Istri Reinkarnasi, CEO Kejam

Istri Reinkarnasi, CEO Kejam
Bab 46 : Ahhhh ahhhh uhhhh


Alarm elektronik digital di atas meja berdering menunjukkan pukul 05.26 subuh. Suara alarm itu memenuhi isi kamar Rafandra. Karena begitu berisik, Rafa pun perlahan terbangun lalu mematikan alarm. Ia mengerjap-erjapkan matanya mencoba melihat dengan jelas. Tak lupa Rafa menguap sedikit sembari menengok ke sebelahnya. Alis kanannya langsung terangkat.


"Hais, dia benar-benar memukul seluruh badanku. Padahal aku hanya ingin mengajaknya bergulat saja!" Rafandra mendesis sakit di seluruh badannya, ia kemudian berbaring sebentar. Menutup mata untuk tenang sejenak.



Setelah nafasnya sudah normal. Rafandra beranjak lagi, ia menengok ke Manda yang masih tertidur pulas. Seluruh penampilan Manda sedikit berantakan dengan rambut acak-acakkan. Aksi ingin bergulat kemarin sungguh gagal total.



"Hei, Macan!"


"Sampai kapan kamu tertidur ha! Bangunlah, siapkan sarapan untukku sekarang juga!" perintah Rafa menendang kaki Manda. Manda tiba-tiba menggeliat dibangunkan.


"Emmh... suruh pelayan saja, aku masih ingin tidur." Manda yang setengah sadar langsung menolak. Ini membuat Rafa emosi melihat Manda memeluk guling. Rafa mengambil satu kertas lalu menjadikannya terompet, ia mendekati telinganya kemudian dengan ancang-ancang berteriak.


"WOI ISTRIKU! SAMPAI KAPAN KAMU NGOROK DI SINI HA!"


Spontan Manda terbangun.


"Ahhhhhh... menyebalkan! Telingaku sakit tahu!" cetus Manda segera bangun.


"Rasakan itu, sekarang keluarlah. Siapkan sarapan pagi untukku," perintah Rafa ikut bangun.


"Kenapa harus aku? Bukannya ada pelayan?" Manda bertanya belum pindah dari tempatnya. Rafa tersenyum licik, kemudian mendekati Manda.


"Karena kita sudah menikah, jadi yang harus mengurus keperluan aku sekarang adalah KAMU! Jadi keluarlah, jangan mengomel pagi-pagi ini!" titah Rafa masuk ke kamar mandi untuk membasuh mukanya.


"Blablabla, oke... biarkan aku buatkan nasi goreng spesial untukmu, aku akan beri level jumbo khusus suamiku ini, hehehe."


Manda mendesis, ia pun mengikat rambutnya kemudian keluar dari kamar, ia pergi membasuh muka di kamar lain.


Cklek! Rafa mengintip dari dalam kamar mandi.


"Hm, apa dia sudah pergi?" pikir Rafa keluar dari kamar mandi hanya bermodal CD saja hingga bentuk juniornya. Ia bodoh melupakan sesuatu, Rafa pun cepat-cepat mengambil handuk. Saat mau masuk lagi, ponselnya berdering di atas meja. Itu dari Ny. Mira.


"Eh, tumben Mami telepon pagi-pagi begini?" pikir Rafa cepat mengangkatnya.


^^^Rafandra^^^


^^^Halo Mi, ada apa menghubungi ku?"^^^


Nyonya Mira


Mami dengar dari sekretaris Jho, kalau Rain adalah anak Sheila. Jadi itu artinya, Valen telah berbohong?


^^^Rafandra^^^


^^^Benar Mi, sekarang Rain bersama ku. Aku dan Sheila ingin mengadakan pesta pernikahan. Mami dan Papi bisa ke sini? Aku ingin cepat-cepat mengadakan pesta sebelum ada yang mencari keributan denganku.^^^


Nyonya Mira


Baiklah, Mami dan Papi serta lainnya akan hadir. Mami jadi tidak sabar ingin melihat cucu Mami yang lainnya. Kamu jaga mereka sampai kami ke sana.


^^^Rafandra^^^


^^^Siap, terima kasih, Mi.^^^


Setelah panggilan Ny. Mira berakhir, Rafa pun menghela nafas lega. Ia meletakkan ponselnya di atas meja lalu berjalan ke kamar mandi. Melanjutkan mandi paginya. Air hangat dari shower membasahi seluruh tubuhnya yang esthetic.



Dalam pikiran Rafa, ia sedang mencari ide bagaimana untuk mengakhiri pertunangan Valen. "Apa lebih baik aku ke rumah Valen dulu?" pikir Rafa.



"Baiklah, mungkin lebih baik begitu. Valen harus diperingatkan agar tidak mendekati keluargaku. Ayahnya mungkin tidak terima aku memutuskannya, tapi dia juga pasti kecewa telah dibohongi oleh anaknya sendiri." Rafa membulatkan niatnya untuk ke rumah Valen terlebih dulu.


Cklek!


Rafa keluar dari kamar mandi, ia terkejut melihat persiapan kantornya telah sedia di atas ranjang.


"Apa dia yang menyiapkan tadi?" pikir Rafa mengamati jasnya. "Hm, hebat juga. Dia sudah tahu tugasnya sekarang dan pintar memilih setelan yang cocok untukku." Rafa pun memakai setelan Brioni Vanquish ll. Dia sekarang sudah siap dengan jasnya yang menawan. Rafa yang berdiri di depan cermin pun melihat jam tangannya sudah pukul 07.00 pagi. Ia pun berjalan menuju ke ruang dapur. Baru juga selangkah kedua anaknya yang sudah duduk menunggunya dari tadi menyapanya bersamaan, kecuali Rein yang duduk santai.


"Good morning, Daddy!"


"Wow, good morning to Rara, Rain."


Chup!


Chup!


Rafa mengecup kepala putri dan putranya, kecuali Rein yang tidak mau. Ia pun menarik kursi lalu duduk sambil melihat anak-anaknya. Rafa mengernyit, ia merasa ada yang kurang dari penglihatannya.


"Di mana Mommy kalian?" tanya Rafa pada ketiga anaknya. Baru saja mau menjawab ayahnya, Manda cepat-cepat menyahut sembari meletakkan lima piring ke atas meja dari nampan.



STOP!!


Tiga anak kembar terperanjat mendengar bentakan Rafa. Begitu pun Manda yang ikut terkejut heran. Rafa mendengus kemudian melihat Manda. "Bisakah kamu tinggal duduk? Tidak usah menjelaskan semua yang ada di piring ini." Tunjuk Rafa pada nasi goreng itu.


"Oh dan juga, aku ingin nasi goreng yang lebih enak. Jadi berikan padaku sekarang juga," imbuh Rafa bersandar ke kursi. "Pfft, Daddy seperti bos besar yang lagi menyuruh asistennya." Tiga anak kembar saling menahan tawa.


"Baiklah Tuan CEO. Ini nasi goreng khusus untuk mu," ucap Manda berbicara lembut. Manda meletakkan satu piring ke hadapan Rafa, setelah itu Manda duduk untuk ikut sarapan juga.


Sebelum makan, mereka mengawalinya dengan berdoa. Suasana terasa begitu tenang, hingga Rafa juga ikut merasa nyaman. Setelah berdoa, mereka pun makan dengan lahap. Namun beberapa detik kemudian, suara Rafa membuyarkan ketenangan ini.


Aaahhhh... ahhhh .... uuuuh.... ahhhhh....


"Ada apa, Daddy?" kaget Rara dan Rain bertanya. Mata Rafa menyoroti Manda yang menahan tawa.


Ahhhh uhhhh... ped.... ahhhhh aaaierrrr.... pedassss...


Rafa meronta-ronta bagaikan cacing yang terbakar. Manda pun berpura-pura panik segera mendekati Rafa.


"Kamu kenapa? Nasi gorengnya kurang pedas? Atau kamu tidak bisa makan?" Rafa menggelengkan kepala.


Ahhhhh ahhhh.... uhhhhh... hhaahhhh Pedassss Sheiii!


Pfft...


"Ahahaha... nih air minumnya. Hati-hati jangan sampai kamu keselek sama gelasnya juga." Manda tertawa geli segera memberi segelas air.


Glug!


Glug!


Glug!


Tiga tegukan belum mereda pedasnya dari nasi goreng Manda. "Kamu sengaja ya, Shei?" selidik Rafa masih kepedasan. Lidahnya seakan lemas habis terbakar oleh cabai. Tiga anak kembar diam-diam turun dari kursi sebelum mendengar lanjutan dari perdebatan orang tuanya pagi ini.


"Tidak kok, aku cuma kasih cabai rawit 30 biji."


Glug!


Huk huk huk...


Rafa terbatuk-batuk mendengarnya. "Hais, kamu ingin membunuhku pakai cabai rawit sebanyak ini ya?" Rafa spontan berdiri dan melototinya.


"Ti-tidak kok, bukannya kamu bilang mau yang enak? Nah ini itu nasi goreng yang paliiiing eeeennaaaak!" Manda memberi dua jempol. Rafa naik tanduk segera memberi balasan.


Chup!


Mata Manda hampir meledak, tak sangka Rafa menciumnya terang-terangan di depan para pelayan. Pipi Manda merona, bukan karena tersipu tapi merasa terbakar.


Aahhhhh.... aahhhhh.... pejasss... Yaaffaaa... kanyu... sial... ahhhhh pejasss...


Glug!


Glug!


Glug!


Ahahahaha....


Rafa tertawa lepas sudah membalas Manda. Matanya pun melebar melihat bibir Manda sedikit bengkak setelah habis meminum air. Tentu karena Rafa tidak mencium Manda saja, tapi ia juga mengigit bibir Manda hingga meninggalkan bekas balasan darinya.


"Iiiihhh Rafaaaaa!" teriak Manda mengejarnya.


"Pfft, ahahah kamu yang duluan!" ledek Rafa menghindar. Aksi konyol mereka memenuhi isi ruang dapur. Dua anak lelaki kembarnya yang berdiri di pintu cuma menepuk jidat melihat tingkah mereka yang lebih dari kekanak-kanakkan. Beda dengan Rara yang senyum sumringah.


"Wah... Daddy makin romantis sama Mommy, sampai-sampai mau main kejar-kejaran."


Pak! Rein dan Rain kembali menepuk jidatnya. Ditambah Rafa dan Manda saling berdebat satu sama lain.


"Pfft ... inilah yang namanya ciuman HOT! Ahahaha."


____


Selesai baca, mohon tinggalkan :


+Like


+Komen


+Hadiah


+Vote


Terima kasih ^^