
Mei terus melangkah dengan diiringi oleh Siu dan juga yang lainnya dan yang terpenting adalah baba bersamanya sambil mendampinginya hingga sampai.
Hanya warna merah yang Mei lihat, ingin tau dimana keberadaan nya, tapi nyatanya tidak bisa. Belum lagi dengan hiasan pernikahan di rambutnya.
'Entah dimana aku sekarang.'
Sorak-sorai dan juga alunan musik pengiring juga terdengar.
Diantara kerumunan kemeriahan itu, ada manik mata yang memandang dengan rasa penasaran dan juga remeh.
"Apa dia cantik? Wajahnya saja langsung ditutupi."
"Pangeran pastinya tidak tau, kalau tau pasti sudah ditolak mentah-mentah."
"Entah apa yang ditawarkan oleh pendeta itu, sehingga raja menerima putrinya." Baik, anak dan kedua orang tuanya sungguh satu pemikiran yang buruk.
"Ayo, kita kesana... kita lihat, pernikahan dengan putri pendeta itu." Ketiganya langsung menuju altar pernikahan.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Sedangkan Lee sudah tidak sabar untuk memberikan kejutan pada wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu. "Ayo sayang, segeralah kemari dan setelah itu aku akan mengikat mu menjadi istriku." Lee tersenyum sendiri sambil melihat kedatangan calon pengantin wanita nya.
"Pangeran sudah tidak sabar rupanya, aku jadi penasaran dengan calon istrinya. Sangat jarang melihat pangeran tertawa sendiri seperti orang tidak punya akal." Xiong hanya bisa menerka sendiri karena ia sungguh tidak tau, dengan calon istri pangeran nya itu.
Ketika sibuk dengan pikirannya, manik Xiong justru membulat saat melihat iringan pengantin wanita yang baru saja datang. "Gadis itu?" Xiong langsung merasa campur aduk setelah melihat kehadiran gadis yang menjadi mimpi buruk baginya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Raja langsung menyambut kedatangan calon besan nya dan menantu wanitanya dengan sumringah. "Selamat datang, akhirnya kalian datang juga. Ayo, mari duduk." Telinga Mei seolah tulis karena pikirannya tertuju pada hal yang lain, sehingga suara yang seharusnya ia kenali itu menjadi asing.
"Calon pengantin wanita nya sudah tiba, kita mulai saja." Prosesi pernikahan segera dimulai. Rakyat yang hadir turut penasaran dengan calon ratu masa depan mereka yang tentunya memiliki kriteria tinggi.
"Sungguh lembut."
"Pasangkan cincin di jari pengantin wanita dan setelah itu pria." Terkadang Mei merasa mengenali sentuhan itu.
"Tidak mungkin Lee, aku sudah gila."
"Ayo sekarang pengantin wanita pasangkan pada pengantin prianya." Dengan keadaan setengah hati, Mei memasangkannya.
"Baiklah, kita masuki proses terakhir... Mintalah doa dan restu orang tua dan setelah itu kalian berdua sudah dah menjadi suami dan istri."
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Ranjang empuk itu terasa panas bagi Mei, setelah pernikahan ia dinas kemari. Padahal Mei sudah melancarkan serangan agar baba nya membiarkan dirinya berada di samping nya, tapi baba nya malah mengatakan....'Kau pasti ingin bertemu dengan suami mu kan?'
"Ketika ia datang, aku akan membuat dia berteriak." Mei mengambil jarum mini yang telah dia sediakan.
Penutup kepala itu masih terpasang dan telinga Mei mendengar pintu kamar itu terbuka, langkah kaki itu semakin terdengar mendekat dan benar saja penutup kepala Mei perlahan terangkat dan beriringan dengan tangan Mei bersiap melayangkan serangan nya.
"Istriku rupanya sudah tidak sabaran."
"Lee?" Tangan Mei langsung ditahan beriringan dengan manik matanya yang membesar memastikan sosok dihadapannya.
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
Sambil menunggu episode berikutnya yuk mampir ke karya baru author, ceritanya tak kalah seru loh!!!!!
Skala Kecantikan Flora.... Disiram dengan pengkhianatan, ejekan penampilan minus serta anak yang buruk membuat api transformasi Flora langsung membakar dengan cepat. Kecantikan dengan skala besar yang disembunyikan selama ini, akhirnya ia lepas untuk membuktikan kemampuan dan kecantikan yang dimilikinya dan membungkam mulut para pengejek itu.