Istri Reinkarnasi, CEO Kejam

Istri Reinkarnasi, CEO Kejam
Bab 51 : Kamu Menyebalkan!


Tiga hari berlalu, Manda baru bisa bangun dari ranjang. Benar-benar Rafa membuatnya kesusahan. Ia terbangun di pagi ini, meremas kepalanya yang berdenyut-denyut. "Fiuh, sekarang waktunya aku bangun, aku tidak bisa berlama-lama di hotel ini." Manda meregangkan tangannya, kemudian beranjak dari kasur. Ia pergi ke kamar mandi. Nampak ia sudah bisa berjalan normal.


Setelah berdandan, kini Manda iseng-iseng membuka ponsel. Matanya terbelalak melihat Rafa mengadakan konferensi pers hari ini. Nampak Rafa mengumumkan kepada publik soal hubungan percintaannya. Manda duduk menyaksikan konferensi pers itu.


"Presdir Rafa, kami telah menunggu anda sejak lama untuk memberi kami penjelasan. Apa benar, anda dan Nona Valen tidak memiliki hubungan lagi?"


"Apa benar, Presdir Rafa sudah berisitri?"


"Jika begitu, siapa istri sesungguhnya Presdir Rafa?"


"Di mana istri anda, Presdir?"


Pertanyaan-pertanyaan dari wartawan memenuhi konfrensi pers hari ini. Di depan kamera yang begitu banyak, Rafa pun dengan santai melirik ke salah satu kamera. Manda mundur dari tempatnya, seakan Rafa tahu jika ia sedang menonton sekarang.


"Tatapan apa itu?" pikir Manda mendesis kemudian terperanjat mendengar penjelasan Rafa.


"Baiklah, karena tiga hari ini saya begitu sibuk jadi hari ini saya akan mengatakan tiga hal di depan kalian, jika satu-"


"Saya dan Nona Valen dari awal hanya bertunangan dan kami sudah tidak berhubungan semenjak dia membongi ku,"


"Dua-"


"Saya memang sudah menikah dan mempunyai istri sekaligus tiga anak kembar yang menggemaskan,"


Wartawan heboh, ini berita yang akan populer di kota ini. Mereka serius merekam pernyataan Rafa. Manda yang mendengarnya segera berdiri, ia mengambil segelas air akibat kehausan.


"Lalu tiga-"


"Istri saya adalah putri dari keluarga William,"


Wartawan dan reporter berbisik-bisik.


"Keluarga William? Apakah itu Nona Delsi atau Nona Sheila?" tanya mereka semakin penasaran.


"Jika kalian ingin tahu, kalian bisa melihat dan bertemu dengan di hotel Clasmons. Istriku sedang beristirahat di sana."


Byurssss!


Huk huk huk


Manda menyembur, ia terkejut Rafa benar-benar mempublikasikan dirinya ke media. Manda panik, ia tidak tahu cara menghadapi media. Manda segera pergi dari kamar hotel.


"Berandalan ini, bukannya aku sudah bilang kalau aku tidak mau diekspos ke media! Bikin jengkel saja!" Manda menggerutu dalam hati, namun setelah membuka lift, ia bertemu dengan begitu banyak reporter yang berdatangan ke hotel Rafa.


"Arghh, dia benar-benar ingin aku mati digebukin?" batin Manda segera menunduk, untung saja ia pakai switer dan mereka tak mengenalinya. "Aku harus secepatnya pergi dari sini, dia seakan menjadikan aku burunon! Dasar suami ngeselin!" rutuk Manda memasuki taksi. Manda menghela nafas di dalam taksi.


"Pak, tolong bawa saya ke mansion di jalan XXX," perintah Manda pada pak supir. Pak supir berhenti sejenak, ia agak merasa aneh.


"Bukannya ini jalan ke mansion Tuan Rafa?"


"Eh, bapak kenal dia?" tanya Manda was-was.


"Benar Nona, dia sudah dikenal di kota ini, apalagi tadi Tuan Rafa melakukan konferensi pers, tak sangka dia sudah beristri dan hubungannya dengan Nona Valen hanyalah rekayasa. Tapi saya jadi penasaran, siapa istri Tuan Rafa? Apa mungkin Nona Delsi atau Nona Sheila?" jelas Pak supir mulai menyetir mobil.


Deg! Manda memasang masker, ia takut bapak ini mengenalinya.


"Menurut bapak siapa?" tanya Manda ingin tahu.


"Apa mungkin itu Nona Delsi?" tebak Pak supir.


"Mengapa anda berkata begitu?" tanya Manda lagi.


"Itu karena, Nona Sheila pernah dinyatakan sudah meninggal,"


Deg! Manda makin terkejut, darahnya mulai mendidih mendengarnya. "Ini semua gara-gara Delsi, jadi satu kota mengetahui Sheila sudah meninggal!" decak Manda dalam hati. "Bapak jangan simpulkan dulu, mungkin saja Nona Sheila masih hidup." Manda membetulkan.


"Ahahaha, mungkin begitu Nona. Jadi kemana tujuan Nona?" tanya pak supir lagi. Saat Manda mau jawab, ponselnya bergetar. Manda membukanya sebentar ternyata itu dari putrinya, Rara.


"Mommy, cepatlah ke rumah Nenek Mira. Rara sedang ada di sini bersama Kak Rein dan Rain. Kami lagi bermain bersama Oma dan Opa, kami merindukan Mommy."


Setelah membaca pesan itu. Manda pun menjawab pak supir.


"Ke mansion Tuan Raka, Pak!"


"Sa-saya ingin mengunjungi seseorang di sana, Pak," jawab Manda gelagapan.


"Wah, Nona bekerja di sana?" tebak Pak supir lagi. Manda dalam hati sedikit greget padanya. "Astaga, dia banyak tanya juga." Manda pun tersenyum dan mengiyakan.


"Benar, Pak. Lebih baik bapak fokus ke depan," lanjut Manda berbohong.


"Baik Nona."


Manda menghela nafas. Ia pun mengotak-atik ponselnya. Tiba-tiba ia dapat satu pesan dari Rafa.


"Hei, istriku. Apa kamu sedang melarikan diri?"


Manda meremas ponselnya. Ia pun membalas pesan itu.


"Apa kamu sengaja? Aku hampir digebukin oleh mereka! Dasar!"


Ting!


"Pfftt... apa kamu takut mereka?"


Manda mendesis kesal.


"Tentu saja tidak, aku hanya kasihan pada diriku sendiri. Kamu menyebalkan!"


Rafa yang duduk di kantornya, nampak ia sudah selesai melakukan konferensi pers. Kini ia tertawa membaca pesan dari istrinya yang berhasil dia lacak. Rafa pun melihat sekretaris Jho kemudian berdiri, berjalan ke arah jendela bening di depannya.


"Sekretaris Jho, bagaimana kabar wanita itu?" tanya Rafa ingin tahu kondisi Valen. Sekretaris Jho membuka berkasnya, kemudian membacakan hasil laporannya.


"Presdir, yang saya dapatkan... sepertinya Nona Valen masih dalam penyelidikan. Dalam bantuan ayahnya, mungkin Nona Valen tidak akan dipenjara,"


"Benar, Valen memang tidak akan dipenjara. Baginya ini sangat mudah untuk diselesaikan hanya menggunakan uang. Dia bisa menyewa pengacara hebat dari bantuan ayahnya,"


"Jika begitu, apa kita akan membiarkannya?" tanya Sekretaris Jho. Rafa berbalik melihatnya, kemudian mendekati sekreatrisnya. Tersenyum kemenangan.


"Tentu saja tidak, Jho. Jika dia mencoba lagi mendekati istri dan anak-anak ku, dia akan mendapatkan konsukuensinya yang lebih berat, dan mana mungkin juga dia akan lagi mengacau. Media sudah membencinya dan ini membuat mentalnya pasti terganggu,"


"Sekarang bekerjalah. Hari ini aku punya urusan." Rafa menepuk bahu Sekreatris Jho kemudian pergi meninggalkan ruangannya. Sekretaris Jho diam-diam menghubungi seseorang. "Nona, saya sudah membujuknya untuk melakukan konferensi pers, jika Nona ingin tahu siapa istrimya, Nona lebih baik datang menemuinya."


"Baiklah, kamu memang bisa dihandalkan selama ini, terima kasih atas infonya, Jhosua," seorang wanita membalas panggilannya.


"Sama-sama, Nona. Ini memang tugas saya untuk mematuhi Nona."


Panggilan misterius itu berakhir. Sekretaris Jho keluar dari ruangan Rafa. Sedangkan di sisi lain, di rumah besar. Nampak seorang wanita duduk membelakangi sambil memandang ke arah luar jendela.


"Tidak akan lama lagi aku akan menemuimu, sayang. Tidak sangka kamu sudah beristri dan memiliki anak. Apa itu Delsi atau Sheila?" pikirannya berkecamuk. "Satu lalat meresahkan sudah disingkirkan oleh Rafa sendiri, namun sepertinya istrinya ini sangat pandai juga memikat hati Rafa hingga Rafa mengakuinya di depan publik. Beraninya dia merebut priaku dan memiliki anak darinya!"


Prang! Gelas di tangannya dilempar hingga pelayan wanita yang ada di belakangnya tersentak.


"Nona muda, anda baik-baik saja?" tanya pelayan itu gemeteran. Tahu, wanita ini sedang iri dan cemburu.


"Bibi, beritahu pada asistenku untuk sediakan aku tiket penerbangan. Giliran aku tampil kali ini,"


"Ba-baik Nona." Pelayan itu pergi meninggalkannya. Wanita itu berbalik melihat pintu di depannya. Sorotan matanya begitu tajam.


"Rafa, aku merindukan mu."


_____


Selesai baca, mohon tinggalkan :


+Like


+Komen


+Hadiah


+Vote


Terima kasih Mommy ^^


Jika kalian tidak suka, kalian boleh tinggalkan, tapi usahakan baca sampai habis ya 😞