
Tepat setelah sarapan pagi, sang pangeran bersama ajudan versi masa lampau nya sudah bersiap untuk pergi mencari sang cinta pangeran yang entah berantah. "Sungai sebanyak ini, kemana akan dicari?" Xiong tentu saja bicara dengan pelan dan tentunya jauh dari sang pangeran yang sudah berada di bebatuan berhadapan dengan air terjun yang menerpa kulit dengan air yang segar.
"Xiong!"
"Iya pangeran, aku datang...." Dengan segera, batu licin itu dipijaki untuk sampai ke bebatuan tempat pangeran nya.
"Ini pemberhentian pertama, menurutmu apa dia ada disini?" Entah mengapa, pangeran nya sekarang bak orang b0doh yang bertanya sesuatu hal yang membuat darah Xiong mendidih meskipun di tempat sejuk seperti ini.
"Hamba tidak tau pangeran, mungkin saja." Hanya itu jawaban yang Xiong berikan daripada dirinya tercebur atau disapa beberapa kerikil yang dilayangkan oleh pangeran nya.
"Aku rasa tidak, sebaiknya kita ke arah sana saja." Xiong yang awalnya sudah malas dengan ini, langsung berubah ekspresi ketika melihat tunjuk jari pangeran nya.
"Maksud pangeran? Tanya Xiong memastikan lagi.
"Tentu saja ke arah hutan." Xiong merasa kakinya berat untuk kesana dan langsung mengingatkan pangeran nya yang sudah buta dan b0doh karena virus cinta.
"Tapi pangeran.... Hutan itu tempat suci para hewan dan juga kita sebaiknya tidak kesana selain dengan penunjuk jalan."
"Kita hanya masuk sedikit, ke tepian saja. Tidak dalam, aku tidak b0doh Xiong." Lee tentu tau cerita hutan dan nilai didalamnya.
Tidak punya pilihan lain, Xiong akhirnya mengikuti langkah pangeran nya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Di sudut sungai lain, tampak beberapa pakaian terpapar sedikit sinar mentari yang menembus kelebatan hutan rimba itu.
"Nona, kapan kita akan kesana? Maksud mengikuti festival tahunan itu." Tampak Siu yang menikmati sapuan air di tubuhnya.
"Lusa, tidak lama. Kenapa? Kau tidak sabar?" Tanya Tania yang berenang di kolam yang terbentuk di sekitaran sungai dan air terjun yang begitu mempesona.
"Ya, aku penasaran dengan festival disini. Selain itu, juga dengan makanan atau budaya mereka." Jelas Siu sambil memandangi Nona nya berenang bak putri duyung.
Ketika keduanya sibuk menikmati pemandian yang terutama sekali jarang Tania temui, terdengar suara dari beberapa bebatuan yang berada di sekeliling mereka. Keduanya waspada dan terutama Tania yang menggunakan mata tajam nya memindai apa yang terjadi.
Tidak ada suara diantara keduanya, baik Siu dan Tania waspada dan hanya mengangguk lewat telepati mereka. Ketika suara kembali terdengar dan berada di belakang Siu, Tania langsung menyerang dengan kekuatan air alanya yang dibantu gerakan tangannya.
"Grrrgrr."
"Ternyata harimau kecil ini yang menyerang kita Nona."
"Mong, kau ini." Tapi tampaknya harimau kecil itu merajuk pada Tania yang meninggalkan dirinya pergi mandi.
"Begitu ya? Kau marah padaku." Tania meladeni permainan harimau kecil itu.
Seakan tak peduli, Mong semakin menjadi bermain dengan Siu dan Tania dengan tangannya menangkap sesuatu dan langsung diberikan kepada Mong.
"Mong, lihatlah apa yang aku punya....." Dengan tangannya yang berada diatas membuat harimau kecil itu tertarik dan langsung mendekati Tania dengan gembira karena melihat apa yang ada di tangannya.
"Mau merajuk lagi?" Tanya Tania yang tentu saja dimengerti oleh Mong yang tengah menikmati ikan kecil yang segar langsung dari sungai.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Sekarang Lee dan Xiong sudah berada di sekitaran hutan, terlihat mereka mengikuti aliran sungai untuk menuju sungai pertama di tepian hutan. "Ayo percepat sedikit Xiong!"
"Iya pangeran." Tapi beberapa langkah lagi mereka mendengar suara yang membuat keduanya berhenti.
"Pangeran apa itu peringatan? Sepertinya kita yg boleh masuk kedalam."
"Diam! Aku yakin itu adalah orang, ayo ikut aku!" Dengan langkah yang berat, Xiong berjalan mengikuti pangeran nya.
Meksipun pedang sudah menjadi temannya dan juga ilmu bela diri bahkan teriakkan manusia sudah biasa baginya, tetap saja bagi Xiong hal seperti ini diluar kendalinya.
Sedangkan bagi Lee, pria itu merasa tertantang dengan suara yang berada di depannya, ditambah dengan keinginan untuk menemukan wanita yang bermain petak umpet dengannya.
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
Mohon maaf author baru update, karena ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Tapi akan update tiap hari lagi kok ❤️🙏🙏🙏❤️