
Galen masih tak percaya pada apa yang terjadi saat ini. Dia terus menyalurkan energinya berharap bisa membangunkan gadis itu kembali. Namun semuanya sia-sia saja.
“Orion... maafkan aku membuatmu jadi seperti ini. Jika saja ingatanku tentang dirimu tidak terhapus kau mungkin tidak akan mengalami hal seperti ini.” ucap Galen kemudian menghentikan menyalurkan kekuatan untuk memulihkan Orion.
“Sayang... kenapa disaat aku sudah sadar kau malah pergi meninggalkanku. Bagaimana aku bisa menjalani hidupku tanpamu...” ucap Galen masih meneteskan air mata kesedihan.
Dalam duka mendalam dan tanpa kewaspadaan, tiga orang pengawal lain masuk ke sel tahanan setelah melihat ada sesuatu yang tidak beres di sana.
“Zap... !” tiga orang tadi seketika mengepung Galen.
Galen yang saat itu membawa tubuh Orion untuk membawanya keluar dari sel terpaksa menurunkan kembali tubuh kekasihnya untuk menghadapi tiga pengawal yang menghadangnya.
Satu pengawal yang tadi tidak sadarkan diri kini telah sadar kembali.
“Gawat... aku sudah membunuh tahanan penting ini. Aku harus segera membawa tubuhnya pergi dari sini dan menyerahkannya pada Yang Mulia, sebelum semuanya terlambat.” batin pengawal tadi lalu bergerak menuju ke tempat orang yang terbaring dan segera membawa tubuhnya keluar dari sana.
“Hey kau... ! Lepaskan Orion ! Kembalikan tubuhnya padaku !” teriak Galen yang semakin marah melihat tubuh Orion dibawa kabur.
Galen mengejar pengawal yang membawa tubuh Orion namun ketiga pengawal tadi menghalanginya, sehingga pengawal tadi berhasil lolos darinya dengan membawa tubuh Orion.
“Bajingan kalian.... !!!” teriak Galen dengan emosi meluap menghajar ketiga pengawal yang menghadangnya.
Di luar sel pengawal tadi setelah menghadap Raja mereka.
“Yang Mulia Raja... ini tubuh tawanan Anda. Maaf Sesuatu terjadi, ada penyusup yang mencoba membebaskannya dan aku tidak bermaksud melukai tawanan ini.” ucap sang pengalaman menghadap Raja Berry dengan sangat ketakutan.
“Apa... bagaimana bisa kau ceroboh sekali ?!” bentak Raja Berry turun dari singgasananya dan menghampiri pengawal itu.
Raja Berry semakin marah saat melihat tawanannya ternyata sudah mati. Namun dia meredam amarahnya di tengah situasi yang mendesak seperti ini.
“Malam bulan darah hanya kurang beberapa jam lagi. Bagaimana ini... semua usahaku tak boleh sia-sia kali ini !” ucapnya menatap Orion sambil mengepalkan tangannya.
“Pengawal ikuti aku dan bawa tawanan itu sekarang ke ruang tempat Raja Fathir berada !” perintah Raja Berry pada pengawalnya.
Pengawal tadi langsung membawa tubuh Orion dan mengikuti lelaki itu berjalan dengan cepat menuju ke sebuah ruangan.
“Semoga saja Raja Fathir masih bisa dibangkitkan...” ucap Raja Berry berharap dalam keputusan asaan.
Lelaki itu berjalan menuju ke sebuah peti mati dan membukanya.
“kriek....” peti mati terbuka dan tampaklah tubuh seorang lelaki seperti mumi.
“Bawa tawanan itu ke sini, cepat !!” perintah Raja Berry berdiri di samping peti mati.
Pengawal tadi segera menghampiri Raja Berry sambil membawa tubuh Orion.
“Teteskan darah gadis itu ke sini, cepat !!” perintah Raja Berry lagi pada pengawalnya.
Pengawal tadi meneteskan darah segar Orion yang masih mengalir ke tubuh mumi Raja Fathir.
Raja Berry menunggu reaksi yang terjadi dengan cemas dan berharap keajaiban itu masih ada.
“bzzt....” darah spesial Orion mulai bekerja pada tubuh Raja Fathir, menghidupkan kembali setiap sel yang sudah lama mati di seluruh tubuh mumi sang raja.
Lima belas menit kemudian tubuh Raja Fathir tampak bergetar hebat kemudian melayang di udara. Semua kafan yang membeli tubuh mumi itu terlepas dengan sendirinya hingga menampakkan tubuhnya yang berwarna kecoklatan seperti busuk dan pelan-pelan berubah menjadi warna kulit normal segar.
Di menit berikutnya mata Raja Fathir terbuka. Lelaki itu kemudian menapakkan kakinya ke lantai.
“Hahaha... aku hidup kembali. Siapa yang telah membangkitkan aku ?” ucap Raja Fathir tertawa lebar sambil melihat tubuhnya yang utuh kembali.
Raja Berry yang melihat Raja Fathir bisa bangkit lagi terlihat senang meskipun dia sedikit khawatir.
“Raja Fathir... akulah yang sudah membangkitkan mu...” ucap Raja Berry maju ke hadapan raja Fathir dan memberi hormat padanya.
Raja Fathir tersenyum lebar pada raja Berry dan berterima kasih padanya. Dia juga akan memberikan kekuatan tambahan pada Raja Berry nanti sebagai ungkapan rasa terima kasihnya.
Sementara itu di luar istana suasana tampak mencekam setelah kebangkitan Raja Fathir. Petir menyambar di tengah lebatnya angin.
Di luar Sanctuari Raja Diaz dan para pengawal mencari jalan untuk masuk ke dalam.
Raja Diaz berhenti di depan lautan es yang terhampar di depannya.
“Aroma ini... apa Galen datang ke sini untuk menyelamatkan Orion ?” batin lelaki itu saat mencium aroma Galen yang tersisa di sana.
Dia pun mengikuti aroma Galen yang tersisa yang ada di balik lautan es.
“buk... !” Raja Diaz mengambil batu dan melemparnya ke lautan es.
Seketika lautan es itu terbalik dengan posisi di atas dan kemudian pecah.
“Semua pengawal mundur... !” teriak Raja Diaz menghindari bongkahan es yang akan menimpanya.
Semua pengawal mundur mengikuti perintah rajanya. Beberapa saat kemudian terlihat sebuah pintu dan Raja Diaz memimpin mereka memasuki pintu itu.
“Orion... tunggu ayah nak, ayah akan membawamu pulang...” gumam lelaki itu setelah sampai di dalam Sanctuari.
Raja Diaz minta semua pasukan untuk merubah diri mereka menjadi sosok amulet klan hitam. beberapa saat kemudian mereka masuk untuk mencari lokasi di mana Orion ditahan.
BERSAMBUNG....
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Dear pembaca sekalian, tolong tinggalkan komentar untuk berinteraksi dengan penulis agar penulis bisa menyapa para pembaca semua.
Dukung juga karya penulis berjudul Pembalasan Sang Penakluk ya. 😄
Terima kasih 💋💋