Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 36 Kehancuran


Pangeran Diaz semakin mengeratkan cengkraman tangannya pada kerah baju ketua Buana dengan emosi yang memuncak.


“Kaulah penyebab semua kejadian ini ! Karena kau aku harus kehilangan istri dan putriku ! Aku tidak mau tahu kau juga harus merasakan apa yang kurasakan saat ini !” bentaknya pada ketua Buana dan beralih mencekik leher orang itu.


Ketua Buana yang merasa kesulitan bernafas melakukan perlawanan dan berhasil melepaskan diri dari tangan Pangeran Diaz


“hah.... hah... hah...” ketua Buana menarik nafas dalam-dalam setelah lepas dari cengkraman sang pangeran.


“Maksud pangeran... ?” tanyanya merasa shock saat sang pangeran berniat akan menghabisi keluarganya.


“Tak perlu ku perjelas lagi... kau bisa menafsirkan nya sendiri. Kau tahu bagaimana penderitaan ku setiap hari setelah kepergian istri dan putriku ? Tunggu saja kau akan segera merasakannya juga !” bentak sang pangeran dengan emosi yang masih memuncak dan semakin menjadi.


“Brak....”


Ketua Buana jatuh terjengkang menghantam tembok ruangan itu setelah terkena satu pukulan dari pangeran Diaz. Darah segar langsung mengalir dari sudut bibir orang tua itu.


Suara letaknya bangunan itu akibat terkena hantaman tubuh ketua Buana, membuat ruang lainnya yang ada di sebelahnya mendengar keributan itu. Semua anggota dewan lainnya yang ada di ruangan lain masuk ke ruangan itu dan menyaksikan Pangeran Diaz sedang mengobrak-abrik tempat itu dan tampak kacau sekarang.


Masih belum puas melihat ketua Buana yang sudah terluka Pangeran Diaz maju lagi dan menghampiri ketua Buana. Dia mengangkat tubuh orang itu dengan satu tangannya lalu menghempaskan keras ke tanah.


“Pangeran tolong hentikan ! Kau sudah melukai ketua Buana dan membuatnya babak belur seperti itu !” ucap salah satu anggota dewan datang dan berusaha menjadi penengah untuk meredam situasi yang panas.


Pangeran Diaz yang di butakan oleh amarah tidak mempedulikan sama sekali omongan dari salah satu anggota dewan yang melerai mereka dan malah memukul orang itu juga dan membuatnya jatuh terjerembab ke lantai.


Melihat dua anggota Dewan Konstitusi yang terluka, anggota lain yang ada di sana secara serentak bergerak bersama dan menyerang Pangeran Diaz.


“Oh... jadi kalian beraninya main keroyokan ya ?! Baik akan ku ladeni kalian semua... !” ucap sang pangeran malah menantang mereka semua yang ada di ruangan itu.


Kedua puluh orang yang ada di sana mulai mengeroyok sang pangeran dan menyerang. Mereka tak ragu mengeluarkan kekuatan penuh mereka untuk melawan pangeran Diaz.


“Majulah kalian semua... !” teriak Pangeran Diaz meminta mereka untuk menyerang duluan.


“Brak...!” hanya dengan dua serangan mereka semua jatuh terhempas dan menghantam dinding ruangan itu dan segala perabotan yang ada di sana.


Sepuluh vampir lainnya terkapar dan sepuluh vampir lainnya yang masih berdiri kembali menyerang Pangeran Diaz.


“Dash...” hanya dengan satu hentakan kaki dan satu serangan kesepuluh orang itu jatuh tersungkur ke lantai dan mereka sudah tidak sanggup melawan Pangeran Diaz lagi.


Pangeran Diaz kembali berjalan menghampiri ketua Buana yang masih meringkuk di lantai. Dia mengangkat tinggi tubuh ketua Buana dan akan melakukan serangan pamungkasnya yang akan membuat nyawa sang ketua melayang di tangannya dengan tusukan di jantungnya.


Ketua Buana yang tidak mau mati tempat berusaha memohon ampunan pada sang pangeran dengan menawarkan sebuah kesepakatan.


“Pangeran Diaz ku mohon turunkan aku... tolong jangan lukai aku. Aku akan melakukan apapun yang kau minta asal kau tidak membinasakan seluruh keluargaku...” ucap ketua Buana terus memohon pada Harimau emas itu.


Dia mendekat dengan tatapan membunuh pada ketua Buana.


“Apa yang bisa kau lakukan padaku untuk membayar semua perbuatan mu itu ?” ucapnya sambil memegang kepala ketua Buana.


“A-apa saja yang kau minta pangeran. Tapi tolong jangan sakiti keluarga ku...” ucap ketua Buana kembali memohon.


Pangeran Diaz kini berjongkok di dekat tubuh ketua Buana masih memegang kepalanya sambil memikirkan solusi tepat untuk masalah mereka.


“Begini saja ketua Buana. Aku tak akan menyentuh keluarga mu sama sekali. Tapi kau harus membubarkan Dewan Konstitusi ini. Bagaimana menurutmu ?” ucapnya berbisik do telinga ketua Buana dan membuatnya merinding ketakutan mendengarnya.


Bagaimana bisa dia membubarkan Dewan Konstitusi Vampir begitu saja ? Bagaimana pertanggung jawabannya pada seluruh warga amulet nanti ?berat sekali bagi ketua Buana untuk membubarkan Dewan Konstitusi itu. Namun dia tak sanggup membayangkan jika seluruh keluarganya di bantai habis oleh sang pangeran.


“Pikirkan itu baik-baik. Dan aku akan menunggu kabar baik dari mu segera !” ucap Pangeran Diaz melepaskan kepala ketua Buana lalu berdiri dan melesat pergi dari ruangan Dewan Konstitusi yang menjadi porak-poranda itu.


Beberapa hari kemudian Pangeran Diaz


tak kunjung mendengar kabar dari ketua Buana. Karena tak ada kabar dari ketua Buana, akhirnya Pangeran Diaz datang kembali ke tempat Dewan Konstitusi Vampir bersama tiga puluh orang pengawalnya.


Sesampainya di sana Pangeran Diaz berhenti di depan Dewan Konstitusi. Dia Lalu memimpin ketiga puluh pasukan berkudanya itu untuk maju menghancurkan bangunan itu dan membuatnya rata.


“Serang.... !!!” perintah sang pangeran.


Dan ketiga puluh pengawal berkuda itu maju serentak merobohkan bangunan itu yang dalam sekejap saja luluh lantak menjadi rata. Debu dan pasir menutupi tempat itu.


Setelah puas melihat bangunan Ketua Dewan Konstitusi yang sekarang hancur tak bersisa itu Pangeran Diaz menarik kembali pasukannya dan memimpin mereka meninggalkan tempat itu.


Beberapa hari setelah kejadian hancurnya tempat Dewan Konstitusi Vampir, semua warga amulet akhirnya mengetahui permasalahan Pangeran Diaz dan hal itu menimbulkan berbagai opini publik serta polemik yang memanas di tengah warga amulet.


Beberapa warga amulet lainnya melakukan protes keras pada kinerja Dewan Konstitusi Vampir yang selama ini tak adil dalam menangani permasalahan setiap warga amulet.


Hal itu semakin memanas dan akhirnya membuat raja Netra turun tangan untuk mengatasi masalah yang semakin melebar itu. Banyak terjadi protes di mana-mana yang terus menuntut penutupan Dewan Konstitusi Vampir.


Raja Netra memanggil Raja lainnya dan para petinggi yang ada di sana untuk melakukan diskusi dan membahas masalah itu.


Setelah diadakan pertemuan itu akhirnya disepakati sebuah keputusan yaitu Dewan Konstitusi Vampir resmi ditutup dalam jangka waktu yang tidak bisa di tentukan. Dan untuk masalah penanganan hukum sementara akan di pegang langsung oleh pejabat petinggi kerajaan di bidang hukum.


Sedangkan ketua Buana mendapatkan hukuman dari kerajaan karena terbukti telah menyalahgunakan kekuasaannya dalam menangani beberapa kasus masalah hukum dan terbukti menerima suap dari salah seorang petinggi istana.


Pangeran Diaz tersenyum didalam Villa jantung emas mendengar keputusan itu. Dia sedikit lega mengetahui ketua Buana akhirnya mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatan yang dilakukan pada keluarganya.


BERSAMBUNG...