Modernisasi Queen

Modernisasi Queen
Ingin Yang Lain


Karena belum ada jawaban dari pelayan itu membuat Lee tampak kesal karena membuat istrinya menunggu. "Apa kau bisu? Katakan cepat!"


"Maaf pangeran, tapi setelah pangeran meminta makanan untuk putri. Hamba tidak melihat pelayan Siu setelah menunggu cukup lama. Hamba hanya tidak ingin membuat pangeran menunggu, apalagi Putri Mei."


"Pergilah!" Pelayan itu segera pergi dan Lee mengajak Mei untuk masuk.


"Aku ingin Siu, kemana dia?" Tanya Mei yang melangkah diiringi oleh suaminya.


"Aku akan meminta prajurit menemukan nya. Mungkin dia melakukan sesuatu."


"Tidak, aku tidak meminta dia melakukan apapun. Tidak biasanya dia begitu."


"Jangan khawatir, aku akan memanggil prajurit." Mei mengangguk saja dan Lee tentu meminta prajurit untuk mencari keberadaan Siu.


Tak lama, Lee kembali dan mengabarkan istrinya, sehingga Mei tampak lega. "Ayo makan dulu." Lee mengambil suapan pertama.


"Ayo sayang." Mei membuka bibir nya untuk membiarkan proses pencernaan itu terjadi.


"Uhek!" Lee menjadi kaget karena istrinya muntah dan tentu makanan itu langsung berserakan.


"Sayang....."


"Bau nya tidak enak. Aku merasa mual, aku tidak suka." Ujar Mei yang tampak lemas karena masih mengeluarkan isi perut nya.


"Ini makanan kesukaan mu sayang...." Ucapan Lee menjadi terhenti karena ia teringat dengan ucapan bahwa ibu hamil akan tidak menyukai apa yang biasanya ia sukai dan begitu juga sebaliknya.


"Aku tidak suka sayang." Tegas Mei yang berbaring setelah diberikan air.


"Iya baiklah, berbaringlah dulu. Kau ingin apa sayang? Katakan, aku akan mencarikannya." Lee mengelus perut Mei yang masih kosong itu dan Mei tampak menyembunyikan kepalanya untuk menghirup aroma kesukaan nya itu.


"Aku ingin buah persik. Aku ingin makan itu." Ujar Mei dengan manja.


"Aku akan mengambilnya."


"Aku ingin dipetik langsung dari pohon nya. Pohon dekat paviliun istana, aku mau yang itu." Mei memperjelas keinginannya dan membuat Lee mengangguk mengerti.


"Baiklah, akan aku petik yang banyak untuk mu." Mei menjadi tersenyum senang karena itu.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Sedangkan di bagian sudut ruangan lain, seorang wanita muda masuk sambil melihat ke semua arah beberapa kali.


"Bagaimana?" Tanya seseorang dibalik sekat kayu dan tirai itu.


"Sudah hamba lakukan. Bukan hanya satu makanan, tapi ke semua makanan yang disajikan untuk putri Mei."


"Ada, Putri Mei merasa curiga karena ketidakhadiran pelayan pribadinya."


"Dan kau jawab apa?"


"Aku bilang, tidak tau dengan itu."


"Ini bayaran mu, pergi yang jauh setelah ini! Mengerti?"


"Mengerti Nona." Wanita muda berpakaian pelayan itu langsung pergi setelah mendapatkan upahnya dan sosok dibalik sekat itu tersenyum.


"Sekarang kita lihat, berapa banyak keberuntungan mu. Apakah kali ini juga?"


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Seperti permintaan istrinya, Lee tengah memetik buah persik untuk istrinya itu. Dan tentu saja hal itu menjadi tontonan bagi prajurit yang berada di sana.


"Siap?" Tanya Lee yang telah diatas pohon.


"Siap pangeran!" Jawab keduanya dan langsung saja Lee mengeluarkan jurus petik burung nya.


"Apapun akan aku lakukan untuk keluarga kecil ku!" Satu persatu buah persik berjatuhan ke keranjang yang telah disediakan.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


"Apa? Memanjat?" Tentu saja raja menjadi tak percaya mendengar kabar yang dibawa oleh prajurit kepada nya.


"Benar raja, ketika kami menawarkan diri. Pangeran menolaknya, pangeran bilang dari tangannya lah yang mengambil buahnya."


Raja mengangguk mendengar penuturan salah satu prajuritnya. "Aku mengerti, aku sangat paham. Ini adalah awal petualangannya."


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Diantara hijaunya pepohonan, dan lebat nya buah dari pepohonan serta hewan yang tampak bahagia dengan lingkungan alami mereka.


Dari langit yang begitu biru dan berteman dengan angin menyejukkan itu. Sebuah surat dibawa oleh burung yang berwarna kuning cerah di paruh nya.


"Surat? Ada kabar apa" Tangan yang baru saja selesai bermain dengan air itu langsung mengambil surat itu.


Bersambung.......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.