Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Sungguh Malang


Lee yang tengah menyusuri sungai yang berada dihadapannya terkejut dengan sosok dihadapannya. "Astaga! Xiong?" Ujar Lee dengan ekspresi kaget dan tak percaya sambil maniknya memastikan kebenaran sosok dihadapannya saat ini.


"Pangeran... Aku.... Ada makhluk halus yang menganggu ku, dia...."Bak anak kecil, Xiong bercerita dengan wajah dan nada bicara yang tidak teratur.


"Apa yang terjadi dengan mu?" Dilihat dari atas dan kebawah, sungguh Lee ingin tertawa, bagaimana tidak. Keadaan Xiong sangat menyedihkan, jubah pertama nya terlihat hilang dan celana nya tampak robek dengan struktur yang dikenali oleh Lee.


"Harimau?" Ujar Lee yang membuat Xiong yang terbata-bata mengumpulkan napas untuk bicara langsung mengangguk cepat.


"Benar! Harimau dengan wanita yang merupakan makhluk halus, dia mengejar dan menyerang ku. Lihat! Pangeran sebaiknya kita.... Aaaaaa...." Xiong yang saling berhadapan dengan Lee tentu membuat area belakang Lee tidak terlihat oleh mata pangeran itu.


Tapi melihat wajah Xiong, dapat dipastikan ada sesuatu yang mendekati mereka. Dengan secepat kilat, serangan berbentuk cambuk dari rotan itu terhempas yang berniat menyerang mereka.


"Kami tidak berniat jahat, kenapa menyerang kami?" Lee mengira mungkin kedatangan mereka membuat penghuni sungai terganggu.


"Temanmu membawa sesuatu yang bukan miliknya." Suara itu tampak tidak asing di telinga Lee tapi mereka tidak bisa melihat siapapun selain pepohonan dan air terjun dengan sungai di kaki mereka dan dihiasi bebatuan.


Lee dengan cepat melihat Xiong untuk mencari tau apa yang dilakukan oleh pemuda itu. Tapi kecepatan mata Lee tersaingi dengan tali cambuk panjang itu yang menyerang mereka kembali. "Pangeran!" Baik Lee dan Xiong berhasil menghindar dengan baik.


"Katakan dulu, apa yang kami ambil?"


"Ternyata mata kalian tidak berfungsi dengan baik. Aku tidak suka berbasa-basi." Manik Lee menatap arah selatan dirinya dan jangan remehkan Xiong, mungkin ketakutan dalam dirinya berangsur hilang.


Keduanya menatap arah berbeda dan benar saja tak lama serangan kembali muncul, langsung saja ketika rotan itu ingin berbalik menuju pemiliknya. Tangan keduanya langsung menarik dan membuat sosok di balik bebatuan melakukan pertahanan.


Diantara mata yang tidak bisa melihat itu, mereka semua hanya mengandalkan naluri dan kepekaan dalam situasi seperti ini. Lee tidak melakukan serangan apapun, selain mengajak bicara. "Dengar, tidak bisakah langsung ke intinya?" Itu adalah pancingan, dan baik Lee maupun Xiong berjalan menuju arah berbeda menuju titik yang mereka yakini sebagai persembunyian sosok itu.


Dan sebelum mereka melangkah lebih lagi, sosok harimau yang dibicarakan Xiong muncul dan sekali tangkap berada dalam genggaman Lee. "Grgrrr."


"Harimau emas, manis sekali." Lee tampaknya menyukai serangan tak berarti yang dilakukan oleh harimau kecil itu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Nona.... Mong terperangkap." Ujar Siu melapor pada Tania dengan posisi mereka sejajar dengan jarak yang cukup jauh.


"Tidak punya waktu lagi, langsung saja." Siu tampak langsung mengerti dan suara yang mereka pikir adalah bisik-bisik nyatanya speaker ditelinga kedua pria tampan itu.


"Tania...." Ujar Lee, tapi wanita itu bukan mendekati nya melainkan arah kanan nya dan tak lama terdengar teriakan disebelahnya.


"Bajuku!" Teriak Xiong yang membuat putaran film Lee terganggu.


Lee dapat melihat bawahan nya itu tidak menggunakan atasan lagi selain bawahannya. "Kenapa kau mengambilnya?" Tanya Lee yang membuat langkah yang tidak terkejar olehnya itu tidak berhenti juga.


"Itu balasan karena mengambil selendang yang bukan miliknya."


"Rasakan itu pria c@bul!" Xiong langsung menatap wanita yang memakai pakaian sebagai pelapis jubahnya yang tadinya berwarna merah itu terikat di pinggangnya.


"Kau tidak bisa pergi, karena harimaumu...." Lee tidak melanjutkan ucapannya karena harimau kecil itu sudah hilang dan seketika berada di belakang kedua wanita itu dengan auman yang ia pikir menakutkan.


"Tania!"


"Apa nona mendengar sesuatu? Sepertinya tidak asing..." Ujar Siu ketika mereka sudah menjauh tapi telinganya tampak masih berkerja.


"Tidak! Jalan saja, baba pasti khawatir." Itu hanya ada di bibirnya saja, tapi pikiran Tania juga memikirkan hal itu.


'Pria itu tidak asing, dan kenapa ia tau namaku? Aku tidak mungkin salah dengar kan? Wajah nya.... Tidak asing, sungguh.' Tania tampak mengingat tapi belum ia temukan juga, sungguh pemikiran modern itu tengah terganggu dengan memori internal yang sudah penuh saat ini.


"Pangeran mau kemana?" Ujar Xiong yang membuat langkah Lee terhenti ditambah wajah yang membuat Xiong siaga 1.


"Ini semua karena mu! Lihat, dia jadi pergi. Aku kehilangan jejaknya lagi!" Xiong yang sudah mulai kedinginan itu mencobanya membela dirinya.


"Pangeran, aku akan menerima hukuman mu, tapi setidaknya aku... Hacuhh!" Lee tampak mengurungkan niatnya untuk memarahi sosok dihadapannya saat ini dengan setengah polos itu.


"Ayo cepat!" Dengan segera keduanya melangkah keluar dari hutan. Tapi ketika hampir sampai di tempat kuda mereka, seorang pria berada di depan mereka.


"Apa yang kalian lakukan disini?" Tanyanya membuat Xiong dan Lee terpaku sejenak.


Bersambung.....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.