Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 68 Pria Bertopi


Tiga hari kemudian acara pelelangan besar yang digelar setiap sepuluh tahun sekali digelar di perkampungan werewolf tempat Ariel tinggal.


Acara itu dihadiri oleh semua werewolf yang datang dari segala belahan penjuru dan sangat ramai sekali.


Banyak barang antik yang dilelang di sana dan ada satu barang terakhir yang masih di sembunyikan identitasnya sebagai barang terakhir yang dilelang dan pastinya akan jadi rebutan bagi semua peserta lelang.


Pagi itu para werewolf tampak memenuhi tempat pelelangan. para peserta lelang yang telah terpilih untuk mengikuti acara pelelangan sudah duduk di area yang dipersiapkan sebelumnya.


Selain area khusus yang disediakan untuk peserta pelelangan disediakan juga area lainnya yang digunakan untuk para penonton dan pengunjung lainnya yang ingin menyaksikan acara pelelangan kali ini.


Area yang disediakan untuk pengunjung terlihat masih kosong dan beberapa werewolf mulai memasuki dan duduk di area itu.


Dari kejauhan tampak Ariel yang berjalan bersama Orion menuju ke area penonton berada.


Selama perjalanan banyak para Werewolf yang melihat gadis itu dengan tatapan sinis dan tatapan tidak menyenangkan lainnya.


Seorang lelaki berjalan ke arah mereka berdua.


“Hey Ariel... apa kau sudah gila? kau berjalan dengan amulet yang merupakan musuh abadi kita ?” tanya lelaki itu menghentikan langkah mereka berdua sambil menatap Orion dengan tatapan tidak menyenangkan.


Orion yang merasa takut dengan lelaki yang berhenti di depannya itu memegang erat tangan Ariel dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.


“Hai Sam... lama kita tak berjumpa. Oh maksud mu Orion ? Dia temanku sejak kecil dan kami sudah seperti keluarga. Dia memang amulet tapi dia berbeda dengan amulet murni.” jawabnya sambil menepuk bahu temannya itu yang merupakan teman namanya dulu.


Sam yang merasa aneh melihat tatapan Ariel pada gadis itu mendekatinya.


“Apa kamu suka pada vampir campuran itu ?” bisiknya di telinga Ariel.


Ariel pun menatap Orion lalu mendekati Sam dan berbisik.


“Ya... maka dari itu kau jangan mengganggu dia apalagi sampai menakutinya seperti sekarang ini.” ucapnya lirih sambil tersenyum.


Sam yang mengerti perkataan yang merupakan peringatan dari Ariel pun segera menjauh dan kembali berjalan memasuki area tempat pengunjung untuk melihat jalannya pelelangan.


Orion tidak tahu apa yang dikatakan Ariel hingga lelaki tadi menyingkir dari hadapan mereka berdua seperti ketakutan.


“Kenapa diam saja... ayo kita masuk ke tempat pengunjung berada.” ucap Ariel mengajak Orion. Mereka berdua pun akhirnya kembali meneruskan langkah memasuki area penonton.


Beberapa meter di belakang mereka ada seorang lelaki yang memakai topi dan mengawasi mereka berdua.


“Jadi gadis itu merupakan saxion yang di cari oleh pengawal Bruno ?” batin Pangeran Galen sambil terus berjalan dan ikut masuk ke area penonton.


Flasback


Satu hari setelah Bruno menerima laporan dari Krish dan yang lainnya dia meminta mereka berempat berkumpul lagi keesokan harinya di aula bulan kembar.


Dalam diskusi, Bruno kembali membahas rencana apa yang akan dilakukan di acara pelelangan yang akan digelar oleh werewolf.


“Di acara pelelangan nanti aku harap salah satu dari kalian kembali menyusup diantara mereka untuk memantau aktivitas mereka dan juga bila memungkinkan cari saxion itu.”ucap Bruno pada empat anggota tim siluman yang di bentuknya.


Keempat anggota tim siluman tampak berdiskusi menanggapi permintaan dari Bruno.


Ketiga anggota tim lainnya saling berpandangan. Dua senior menatap Pangeran Galen secara bersamaan.


“Ah tatapan itu lagi...” ucap sang pangeran mencoba mengelak dari pandangan dua seniornya itu.


“Sekarang giliran yang muda untuk mengintai yang muda, benar begitu kan tuan Danie ?” tanya Krish padanya lalu melirik Pangeran Galen.


“Ya benar sekali... aku setuju dengan usul mu tuan Krish. kurasa hanya Pangeran Galen yang cocok untuk bergerak kali ini.” ucapnya sambil menatap sang pangeran dan dan mengumbar senyumnya.


Karena tak ada masa yang mendukungnya akhirnya sang pangeran dengan berat hati dan terpaksa menerima usulan itu.


“Pangeran yang akan bergerak di acara pelelangan nanti Tuan Bruno.” ucap Krish lantang setelah mereka berempat selesai berdiskusi.


Kembali ke acara pelelangan yang masih berlangsung.


Orion mencoba berjalan santai dan pura-pura tidak mengetahui keberadaan seseorang yang mengikuti dan memperhatikan dirinya dari belakang.


Mereka mengetahui jika ada seorang lelaki yang mengikuti mereka berdua sejak mereka masuk ke tempat itu.


Ariel yang melihat gadis Itu tampak tidak senang dan gugup mencoba menenangkan hatinya.


“Hei coba tenangkan dirimu. Kau terlihat kaku sekali. coba lebih relaks lagi dan ingat apa yang dikatakan ketua Casper beberapa hari yang lalu pada mu.” bisik Ariel lirih pada Orion.


Orion mengangguk dan mengingat kembali rencana yang di susun oleh tetua Casper. Tetua itu bilang padanya jika dia harus menghadiri acara pelelangan itu untuk memancing kedatangan amulet yang menyusup saat acara pelelangan. Saat penyusup itu sudah di ketahui, maka mereka akan dengan mudah menangkap si penyusup itu.


Gadis itu mencoba tenang dan bertindak sama jalurnya namun masih saja ada perasaan cemas yang hinggap di dirinya.


“Ariel aku takut jika...” ucap gadis itu pelan padanya.


“Tenang saja kau tak perlu takut. aku dan yang lainnya akan melindungi mu.” ucapnya untuk menenangkan gadis itu.


Gadis itu menarik nafas dan menghembuskan nya pelan-pelan. setelah dirinya tenang dan mensugesti dirinya sendiri agar tidak takut.


Setelah merasa tenang dan percaya diri gadis itu melangkah dengan cepat bersama Ariel masuk ke area penonton.


Mereka berdua duduk di deretan bangku tengah. Sementara itu Pangeran Galen duduk di deretan paling belakang agar leluasa mengawasi incarannya.


Tak ada yang mengetahui identitas sang pangeran di tengah para werewolf saat itu. Dia menggunakan bubuk ajaib untuk menghilangkan aroma kuat amulet di tubuhnya dan mengganti aroma tubuhnya menyerupai aroma werewolf sehingga tak ada yang menyadari jika dirinya berbeda dengan mereka. Tak hanya menggunakan bubuk ajaib dia juga merubah wajahnya menjadi orang asing.


Dari belakang Pangeran Galen mengawasi gerak-gerik Orion.


“Kenapa seorang saxion bisa akrab dan berbaur di tengah werewolf ? Bukannya amulet dan werewolf bermusuhan dari dulu ? Apa gadis itu punya ilmu pemikat ya bisa memikat hati semua para werewolf... dasar rubah betina...” batin sang pangeran terus menatap Orion dari belakang.


Ariel mengeluarkan sebungkus kacang yang dibelinya di tengah jalan tadi untuk meredakan situasi yang tegang.


“Ambil ini... makanlah... abaikan saja orang yang ada di belakang kita.” bisik Ariel sambil memberikan sebungkus kacang yang di tangannya.


Orion menerima kacang pemberian Ariel dan mulai memakannya sambil menunggu acara pelelangan di mulai.


BERSAMBUNG...