
Rafa dan Manda bersama menuju ke arah mobilnya, disertai anak kembarnya. Tiba-tiba saja, Rafa berhenti setelah melihat Noah sedang berdiri di dekat mobilnya sendiri. Begitu pula Manda berhenti di samping Rafa. Benar-benar Noah tidak pergi setelah mengantarnya ke perusahaan.
"Kenapa dia masih ada di sini?" Manda dan Rein berpikir hal yang sama.
"Ish, ada apa kamu datang kemari?" tanya Rafa menghampiri Noah. Noah belum menjawab, dia tampak lebih banyak menatap Manda yang sedang berdiri di dekat Triple R.
"Noah, apa kamu tuli sampai tidak menjawabku?" greget Rafa menghalangi pandangan Noah ke Manda.
"Oh tidaklah," cetus Noah agak kesal.
"Lalu jawab, apa tujuanmu datang ke perusahaanku?" tanya Rafa dingin.
"Tidak ada maksud lain sih, aku cuma ingin dekat dengan anak-anakmu," jawab Noah tersenyum dan melambai ke Triple R.
Rara dan Rain balas melambai kecuali Rein yang jengkel di dekat Manda.
"Cih, kau sangat mencurigakan." Rafa menyipitkan matanya sambil berdecak.
"Hahaha, astaga aku tidak punya niat jahat apa-pun, aku cuma ingin mengajak kalian ke sebuah tempat permandian yang lagi terbuka. Anak-anakmu pasti ingin ke sana bermain," jelas Noah memberi beberapa tiket. Dua mata Rain dan Rara membola, keduanya berlari cepat sebelum Rafa menolaknya. Benar, Rafa ingin menolak, tapi dua anaknya segera teriak.
Noah tersenyum picik dalam hatinya. Dia tahu dua anak ini memiliki sifat yang sama. Sama-sama manja.
"Daddy, ayoo kita ke sana! Ayoo Daddy!" rengek dua anak itu ke Rafa. Walau sama-sama merengek, Rara dan Rain tetap saling acuh.
"Tidak, kalian tidak akan ke sana." Rafa menolak cepat.
"Huaaa… Daddy ayoo kita ke sana. Rain mau main seluncur," rengek Rain memanjat tubuh ayahnya saking cintanya ke pemandian.
"Daddy kita ke sana yuk, Rara ingin main di kolam renang," kali ini Rara yang makin merengek sambil menarik-narik tangan Rafa. Sehingga sang ayah jadi greget dengan tingkah dua anaknya.
Rein di dekat Manda cuma menahan tawa, dia sangat setuju bila Rafa menolaknya. Bocah itu pun mendongak ke Ibunya yang diam dari tadi.
"Mommy, apa mau ke sana juga?" tanya Rein ke Manda.
Sebenarnya Manda setuju dengan Rafa yang menolak, tapi melihat dua anaknya yang masih merengek ke Rafa jadi tidak tega dan kasihan. Terutama Rara yang memang suka bermain ke kolam renang.
"Baiklah, kita ke sana dan ikut bermain," jawab Manda menarik Rein lalu menghampiri mereka. Rein sedikit terkejut dengan Ibunya yang setuju.
"Kenapa Mommy setuju? Apa mungkin Mommy lakukan ini demi Om Noah?" batin Rein sedikit gelisah kalau Ibunya dan Noah punya hubungan rahasia.
"Sudah-sudah, Mommy kalian tidak boleh capek. Daddy tetap menolak, dan untuk tiket ini lebih baik kau berikan ke orang lain saja!" tolak Rafa menunjuk Noah.
"Huaaaa…. Daddy jangan tolak. Kami mau ke sana," isak keduanya bersama-sama.
"Jangan berikan," sahut Manda sudah berdiri di antara mereka. Noah mengerutkan dahinya mendengar Manda tidak setuju tiket itu dilepaskan.
"Rafa, anak-anak ingin ke sana. Biarkan kita pergi ke permandian itu, aku tidak capek kok hari ini," tambah Manda tersenyum manis.
"Tapi sayang, kau kan tadi bilang sakit kepala," elus Rafa ke rambut Manda dengan lembut membuat Noah jadi iri hati.
"Hm, tidak kok. Tadi itu aku cuma bohong biar kamu pergi keluar denganku," cengir Manda bersikap malu-malu.
"Oh jadi kamu bohong ya. Istriku beraninya berbohong, apa tidak takut aku beri hukuman?" gemas Rafa memencet hidung Manda membuat Noah semakin iri hati. Rara dan Rain pun memeluk Ibunya di kedua sisi.
"Mommy ayo kita ke sana, yuk." Keduanya memohon ke Manda. "Ish, mereka ini kenapa bodoh sih!" gerutu Rein merasa adiknya menyebalkan.
"Jangan nangis ya, Mommy mau kok ke sana, sayang."
"Yeeey, Mommy yang terbaik!"
Terpaksa Rafa setuju lalu mengambil tiket di tangan Noah. Noah tersenyum miring dapat berbaur di dalam keluarga kecil Rafa. Niatnya cuma satu, mendekati Manda secara diam-diam.
"Baiklah, kalian bertiga duduk di mobil Noah. Biarkan Daddy duduk sama Mommy saja di mobil," ucap Rafa kepada tiga anaknya.
"Yeeey, thnks you Daddy!" Rara dan Rain berlomba naik ke dalam mobil Noah, diiikuti oleh Rein. Tidak lupa Rein melotot ke Noah, memberi isyrat kalau jangan macam-macam. Noah cuma tersenyum kecut dipelototi oleh Rein.
Manda pun pergi bersama Rafa ke mobil lain tanpa melihat dan bicara ke Noah. Noah menggigit bibir bawahnya lalu bergumam.
"Dia sepertinya bodoh, wanita ini bisa dengan mudah aku dapatkan. Baiklah, ini langkah awal dekat dengannya." Noah pun masuk ke dalam mobilnya, dia melaju duluan ke permandian bersama Triple R.
Sementara Rafa yang duduk di kursi setir belum menyalakan mesin. Manda yang duduk di dekatnya jadi keheranan.
"Kenapa belum jalan? Nanti kita tertinggal loh," ucap Manda meletakkan tas ke pangkuannya lalu memegang tangan kiri suaminya. Rafa menoleh ke Manda kemudian menyentuh kening Istrinya.
"Kau yakin ingin ke sana? Kepalamu sungguh tidak sakit?" tanya Rafa khawatir.
"Tidak dong, aku ini kan istri yang kuat!" jawab Manda bersemangat. Rafa tertawa dalam hati melihatnya yang lucu.
"Sayang," lirih Rafa mengelus pipi Manda.
"Hm, kenapa?" tanya Manda bertatap muka. Rafa terdiam, jari-jarinya menyentuh bibir Manda membuat wanita itu berdebar-debar.
"Eh, apa dia mau menciumku di dalam mobil?" pikir Manda semakin deg-degan. Tepat sekali, Rafa semakin mendekati wajah Manda. Dia pun meluncurkan ciumannya ke bibir istrinya.
Awalnya sangat lembut membuat Manda terhenyak, tapi lama-lama Rafa seakan lebih ingin menikmatinya.
"Ra-rafa, kita ada di mobil. Nanti orang melihat kita," tahan Manda mencoba ingatkan Rafa. Dia tahu suaminya ini sedang bernafsu padanya.
"Tidak sayang, kaca mobil tidak transparan. Kau tidak usah cemas, tidak ada yang akan melihat kita," ucap Rafa kembali mencumbu Manda bahkan melu-mat bibirnya dengan penuh naf-su kemudian menurunkan kursi itu hingga posisi mereka sangat bagus.
Tenaga Rafa yang kuat membuatnya tidak berdaya, apalagi dia terlentang di bawah Rafa.
"Rafa, kita akan tertinggal. Lebih baik kita tunda dulu." Manda sekali lagi ingin menahannya. Tapi Rafa tetap menindihnya dan mengecup leher Manda dan menjajah tubuh istrinya.
"Tidak sayang, ini cuma sebentar. Aku akan melakukannya dengan cepat, patuhlah layani aku. Aku sudah lama menahan ini dan sekarang biarkan aku memuaskannya." Rafa memohon lalu meluncurkan ciumannya lagi ke bola dada istrinya yang memukau.
"Ahh … tapi jangan lakukan aneh lainnya, uuuh." Desa-han istrinya yang setuju membuat Rafa semakin bergairah, dia pun melepaskan cepat gejolak nafsunya sekarang. Manda cuma menahan desa-hannya dengan menggigit bibir bawah saat dihantam oleh junior Rafa.
Setelah melakukan itu, Rafa pun merasa cukup puas. Dia pun memperbaiki bajunya dan mulai menyalakan mesin. Mobil itu pun melaju ke tempat permandian. Rafa sangat berbunga-bunga, dia sesekali melirik Manda yang tertidur di sampingnya. Tantu Manda capek sampai tidur pulas.
"Hmm, aku akan lanjutkan lagi di sana." Rafa ternyata belum puas sepenuhnya. Dia masih ingin memuaskan nafsunya di permandian nanti.
Sesampainya di sana, Rafa dengan lembut membangunkan Manda. Spontan Manda terbangun dan segera memperbaiki baju yang berantakan.
"Ish, kenapa tidak perbaiki bajuku juga," desis Manda sedikit sesal.
"Kalau aku perbaiki, nanti yang ada aku kembali menidurimu, sayang."
Manda merona dibisik begitu, dia merasa geli lalu keluar cepat dari mobil. Rafa tertawa lepas melihat istrinya tampak malu-malu. Namun siapa sangka, bekas cupan di leher Manda yang banyak tertinggal mengejutkan Noah yang sedang berjalan menghampiri mereka.
"Cih, Rafa sialan. Dia masih sempatnya melakukan itu ke dia!" Noah berdecak dalam hati, dia marah melihat cupan di leher Manda.
Sedangkan Manda yang tidak sadar bekas cupan itu, secepatnya dia melewati Noah, dia tidak mau berdekatan dengannya. Manda pun berjalan ke arah anak-anaknya. Sementara Rafa berhenti di depan Noah, dia bertatap muka dengan senyum kemenangan. Rafa sengaja memberi banyak bekas itu agar Noah tahu kalau Manda adalah miliknya.
"Jika kau tidak punya niat lain, sebaiknya jauh-jauhlah dari istriku."
Pak!
Rafa menepuk bahu Noah kemudian meninggalkannya berdiri seorang diri.
"Brensek! Dia sengaja memancing kemarahanku!" geram Noah dalam hati. Sepertinya Rafa tahu kalau Noah diam-diam mengejar istrinya. Jadi dia sengaja mengajak Manda bercocok tanam di dalam mobil.
Saat Noah mau mengahampiri mereka, tiba-tiba saja dua matanya menangkap sebuah mobil yang juga baru sampai. Noah kaget, dia pun serius menatap wanita yang turun dari mobil itu.
"Helena? Tidak, dia bukan Helena. Dia Nerin, mantan Rafandra. Tapi gara-gara wajah itu, aku dan Manda putus. Wanita sialan sepertimu tidak akan aku lepaskan juga!" gertak Noah merasa Nerin adalah sasaran untuk kekesalannya. Menganggap Nerin adalah Helena. Biang kerok yang sudah menghancurkan hubungannya dengan Manda.
"Akan aku balas rasa kesal ini padamu!"
Jangan lupa like dan favoritkan ya biar Manda semangat lanjut bercerita tentang dunia halunya😄. Tolong ya semangati Author biar Manda lanjut terus, thank and see you all😚.