
Mola tampak mengamuk sejadi-jadinya karena apa yang diinginkannya tidak terjadi. "Bagaimana bisa itu terjadi? Kenapa? Aghh!"
"Mola, ada apa? Sayang kenapa kau marah?" Terlihat ibunya kebingungan dengan sikap putrinya itu.
"Ibu, aku sudah memberikan obat gatal untuknya. Aku ingin dia menjadi buruk rupa sehingga dia ditertawakan, semua orang memuji nya ibu."
"Kau berikan obat?" Tanya ibunya tidak percaya.
"Iya, aku berikan!" Jawab mola dengan kesal.
"Astaga, apa kau tidak tau apa yang kau lakukan ini? Kau bisa bermasalah Mola!"
"Aku tidak peduli! Aku hanya ingin dia menjadi buruk ibu! Ibu sendiri tidak mengerti aku!" Mola tampak semakin kesal dan membuang barang.
"Aghhh!"
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Ruangan besar nan bertirai itu hanya diisi oleh dua orang saja, tepatnya sang pemilik kamar indah itu. Tampak sang pria, memandangi dengan lekat wajah yang tengah tertidur pulas itu.
"Sayang?" Mei tampak mengumpulkan kesadaran nya dan terlihat wajah tampan suaminya.
"Apa kau merasakan sesuatu sayang? Ada yang sakit?" Tanya Lee dengan berturut-turut.
"Aku hanya merasa pusing, dan juga lapar." Mei menampilkan ekspresi menggemaskannya membuat Lee memeluknya dengan erat.
"Lee?" Tanya Mei yang terkejut dengan tingkah suaminya.
"Sayang kau tau, kenapa kau pingsan?"
"Karena aku lapar?" Tebak Mei yang membuat Lee semakin gemas.
"Kurang tepat, tapi...." Mei membiarkan Lee menggenggam tangan nya dan tak lama genggaman mereka berhenti di perut rata nya.
"Kita akan menjadi orang tua sayang, ada buah cinta kita disini. Kau bisa merasakan nya?" Ucapan Lee membuat Mei terdiam sejenak.
"Aku hamil?" Ulang Mei sambil mengelus perutnya.
"Lee.... Aku mencintaimu."
"Aku juga sayang, aku sangat bahagia dan ini adalah tambahan kebahagiaan kita. Aku akan menjaga kalian dengan baik." Mei mengeluarkan air mata bahagia nya dan memeluk erat tubuh suaminya.
"Aku tidak akan membiarkan seseorang mengganggu kebahagiaan keluarga kita." Ujar Lee yang merasakan pelukan istrinya.
Baik Lee dan Mei tengah bermanja-manja saat ini, sambil menunggu datangnya makanan untuk ibu hamil itu. " Pantas saja, aku merasakan keanehan pada mu." Mei mendongak menatap wajah suaminya meminta penjelasan lebih.
"Ingat, sore itu. Aku tengah memeriksa dokumen dan akan menandatangani nya, lalu dirimu...." Mei tampak mengingat kejadian yang dimaksud oleh suaminya.
🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟
Sore yang masih ditemani oleh mentari dengan kadar sinar yang lemah, terlihat wanita yang tengah mencari keberadaan seseorang. Tak lupa dengan gadis manis yang turut mengikutinya.
"Putri...."
"Kau bisa kembali saja Siu, aku akan mencari pangeran." Entah berapa kali Mei mengatakannya tapi Siu tidak beranjak juga.
"Kau lihat pangeran?" Tanya Mei pada salah satu prajurit yang lewat.
"Iya putri, pangeran di ruangan kerjanya." Dan langsung saja Mei melangkah ke ruangan kerja itu dan benar saja ia melihat suaminya di dalam sana yang tengah bekerja.
"Sayang?" Ujar Lee yang bingung melihat kedatangan istrinya.
"Kau dari mana saja? Aku mencari mu ke penjuru istana. Lihat, kaki terasa pegal. Aku sangat lelah." Mei menjatuhkan dirinya membuat Lee menangkap tubuh indah itu.
"Aku sudah bilang sayang, aku disini hingga sore. Kau lupa ya?"
"Benarkah? Aku rasa tidak."
"Sayang....." Lee tampak mengeram rendah, ketika merasakan serangan basah di lehernya.
Bersambung.......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.