.
"Iya, kenapa?"
"Apa benar aku bisa ikut? Aku mendengar desas desus nya. Ayah ayo jawab aku!"
"Iya, kau akan ikut. Karena itu bersiaplah.... Kau akan menjadi sosok yang berkuasa disana mendampingi sang penguasa."
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.