
Satu mobil berhenti di depan mansion Rafa, tak lama kemudian satu demi satu mobil berdatangan. Semua yang berada di dalam mobil keluar dengan tampilan yang menawan. Mereka adalah keluarga besar Welfin yang hadir untuk menyiapkan pesta pernikahan Rafandra. Mereka disambut baik oleh para penjaga yang ditugaskan untuk ketat menjaga mansion selama pesta berlangsung hingga selesai.
Dari lantai atas, Rara dan Rein terlihat berdiri di dekat adik bungsu, Rain. Keduanya menunjuk bersamaan ke arah mereka.
"Rain, siapa mereka semua?"
"Mereka keluarga besar Daddy," jawab Rain tersenyum. Rara melongo, sedangkan Rein fokus melihat dua anak berusia 10 tahun yang mirip berjalan di antara mereka bersama satu anak bertopi hingga wajahnya tertutup.
"Kemarilah, kita turun menyambut mereka." Rain menarik tangan Rara menuruni tangga, meninggalkan Rein yang masih berdiri di tempatnya.
Para pelayan yang berkumpul segera memberi sambutan. Keluarga welfin hadir tanpa tertinggal satu pun. Bahkan Aradella dan Devan datang bersama tiga anaknya. Beserta keluarga saudara kembar Devan dan keluarga adik iparnya, Nona Zeli. Tak lupa, Opa Alkazein datang bersama istri dan Noah. Benar-benar keuarga yang harmonis dan sangat ramai.
"Kenapa di sini sepi? Di mana Rafa dan menantuku serta tiga cucuku?" Tn. Raka bertanya pada pelayan sambil duduk di sofa bersama semua anaknya dan semua cucunya. Nampak Marsya, cucu pertama ini sudah menjadi anak gadis cantik berumur 15 tahun.
"Tuan Rafa sedang keluar sebentar, sedangkan Nona Sheila pergi untuk menjenguk ayahnya, Tuan." Pelayan menjelaskan dengan sopan.
"Kalau begitu, di mana anak-anak kembar Rafa?" sahut Ny. Mira bertanya, ia tidak sabar melihat tiga anak kembar itu. Saat mau dijawab oleh pelayan, tiba-tiba mata mereka menoleh ke sumber suara.
"Oma, Opa!" Rain berlari bersama Rara. Semua orang berdiri kagum melihat Rara yang memiliki wajah hampir sama dengan Rain. Dua anak kembar Ella yaitu Devino dan Devina saling menatap kemudian melihat Rara dari bawah sampai ke atas.
"Rain, siapa dia?" tanya dua anak kembar Ella.
"Hehehe, dia ini Rara. Saudara kembar Rain," jawab Rain tersenyum ramah diikuti oleh Rara yang gugup. Ny. Mira mendekati cucu yang ke enam, Rara. Serta Rain, cucu yang ke tujuh.
"Ya Tuhan, benar-benar kalian hampir mirip. Hei manis, kamu punya paras yang cantik seperti Ibumu. Perkenalkan, Nenek adalah Ibu dari ayahmu. Rara panggil Oma dan ini Opa kalian." Ny. Mira memperkenalkan semua anaknya dan cucunya serta keluarga Tn. Alkazein.
"Te-terima kasih pujiannya, Oma. Rara senang dapat bertemu dengan kalian." Rara tersenyum manis. Seketika semua sepupunya mendekatinya untuk kenalan.
"Oh ya, di mana yang satunya? Bukannya Om Rafa punya anak tiga ya, Mommy?" tanya Marsya pada Ibunya, Dean. Benar, semuanya sudah tahu Rafa punya anak tiga kembar dari hubungannya dengan Sheila.
"Tuh orangnya," Rain menunjuk Rein yang lagi menuruni tangga. Semua orang kembali diam, terkejut kagum melihat Rain ada dua. Wajah mereka sangat mirip. Hingga Tn. Raka dan Tn. Alkazein tercengang. Ini pertama kalinya mendapatkan dua anak kembar laki-laki yang sangat mirip di keluarga Welfin.
Perlahan mereka tersenyum dan tertawa kecil melihat Rein, Rara, dan Rain berdiri bersama. "Astaga, anak-anak Rafa semuanya menggemaskan." Ella dan dua adik iparnya saling melempar pujian pada trio kecebong Rafa.
Rein masih saja bermuka datar di depan mereka. Tak disangka sifatnya mirip dengan Devino tampan serta Ceysa yang kini berdiri di depan Rein. Cucu-cucu Welfin ini saling berkenalan. Namun Rein dan Rara terkejut dengan tampilan Ceysa yang agak sedikit aneh, ia anak bungsu dari Devan dan Ella. Rein dan Rara tidak tahu dan jadi penasaran pada Ceysa.
Dalam benak Rein, ia bertanya-tanya Ceysa anak perempuan atau laki-laki? Karena sebelah matanya ditutup oleh penutup kain, layaknya bocah bajak laut yang memeluk selalu bonaka yang juga aneh, hingga tak bisa mengenali Ceysa. Nampak cucu-cucu Tn. Raka mulai saling mencoba dekat satu sama lain.
"Baiklah, karena semuanya sudah ada, bagaimana kalau kita ke hotel Clasmons. Kita siapkan semua pernikahan orang tua dari tiga anak ini?" sahut Noah mengusulkan. Seketika usulan Noah disetujui oleh semuanya. Tiga anak kembar Manda ikut mereka untuk bersiap-siap ke hotel Clasmons. Hotel di mana Sheila dan Rafa membuat tiga anak kembarnya dan sekarang tempat pernikahan mereka. Tak lama kemudian mansion Rafa sepi, karena semua pelayan dan Pak Toby ikut ke hotel juga.
Setelah kepergian mereka yang cukup lama, mobil Rafa baru saja sampai. Ia buru-buru turun dari mobil dan menuju cepat masuk ke dalam mansionnya, meninggalkan Sekretaris Jho yang terheran-heran. Sepi, semuanya sunyi. Rafa mengernyit kemudian mencari seseorang. Percuma! Mansion itu sepi. Rafa sedikit panik segera menghubungi Pak Toby.
Pak Toby yang kini sudah sampai terkejut dapat notif dari Rafa. Matanya membola sudah tahu kalau Rafa ada di mansion sekarang. Pak Toby segera memberi pesan, menyuruh Rafa ke hotel perusahaannya sendiri.
"What? Jadi pernikahan akan diadakan di hotelku?" pikir Rafa segera menuju ke mobilnya. Ia pun melaju ke hotel Clasmons. Bersamaan Manda dihubungi untuk datang segera mungkin ke hotel.
Sesampainya di sana, Tuan Damian tercengang. Ia tak sangka hotel Clasmons begitu mewah setelah didekorasi. Manda dan Tn. Damian segera disambut hangat. Manda terkejut melihat para anggota keluarga Rafa berada di depan mata. Tn. Damian pun mencoba berbaur kepada Tn. Raka dan Ny. Mira. Sedangkan Manda dibawa untuk dirias sekarang.
"Wah, Mommy... kamu terlihat sangat cantik!" puji Rara masuk untuk melihat Ibunya bersama Rain dan Rein. Manda tersenyum, dia sangat gugup hari ini. Pernikahan ini adalah hal yang sangat ditunggu-tunggunya. "Terima kasih sayang, kamu juga sangat cantik!" balas Manda memuji putrinya yang memakai gaun yang sangat anggun. Ditambah senyuman Rara yang manis semakin membuat anak ini makin menggemaskan. Begitupun Rein dan Rain terlihat lebih tampan hari ini.
Cklek!
Pintu terbuka, pernikahan ini sangat meriah. Walau cuma beberapa orang yang hadir, ini masih membuat Manda gugup. Semua orang diam terpaku, mereka kagum melihat Manda yang cantik memakai gaun pengantin sedang berjalan ke atas aula. Tiga anaknya ikut tertegun melihat Ibu mereka begitu anggun malam ini. Terutama Rafa tak dapat mengalihkan pandangannya ke Manda. "Hm, aku tidak salah menikahinya." Rafa sedikit tersenyum miring, dia terpesona.
Kini Manda dan Rafa berhadapan. Keduanya mulai mengucap ikrar pernikahan yang harus mereka ucapkan di depan para semua tamu dan wali.
"Sheila Arestenty, aku mengambil engkau menjadi seorang istriku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit,"
"Rafandra Welfin, aku mengambil engkau menjadi seorang suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit."
Keduanya saling melempar senyuman kemudian perlahan memasang cincin pernikahan. Manda makin berdebar-debar. Inilah yang ditunggu-tunggu para tamu, melihat Rafa mencium istrinya. Manda menutup mata perlahan dan segera diberi kecupan.
Chup!
Manda terdiam, ternyata Rafa mencium keningnya dengan lembut kemudian berbisik. "Bersiaplah nanti malam, istriku." Bisikan Rafa bagaikan malaikat maut yang selalu mengintainya.
Glug! Manda menelan ludah dengan kasar lalu melihat Rafa yang tersenyum menyeringai. Ia tahu pikiran Rafa tertuju pada belah duren sungguhan. "Oh ya ampun, apa dia dan aku akan benar-benar melakukan itu?" gumam Manda was-was dalam hati. Manda tersenyum, keduanya resmi disatukan menjadi suami istri malam ini. Dua pasangan yang telah ditakdirkan bersama-sama ini diberi selamat dari para tamu dan juga lainnya. Pernikahan yang sangat meriah.
"Selamat menempuh hidup yang baru ya."
Ella dan Devan memberi selamat diikuti oleh lainnya.
"Terima kasih, Kak Ipar." Manda tersipu malu. Rara dan Rain bersorak senang dengan pesta ini, kecuali Rein yang biasa-biasa saja. Tapi kali ini pandangan matanya yang tajam tertuju pada Tn. Damian yang diberi salaman dari pada tamu. Sedangkan Ny. Marina dan Delsi sama sekali tidak hadir.
_____
Oke guys... maaf ya pernikahannya gak detail karena author takut melakukan kesalahan. Ku harap kalian memakluminya. Hehehe...
Selesai baca, mohon berikan :
+Like
+Komen
+Hadiah
+Vote
Terima kasih Mommy ^^
Hasil pemotretan pernikahan sebelum resepsi akad nikah😍Maaf ya baru update😥author sangat capek hari ini, jadi gak sempat nulis dan baru selesai nulis. Maaf ya kakak dan Mommy😞tunggu saja crazy upnya😊terima kasih.