Istri Reinkarnasi, CEO Kejam

Istri Reinkarnasi, CEO Kejam
Bab 98 : Menggoda


Pintu kamar terbuka, Manda menengok ke dalam. Dia mengernyit tidak mendapati suaminya. Pintu pun terbuka lebar-lebar, dia dengan perlahan berjalan masuk mendekati ranjang. Matanya fokus mencari Rafa dan kemudian berhenti di pintu kamar mandi.


"Hmm... sepertinya dia masih marah. Gimana nih?" desis Manda naik ke ranjang lalu duduk sila dengan manis.


"Tunggu habis mandi saja deh, setelah itu aku gado-gado-"


"Eh maksudnya goda-goda dia, hehehe."


Manda tersenyum lebar mendapati ide. Dia pun buru-buru mengganti pakaiannya dengan dress tipis berwarna putih hingga BH dan CD miliknya transparan dan terlihat seksi, tak lupa Manda berdandan. Setelah itu, dia kemudian tidur dengan posisi miring gemulai melirik kamar mandi. Manda yakin, dengan cara ini pasti dapat luluhkan suaminya. Tapi siapa sangka? Setelah pintu terbuka, Rafa keluar dan tidak mau meliriknya. Namun Manda tidak menyerah. Dia bersiul-siul merayu Rafa, seperti burung yang sedang mengajak kawin. Eaa...


Tapi siulan Manda tidak mempang, Rafa kini sudah memakai baju dan celana. Dia menutup lemari kemudian jalan melewati ranjang. Benar-benar Manda tidak dilirik sama sekali! Ini membuat Manda cemberut.


"Saaa... yang.... " kata Manda memanggilnya dengan sedikit menggoda lalu bersiul lagi. Rafa dengan malas pun menoleh. Ekspresinya datar sekali! Melihatnya saja sudah ditebak kalau Rafa tidak bernafsu.


"Hmp!" ketus Rafa membuang pandangannya, dia lanjut ke pintu kamar ingin keluar. Manda makin manyun, benar-benar kalau Rafa sudah di puncak amarahnya, dia sama sekali tidak dianggap. Alhasil, Manda tidak tinggal diam di atas ranjang saja, dia bergeges turun dan dengan manja bergelayut di lengan Rafa membuat pria itu berhenti membuka pintu.


"Saaayang, kok diam saja? Masih marah ya sama aku?" tanya Manda colek-colek lengan Rafa.


"Masih," jawab Rafa ketus.


"Duh, suamiku kalau lagi ngambek jangan digituin dong mukanya, kan-"


"Kan, apa?" potong Rafa menepisnya.


"Iyah deh, aku salah karena sudah maafkan Valen. Tapi kan ini juga baik, kita bisa mengawasinya dan tahu siapa yang bebaskan dia," ucap Manda memeluk Rafa dari belekang, tak lupa kepalanya bersandar di punggung suaminya itu.


"Tau ah, urus saja sendiri!" celetuk Rafa melepaskan Manda. Dia kesal karena dua hal yang terjadi hari ini, yaitu dia harus datang ke pernikahan Noah dan kemudian Manda malah maafkan Valen yang sudah kurang ajar.


"Ihh, jangan marah dong. Kan aku niatnya baik, jangan marah yayaya," mohon Manda bertingkah imut, tapi Rafa cuma menatapnya datar lalu memutar knop pintu. Tetapi Manda menahannya lagi.


"Saayang, aku mau mandi," cegat Manda menghalangi Rafa.


"Ya, terus kenapa?" tanya Rafa datar.


"Kamu jangan keluar dulu, aku takut mandi sendirian, kamu temani aku ya," jawab Manda bermanja-manja.


"Tidak!" tolak Rafa tegas.


"Yaaah, kok gitu sih. Ayolah, kamu temani aku mandi," mohon Manda lagi.


"Kamu buta ya? Ini kamu baru saja keluar dari rumah sakit. Harusnya mandi mu itu lebih baik ditunda!" celoteh Rafa menunjuk kening istrinya.


"Ta-tapi kan, kalau tidak mandi nanti istrimu ini akan bau, kamu mau tidur sama tubuhku yang bau ini?" balas Manda mengangkat dua tangan memperlihatkan ketiaknya.


"Nih, ketiak aku saja sudah bau. Nih coba kamu cium," tambahnya memajukan ketiaknya. Rafa sontak menurunkan tangan istrinya agar ketiaknya tertutup lagi.


"Cih, jorok sekali," ujar Rafa mundur.


"Ya sudah, temani aku mandi, kalau aku jatuh sana gimana? Kalau aku langsung mati, gimana?"


"Ya kalau kau mati, ya dikubur dong."


Mata Manda membola mendengarnya. Dia pun merajuk. "Ish, kok ngomong gitu, harusnya kamu nggak terima!"


"Kalau sudah ajal gimana? Kan nggak bisa diprotes lagi?" ucap Rafa sambil menahan tawa dalam hatinya melihat ekspresi kesal Manda.


"Ihh, dasar suami kejam. Tau ah, aku mau mandi sendiri," cetusnya jalan ke kamar mandi dengan emosi karena, idenya itu tidak berguna. Tapi tiba-tiba dia tidak sengaja menginjak lantai yang licin bekas telapak kaki Rafa. Manda membola akan jatuh ke belakang.


"Ahhhhh...."


Manda tersentak, dia membuka mata dan menatap bola mata suaminya. Manda terdiam ditangkap olehnya.


"Berhenti berpura-pura lagi, oke?"


Rafa mencentil kening Manda.


"Auhhh..."


Manda spontan memeluk Rafa, lalu menangis.


"Hiss... jahat, aku ini tadi beneran mau jatuh, bukan pura-pura. Kamu kok bodoh sekali!"


Rafa memutar bola matanya dibilang 'BODOH', bukannya terima kasih malah diledek oleh Manda.


"Ya sudah, aku temani mandi," ucap Rafa luluh.


"Wah, benarkah?"


Rafa terperanjat melihat ekspresi istrinya dengan cepat berubah tangis menjadi ceria.


"Iya istriku yang bawel. Sudah puas kan?" cubit Rafa gemas ke dua pipi Manda.


"Hihihi, kalau gitu suamiku nggak marah lagi kan?" cengir Manda menggoyangkan pinggulnya. Rafa tertawa kecil kemudian mengacak berantakan rambut Manda.


"Uhhh, jangan diacak-acak, nanti rambutku rontok. Kamu mau punya istri botak?" celetuk Manda menepuk-nepuk tangan Rafa.


"Biarin!" ujar Rafa langsung mengangkatnya, membuat Manda menjerit histeris dibawa ke dalam kamar mandi.


"Huaa, jangan naik ke bathtub juga, kau kan sudah mandi," jerit Manda diletakkan ke dalam bathtub berisi busa hingga meluap.


"Oh tidak, siapa yang tadi kode-kodean?" lirik Rafa ke bola dada istrinya.


"I-itu tadi kan buat di ranjang, kalau di sini tidak berlaku lagi," sela Manda menutup dadanya.


"Tidak berlaku? Oh iyah kah?" senyum Rafa menyeringai dan membuka semua bajunya hingga tela-njang dada kecuali celana.


"Ahhhh, nggak usah ikutan mandi!" jerit Manda terpojok ke tepi bathtub. Rafa tertawa sangat puas, dia pun dengan genitnya menggoda Manda.


"Istriku, apa kau tega tidak memberi makan burungku?"


Manda menelan ludah.


"Aku baru sembuh, tidak bisa melayanimu."


Rafa melotot.


"Ya sudah, mandi sendiri! Jangan minta aku gosok punggungmu," ucap Rafa kecewa dan ingin berdiri. Tapi Manda menariknya duduk lagi.


"Hiks, kalau aku sakit lagi, gimana?" isak Manda akting lagi. Rafa pun manyun, memonyongkan mulutnya. Dia pun mengambil sabun dan berkata, "Hm, berbaliklah!" Manda pun cepat-cepat berbalik memberi punggungnya. Dia membuka dress tipisnya dan melemparnya ke lantai hingga tidak sehelai kain melekat di tubuhnya.


"Terima kasih," ucap Manda senyum-senyum sendiri. Tapi tidak terduga, Rafa mengambil kesempatan.


"Ahhh..." desah Manda terkejut Rafa mengecup lehernya, sontak Manda memercikan air ke wajah Rafa. Manda tertawa melihat busa hampir memenuhi muka suaminya. Rafa marah, dia balas dendam.


"Hahahaha." Keduanya asik berduaan, tawa mereka memenuhi kamar mandi dan tak lupa senam irama, ah uh ah.


Asik asik derr bisa sama Paksu lagi😚🤣