Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 148 Tak Ada Rasa


Beberapa hari setelah Galen meminum ramuan pemikat dari Putri Shirein. Lelaki itu merasa setiap hari dia terus terbayang pada gadis itu.


Dua hari berikutnya Putri Shirein datang berkunjung ke istana Cawan Suci untuk menemui Galen.


“tap... tap... tap...” gadis itu berjalan masuk ke pintu gerbang istana melewati para pengawal yang menjaga pintu gerbang.


“Salam tuan putri...” ucap para pengawal yang di sana menyapa Shirein dan gadis itu mengangguk sambil tersenyum menyapa balik mereka.


Di dalam istana dia bertemu dengan Raja Edwin di tengah jalan dan menyapanya.


“Salam Raja Edwin...” ucapnya sambil memberi hormat.


Raja Edwin berhenti sejenak dan menyapa balik gadis itu.


“Putri Shirein....” ucapnya sambil tersenyum pada gadis itu.


Lelaki itu lebih mendekat pada sang putri dan berucap lirih padanya.


“Apakah sudah ada kemajuan hubungan antara tuan putri dengan putraku ?” tanya lelaki itu dengan penasaran sambil melihat ke sekitar barangkali saja ada Galen yang melewati mereka.


“Yang Mulia Raja Edwin... untuk saat ini hubungan kami lebih baik daripada saat kami pertama kali bertemu di pesta perjamuan makan malam. Semoga saja semuanya berjalan lancar.” balas Putri Shirein pada lelaki itu dengan sopan dan rasa hormat yang tinggi.


“Aku harap kau mengecewakan ku Putri Shirein. Aku akan memberi mu waktu istimewa. Seringlah berkunjung ke sini.” ujar lelaki itu memberikan saran padanya.


Shirein mengangguk dan kembali tersenyum menanggapi perkataan ayahnya Galen.


“Baiklah Putri Shirein mari ku antar ke ruang tamu sambil menunggu Galen datang.” ucap Raja Edwin mengajak gadis itu kemudian berjalan menuju ke ruang tamu.


“Silahkan tunggu di sini dulu.” ucapnya lalu keluar dari ruang tamu dan meninggalkan Putri Shirein sendiri di sana.


Di luar istana Raja Edwin bertemu dengan salah satu pelayanan yang melewatinya. Dia pun meminta pelayan itu membuatkan minuman untuk Putri Shireen yang ada di ruang tamu dan juga memanggil Galen agar segera menemui sang putri di ruang tamu.


Tak berapa lama kemudian Galen berjalan menuju ke ruang tamu untuk menemui sang putri.


Lelaki itu segera duduk di ruang tamu.


“Putri Shirein kali ini ada keperluan apa datang mencari ku ?” tanya Galen to the point.


“Ehm... aku sengaja berkunjung ke sini karena memang ingin bertemu dengan Pangeran Galen.” ujar gadis itu sambil tersenyum dan tersipu malu menatap Galen.


“Benarkah hanya itu tujuan Putri Shirein yang datang kemari ? Tak ada hal lainnya lagi ?” balas Galen mencoba memancing karena dia tahu dan bisa merasakan jika gadis itu menyimpan rasa padanya.


“Ah... aku tidak tahu apa yang pangeran maksud...dan ingin aku ucapkan.” jawabnya sambil tersenyum dan kembali tampak malu-malu.


Galen melihat ekspresi manis gadis itu dan entah kenapa hal itu membuatnya sedikit tertarik karenanya.


Satu hari berlalu dan keesokan harinya Putri Shirein kembali berkunjung ke istana cawan Suci untuk bertemu dengan Galen. Dan mereka mengobrol seperti biasanya. Setelah hari itu Putri Shirein rutin berkunjung ke istana jalan suci setiap dua hari sekali untuk bertemu dengan Galen sesuai perintah dari Raja Edwin.


Di lain tempat di villa jantung emas. Di dalam Villa, Orion sedang berdiri di jendela dan menatap kosong keluar jendela.


“Kenapa Galen satu minggu ini tidak datang kesini menemui ku...” batin Orion merasa aneh karena biasanya lelaki itu hampir setiap hari datang mengunjunginya walaupun terkadang hanya sebentar saja menemuinya.


“Apa dia ada misi dari ayahnya... ? Tapi biasanya dia berpamitan pada ku jika akan menjalankan misi dari ayahnya...” batin Orion yang tiba-tiba merasa gelisah dan khawatir pada kekasihnya.


“Apa sebaiknya aku menemuinya di istana Cawan Suci meski hanya sebentar saja...” gumam Orion lirih karena selain merasa khawatir dia juga merasa rindu pada Galen.


Orion pun mengambil mantel tebal dari lemari bajunya dan memakainya karena di luar sedang turun salju. Gadis itu melesat dengan cepat menuju ke istana Cawan Suci.


Di depan gerbang istana Orion berhenti dan menyampaikan maksud kedatangannya pada para pengawal yang ada di sana.


Para pengawal itu mengizinkan Orion masuk karena dia tahu gadis itu adalah kekasih dari Galen.


“tap... tap... tap...” Orion berjalan bersama seorang pelayan wanita yang membawanya masuk ke ruang tamu dan meminta dirinya untuk menunggu sebentar.


Tak lama kemudian setelah pelayan itu memanggil Galen, Orion mendengar suara derap langkah kaki menuju ke ruang tamu.


“Galen... sayang... bagaimana kabarmu ? Apa kau sibuk sampai tujuh hari ini tak pernah mengunjungi ku sama sekali.” ucap Orion saat melihat Galen masuk ke ruang tamu dan duduk di depannya.


Galen sekolah tak suka Orion memanggilnya dengan sebutan "sayang" karena dia merasa panggilan itu hanya boleh di ucapkan oleh wanita yang menjadi kekasihnya.


“Maaf Putri Orion ada urusan apa datang kemari mencari ku ?” tanya nya tanpa basa-basi.


Orion merasa aneh saat Galen bilang begitu padanya, kalau selama ini dia tak pernah memanggilnya dengan sebutan "putri" yang menurutnya terkesan formal dan kaku.


Orion yang mengira Garden hanya bercanda beralih duduk di sampingnya.


“Galen... aku rindu sekali pada mu... kenapa kau tak menemui ku selama seminggu ini ?” ucapnya sambil menyandarkan kepalanya ke bahu lelaki itu.


Galen menarik tubuhnya dan bergeser menjauh dari Orion saat gadis itu mau bersandar padanya.


“Putri Orion... tolong jaga sikapmu.” ucap Galen merasa tidak nyaman pada sikapnya.


Orion yang masih tak percaya pada sikap Galen dan masih mengira hanya lelaki itu sedang bercanda mencoba memeluknya namun Galen mendorong tubuhnya.


“bruk...” Orion jatuh ke ke lantai sedangkan kaleng keluar dari ruang tamu meninggalkannya pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun.


Orion berdiri dan melihat ada sesuatu yang salah pada Galen. Dia pun mencoba mengejar Galen untuk berbicara dengannya.


BERSAMBUNG....