
Sebelum membaca boleh berikan vote nya ya terimakasih banyak ❤️❤️❤️
Postur tubuh serta manik mata langsung berkerja segera. Terlihat para kawanan perampok yang mulai mendekat dan melayangkan pedang serta senjata mereka lainnya.
"Lindungi raja dan ratu!" Prajurit mulai bertarung, meskipun hanya beberapa tapi prajurit ini bukanlah sembarangan. Memiliki kemampuan bertarung meksipun belum sampai di pangkat tinggi.
Yuri yang melihat pertempuran di depannya, segera mencari Vanriel dan memeganginya. Membentuk lingkaran ketiganya saling waspada, dan juga mulai bergerak atau lebih tepatnya Yuri kesulitan karena tidak memiliki senjata seperti Tania di pundaknya.
Pedang berbentuk lengkung nan tajamnya mengkilap itu segera beraksi karena ia tidak mungkin hanya mengandalkan prajurit saja, lagipula tangannya juga gatal sebab perjalanan jadi terhambat. "Vanriel!" Yuri berteriak saat melihat anggota perampok lain sudah berada di belakang Vanriel dan melayangkan serangan, dengan sigap tangannya segera menangkis dan membuat perampok itu terhuyung ke belakang.
Suara dentingan pedang semakin terdengar jelas, melihat diantara yang lain, Yuri kesulitan dengan pakaian panjangnya yang membuat pergerakan nya terhambat serta rambutnya yang terurai lebih memperlihatkan mahkota biru nya membuat tangan perampok itu mengambil dengan mudah. "Aghh! Mahkota ku!" Teriak Yuri, layangan pedang serta serangan Yuri juga lihai tapi sayang, bajunya lebih cocok untuk fashion week.
Tidak terima miliknya diambil, Yuri segera menyerang pria itu, tapi sayang matanya yang tidak waspada akan dibelakang nya membuat dirinya menjadi tawanan.
"Berhenti, atau dia mati!" Baik Vanriel atau yang lainnya segera berhenti. Padahal hanya tersisa tiga orang lagi yang tersisa.
"Vanriel, tolong aku!" Mata yang sering memancarkan kebencian itu sekarang terlihat basah karena takut.
"Berikan barang berharga kalian maka dia akan kami lepaskan!"
"Kau!"
"Jangan mencoba menyerang, atau tidak ia tidak akan bisa berteriak lagi."
"Jangan lakukan itu." Bisik Tania yang membuat Vanriel bingung.
"Lalu, kau biarkan dia ditawan? Dia harus diselamatkan kau tega?" Tania hanya menggeleng kepala melihat pemikiran Vanriel dan menilai dirinya seperti itu.
"Lalu? Jika kita lawan, dia bisa tergores!"
"Apa yang kalian bicarakan? Ini bukan saatnya bicara raja dan ratu. Kami tidak menyangka, akan kedatangan anggota kerajaan ini."
"Vanriel, tolong aku... " Sepertinya perampok itu mulai melancarkan ancamannya terlihat goresan di pipi Yuri.
Vanriel menatap ratunya itu, yang terlihat sangat fokus menatap sesuatu. "Tunggu apalagi? Cepat!" Sentak Tania yang membuat Vanriel segera sadar dan memberikan kodenya untuk prajuritnya.
"Sekarang!"
"Yuri, tendang bagian utamanya!" Teriak Tania yang membuat pikiran Yuri langsung bener meskipun takut, kakinya segera menendang bagian inti pria itu membuat dirinya kesakitan bukan main, sehingga Yuri berhasil lepas dan pertarungan kembali terjadi.
"Auww..."
"Awas!" Tania menari balik sebuah senjata berbentuk lengkung nan sangat lentur tapi mematikan setelah melayangkan jarum mini yang mengentikan pergerakkan lawan.
"Sekarang kita selesaikan!" Tangan Lentik itu segera menjerat perampok yang mulai kalah itu dan ketiganya terjebak dengan senjata mereka sendiri.
Sekarang ketiganya terkurung bak anak ayam. "Katakan, kalian dari komplotan mana?" Tanya Vanriel yang tentunya tau gak seperti ini.
"Kami memilih diam daripada bicara siapapun juga!" Tolak salah satu diantara mereka.
"Sudah tertangkap tidak mau bicara?" Ketiganya sepakat menggeleng bersamaan.
"Apa alasan kalian?" tanya Tania membuat Yuri terkekeh geli.
"Pertanyaan apa itu? Tentu saja untuk merebut benda berharga seperti milikku ini!"
"Kembalikan milikku!" Yuri yang tidak sabar untuk mengambil miliknya segera menarik tanpa tau itu membuat bumerang untuknya.
"Aghh!" Teriakkan nyaring itu menggema di hutan dan tak lama aliran merah mengalir.
"Astaga!"
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.