Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 60 Kabur


Ariel dan Ariel saling bertatapan saat mengetahui ada penjaga yang berjalan ke arah mereka.


“Ayo cepat... kita harus pergi dari sini.” ucap Ariel mengajak Orion segera pergi dari sana.


“Sebentar saja.... sebentar lagi...” ucap gadis itu.


Namun Ariel tak menggubris perkataan gadis itu dan memegang mulutnya agar tidak kembali bersuara.


Sebelum pengawal kerajaan itu lebih dekat lagi, Ariel memaksa gadis itu pergi dari sana. Mereka segera turun dari pohon itu lalu melesat dengan cepat menuju ke pintu masuk tempat pertama kali mereka masuk.


Begitu pintu masuk itu tertutup saat mereka keluar, mereka berdua segera melesat cepat ke udara secepat mereka bisa menjauh dari tempat itu dan kembali ke tempat mereka.


Sementara itu pengawal tadi sudah sampai di pohon yang dicurigainya tadi. Dia berhenti dan menatap ke atas pohon itu di mana tidak ada seorangpun di sana.


“Ini kan.... aroma amulet... dan satunya aroma werewolf...” ucap pengawal itu yang terkejut setelah mencium aroma yang ada di pohon itu.


Pengawal itu segera kembali ke tempatnya dan memberitahu temannya jika dia menemukan aroma penyusup di tempat itu.


“Ayo ikut aku... ada penyusup yang masuk ke sini.” ucap salah satu pengawal.


“Apa kau yakin ada penyusup di sini ?” tanya pengawal lainnya yang ikut terkejut mendengar laporan dari temannya itu.


“Iya aroma amulet yang terasa aneh dan aroma werewolf.” jelas pengawal itu lagi.


Kedua pengawal itu akhirnya kembali ke tempat pohon yang meninggalkan aroma amulet dan juga werewolf di sana.


“Iya benar kata kamu ini adalah aroma baru dan juga aroma ambulans yang sedikit berbeda...” ucap pengawal itu setelah memeriksa aroma yang tersisa di sana.


“Ayo kita kejar mereka sebelum jauh dari sini mungkin saja kita masih bisa menangkap mereka.” ucap pegawai itu pada temannya.


Kedua pengawal itu langsung bergerak cepat dan melesat menuju ke luar istana. Di luar mereka tidak melihat siapapun ada di sana.


“Ayo kita ikuti jejaknya....” adik salah satu pengawal.


“Baik...” jawab pengawal itu. Lalu mereka berdua menelusuri jejak di jalan dan mengejar mereka. Namun di tengah jalan mereka kehilangan jejak dan akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke istana.


Kedua pengawal itu masuk kembali ke istana dan menjaga pintu gerbang dengan wajah pucat pasi.


“Apa yang harus kita lakukan, apa kita harus melaporkan hal ini kepada raja Agastya ?” tanya salah satu pengawal yang terlihat masih pucat pasi karena gagal menangkap penyusup yang masuk ke istana itu.


“Aku juga dilema... jika kita melaporkan pada Raja Agastya namun kita kehilangan penyusup itu kita pasti akan kena hukuman. Tetapi jika kita tidak melaporkanya, kita akan kehilangan pekerjaan.” ucapan awal satunya memikirkan konsekuensi yang akan diterima nya.


Kedua pengawal itu masih berdiskusi tentang tindakan apa yang harus mereka ambil.


Sementara itu Ariel yang mencium aroma amulet mengejar mereka, semakin mempercepat langkah mereka sampai aroma itu hilang dan tidak mengikuti mereka.


“Hah....”


Ariel yang merasa terengah-engah mendarat ke tanah sebenar untuk mengatur nafasnya yang masih tersengal.


“Orion... kau tahu apa konsekuensinya akan Kau Dapatkan setelah tindakan yang kau lakukan ini ?” ucapnya dengan marah.


“Aku... maafkan aku Ariel... aku tidak bermaksud seperti itu. Kau tahu tahu, aku hanya ingin bertemu Ayahku. Aku hanya ingin mencarinya dan memberitahunya bahwa Ibuku sangat menderita. Aku ingin dia mempertanggungjawabkan semua perbuatannya....” jelas anak itu pada Ariel.


“Ayo kita lanjutkan perjalanan kita. Kita belum aman jika kita belum sampai rumah. Aku tidak mau kita tertangkap oleh mereka.” ucap Ariel mulai kembali melompat ke udara.


Orion yang berhenti sebentar untuk beristirahat pun mulai kembali melompat ke udara dan mengikuti anak itu melesat dengan melanjutkan obrolan mereka.


“Orion.... apa yang harus ku katakan pada Ibumu nanti di rumah ?” tanyanya pada gadis yang sekarang terlihat pucat pasi menatapnya teringat pada ibunya di rumah.


“Ariel... ku mohon padamu jangan beritahukan hal ini pada ibuku.” ucapnya memohon pada anak itu.


Ariel hanya mengangguk menanggapi permohonan gadis itu. Pikirannya sekarang adalah apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana dengan jejak aroma yang mereka tinggalkan di sana?


Apakah mereka akan mencari mereka berdua secepatnya ? Apakah hal itu akan membahayakan ayah dan juga ibunya Orion ?


“Orion.... setelah kejadian ini kau harus lebih hati-hati. Bisa saja kapanpun pengawal dari kerajaan istana bulan dingin itu akan dikirim untuk menyelidiki kita atau menangkap kita.” ucap anak itu yang terlihat frustasi sekarang setelah kejadian itu.


Orion hanya diam saja. Dia merasa bersalah dan baru menyadari kebodohannya. Kenapa dia bertindak tanpa berpikir lebih dulu pada konsekuensi apa yang harus ditanggungnya nanti.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah Orion. Tampak di luar rumah, Putri Zoya sudah menunggu kedatangan mereka berdua dengan sangat cemas.


Wajah tenggangnya seketika berubah saat melihat kedatangan dua anak yang ditunggunya itu kini sudah ada di hadapannya.


“Ariel... Orion...” ucapnya menghampiri mereka berdua.


“Kau sudah pulang... Ibu khawatir sekali padamu, nak. Kau dari mana saja ?” tanyanya sambil memeluk putrinya.


“Aku... aku....” Gadis itu bingung mau beralasan apa dan dia menatap Ariel sambil memeluk ibunya dengan hangat.


Ariel berpikir cepat dan mencari alasan yang tepat agar ibu Zoya tidak curiga pada mereka berdua.


“Orion hanya berjalan-jalan agak jauh dari sini untuk mengusir sebenarnya ibu Zoya.” ucap anak itu segera menyambung perkataan yang Orion agar gadis itu tidak di marahi ibunya.


Putri Zoya melepas pelukannya dan merasa lega setelah mendengar penjelasan itu. Dia lalu mengajak Orion masuk ke dalam rumah karena hari sudah malam.


“Ibu ibu masuk dulu aku ingin bicara sebentar dengan Ariel...” ucapnya pada ibunya yang lalu meninggalkannya diluar bersama Ariel dan masuk ke dalam.


Orion berjalan mendekati Ariel.


“Terima kasih kau melindungi ku lagi kali ini.” bisik gadis itu pelan di telinga Ariel.


“Ya... masuklah kedalam sekarang jangan buat ibumu khawatir lagi. Aku mau pulang dulu.” ucapnya lalu berbalik dan meninggalkan gadis itu.


Ariel segera melesat cepat ke udara menuju ke rumahnya.


Kembali ke istana Bulan Dingin. Dimana kedua pengawal tadi akhirnya sudah sepakat setelah melakukan diskusi sebentar.


“Kita laporkan saja segera pada Raja Agastya. Daripada kita akan mendapatkan masalah besar di kemudian hari. Terserah apa yang akan Raja Agastya lakukan pada kita nanti.” ucap salah satu pengawal.


“Ya baik...” jawab pengawal satunya.


Mereka berdua masuk ke istana dan mencari Raja Agastya untuk melaporkan kejadian itu.


BERSAMBUNG....