
Setelah aksi unjuk rasa itu berakhir, Raja Diaz tetap mencari solusi agar hal itu tak kembali terulang dan mencoba mencari sesuatu yang bisa mematahkan anggapan mereka yang salah selama ini.
Lelaki itu tampak sibuk di sebuah perpustakaan mencari beberapa buku-buku literatur kuno yang menyebutkan tentang keturunan campuran dan lainnya.
Setelah lama dia mencari akhirnya dia menemukan beberapa buku tebal. Dia membawa buku itu ke meja.
“duk...” Raja Diaz duduk dan menaruh beberapa pokok kemeja lalu membacanya satu persatu sampai selesai.
“Huft... kurasa aku bisa menggunakan bagian ini sebagai dasar untuk menguatkan aturan yang telah dirubah oleh ayah sebelumnya.” gumamnya saat menemukan bab yang membahas tentang keturunan campuran dan tidak murni.
Lelaki itu membaca buku lainnya dan tampak mengerutkan dahi setelah membacanya.
“Vampir klan hitam mengincar darah saxion untuk membangkitkan pemimpin mereka... ?” Raja Diaz menjadi gelisah setelah membaca kutipan itu dan sangat mengkhawatirkan Orion. Dia melanjutkan membaca tentang aliran vampir pada zaman dulu.
Di kisah kan dahulu kala ada dua jenis amulet yang tinggal di negeri amulet, yaitu klan putih dan klan hitam. Zaman dahulu banyak terjadi perkawinan amulet dan Anubis, sehingga banyak keturunan saxion.
Setelah dewasa akhirnya diketahui jika keturunan darah campuran memiliki banyak keistimewaan salah satunya adalah darahnya bisa di digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit.
Lambat laun terjadilah eksploitasi besar-besaran keturunan saxion karena hal itulah yang membuat para keturunan campuran itu mati akibat eksploitasi darah mereka secara besar-besaran.
Di belahan wilayah lain bahkan terdapat amulet hitam yang diketahui melakukan praktek berbahaya yang menggunakan keturunan campuran sebagai tumbal untuk menghidupkan kembali pemimpin mereka yang sudah mati.
Untuk mencegah perburuan keturunan berdarah campuran maka dibuatlah aturan baru yang berisikan larangan tegas untuk melakukan pernikahan dengan anubis.
Bahkan para leluhur amulet membuat kisah bohong yang mengatakan jika mereka adalah pembawa sial, terkutuk atau pembawa bencana agar tak ada ada yang berani menikah dengan kelompok anubis. Dan parahnya kebohongan itu dipercaya secara turun temurun sampai sekarang.
“Jadi begitu yang sebenarnya... tapi selama ini aku belum pernah bertemu atau pun melihat amulet klan hitam.” gumamnya lalu menutup buku yang dibacanya dan mengembalikannya ke rak buku.
“Zoya... Orion jika situasi di sini sudah aman aku akan menjemputmu di istana Samudra Dewata.” ucapnya lalu atribut dari perpustakaan dan mencari Bruno.
Raja Diaz mendapati Bruno di ruangannya. Mereka kemudian bercakap-cakap dan setelahnya pengawal kepercayaannya itu segera keluar dari istana bersama para pengawalnya untuk melakukan apa yang ia perintahkan.
Dua jam berikutnya di depan Istana bulan dingin sudah berkumpul banyak warga amulet.
Raja Diaz menuju ke depan pintu gerbang untuk menemui para warga amulet yang sudah menunggunya.
“Semua warga amulet yang tinggal di sini dengan ini aku mengumumkan pada kalian semua sebuah fakta yang selama ini tersembunyi dan telah di palsukan.” ucapnya setelah memberikan sambutan pada para warganya.
Massa yang berkumpul di sana tampak saling memandang dan bingung mengenai fakta apa yang telah di palsukan.
“Para leluhur kita terdahulu telah mengarang cerita yang menyesatkan kita dan membuat kita gelap mata pada fakta sebenarnya bahwa keturunan darah campuran bukanlah membawa malapetaka dan sejenisnya. Justru mereka memang benar-benar spesial dan diperebutkan, oleh karena itu para terdahulu melarang pernikahan dengan bangsa anubis dan bla... bla...” lanjut Raja Diaz mengungkapkan semua kebohongan yang selama ini telah mendarah daging dan mengakar dengan sangat kuat di hati para warga.
Tampak warga terlihat syok dengan apa yang barusan diungkapkan oleh raja mereka. Dan mereka semua akhirnya membuka mata serta hati mereka. Para warga menyadari kesalahan mereka selama ini dan sekarang anggapan mereka pada keturunan campuran benar-benar berubah.
Para warga kemudian bubar setelah Raja Diaz membubarkan mereka semua.
Setelah massa bubar Raja Diaz menghampiri Bruno yang masih berada di sampingnya.
Beberapa waktu berlalu, Orion dan Ibunya sudah kembali ke negeri amulet dan tak ada lagi yang menentang kehadiran mereka di sana.
Di lain tempat tepatnya di istana Cawan Suci.
Raja Edwin seringkali meminta Galen untuk mencari gadis lain yang lebih pantas bersanding dengan dirinya. Namun bagi Galen tak ada wanita yang bisa menggantikan posisi Orion di hatinya.
Hingga suatu ketika lelaki itu tampak kesal dan terpaksa melakukan hal yang sebenarnya tak ingin dia lakukan.
Di suatu siang saat Galen tak ada di istana, lelaki itu memanggil dokter kerajaan dan memintanya untuk membuatkan sesuatu.
“Dokter kerajaan tolong bantu aku. Bisakah kau membuatkan ramuan yang bisa membuat seseorang melupakan rasa cintanya pada seseorang ?” tanya Raja Edwin di ruang perawatan yang ada di istana sambil duduk.
Dokter kerajaan saat itu sedang memeriksa pasien dan merawat beberapa pasien yang sakit. Dia akhirnya memanggil anak buahnya untuk menangani para pasien yang ada di sana saat Raja Edwin datang ke sana.
“Mari kita bicara di ruangan lain Yang Mulia Raja Edwin.” jawab dokter kerajaan.
Raja Edwin berdiri dan mengikuti dokter kerajaan keluar dari ruang perawatan menuju ke ruang khusus para petugas medis yang biasa membantunya yang saat itu sedang kosong.
“Silahkan duduk dulu Yang Mulia Raja Edwin.” kata dokter kerajaan mempersilahkan sang raja untuk duduk.
Mereka berdua duduk berhadapan dan Raja Edwin mulai bicara menyampaikan maksudnya.
“Dokter kerajaan... apa kau bisa membuat sebuah ramuan yang bisa menghapus rasa cinta pada seseorang ?”
Dokter kerajaan tampak menarik nafas dengan berat sebelum menjawab pertanyaan rajanya.
“Yang Mulia Raja Edwin... itu adalah ramuan terlarang. Aku bisa saja membuatnya namun ada efek yang perlu diperhatikan.” jawab dokter kerajaan menjelaskan.
“Katakan pada ku apa efek samping dari ramuan itu ?” tanya Raja Edwin penasaran.
Dokter kerajaan menjelaskan panjang lebar mengenai beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah mengkonsumsi ramuan tersebut.
“Jadi seperti itulah efek sampingnya Yang Mulia. Apakah Raja Edwin sudah yakin ingin ramuan itu ?” tanya dokter kerajaan menegaskan kembali efek samping yang akan terjadi dengan mengkonsumsi ramuan itu.
Raja Edwin tampak tak mempedulikan berbagai efek samping dari ramuan itu dan tetap teguh pada pendiriannya.
“Dokter kerajaan aku sudah yakin dan tidak khawatir pada efek samping ramuan itu. Aku yakin Pangeran Galen akan baik-baik saja setelah meminum ramuan itu.” jawab Raja Edwin sambil mengelus jenggot panjangnya.
"Baiklah Yang Mulia Raja Edwin... aku akan segera membuatkan ramuan itu secepatnya.” balasnya melihat Raja Edwin yang tersenyum lebar setelah dia bersedia membuatkan pesanannya.
Beberapa saat kemudian Raja Edwin keluar dari ruangan itu dan kembali ke ruangan ini sebelum Galen pulang dan melihatnya. Sementara itu dokter kerajaan segera bergerak dan menyuruh anak buahnya untuk mencari bahan yang akan dia gunakan untuk membuat ramuan peluntur rasa.
BERSAMBUNG....