
Setelah permintaan putus dari Putri Zoya tak membuat hubungan antara Orion dan Galen kandas di tengah jalan. Mereka tetap melanjutkan hubungan kasih mereka seperti biasanya.
Suatu hari saat hari libur, Galen datang ke rumah Orion. Dia mengetuk pintu dan menunggu di situ keluar dari dalam rumahnya.
“tok... tok...”
Orion yang berada di kamar merebahkan diri segera bangkit dan menuju ke ruang tamu setelah mendengar suara pintu diketuk.
“Galen... ?!” panggil Orion setelah melihat lelaki itu berdiri di depan pintu dengan tersenyum kecil menatapnya.
“Kau ada acara tidak hari ini ?” tanya lelaki itu pada Orion yang hanya menggeleng membalasnya.
“Ibu Zoya ada di rumah tidak... ?” tanyanya kembali sambil melirik ke dalam rumah.
“Ibu belum pulang...” jawab Orion lalu menarik tangan Galen dan mengajaknya masuk ke dalam.
Mereka berdua lalu duduk bersebelahan di kursi panjang yang ada di ruang tamu.
“Galen... ada apa kau siang-siang begini mencari ku ?” tanya gadis itu sambil tersenyum simpul lalu menyandarkan tubuhnya ke bahu Galen. Galen pun lalu merangkul Orion.
“Aku rindu padamu...” jawab Galen sambil membelai rambut panjang gadis itu.
“Benarkah... ? kau hanya merindukanku saja ? Tak ada hal lain yang akan kau lakukan ?” tanya Orion kembali kereta percaya pada ucapan lelaki itu.
“Lalu kau ingin aku melakukan apa padamu ?” tanya balik Galen pada gadis itu sambil mendekatkan wajahnya pada Orion.
“Apa... ?” ucap Orion setelah menarik kepalanya dari bau Galen dan beralih menatap mukanya. Saat wajah mereka berdekatan keren pun segera mencium bibir Orion yang dengan lembut hingga mereka jatuh ke kursi panjang yang ada di ruang tamu dan mengakhiri ciuman mereka.
“Orion... sebenarnya aku ingin mengajakmu keluar dan mengajari mu beberapa kekuatan amulet untuk menjaga dirimu sendiri.” ucap Galen pada gadis itu setelah kembali duduk.
“Melatih ku kekuatan amulet ?” Orion tampak histeris dan senang sekali mendengar apa yang di ucapkan Galen barusan. Dia segera duduk di samping Galen.
“Ayo kita latihan sekarang...” ucap Orion riang sambil menarik Galen keluar dari rumahnya.
“Kau bersemangat sekali...” ujar Galen ikut senang melihat gadis itu tertarik untuk berlatih.
Mereka berdua pun keluar dari rumah lalu menyusuri jalan dan mencari tempat yang cocok untuk melatih Orion.
Di tengah jalan mereka melihat sebuah tanah kosong luas yang cocok sebagai tempat untuk berlatih.
“Orion berhenti, kita latihan di sini saja !” ucap Galen tiba-tiba berhenti sambil menunjuk tanah kosong di depannya.
Orion menurut dan mengikut saja ada Galen. Mereka kemudian masuk ke tanah berumput hijau yang luas dan tak berpenghuni itu.
“Orion... untuk latihan awal aku akan melatih mu menggunakan sihir api dan juga sihir es.” ucap Galen pada Orion dan memulai latihannya.
Galen mempraktikkan kekuatan sihir api dan menunjukkan nya pada Orion. Dia menunjukkan langkah-langkah menggunakan kekuatan sihir api pada Orion.
“Sekarang coba kau praktikkan teknik sihir api seperti yang ku ajari tadi.” ucap Galen mengakhiri menggunakan teknik sihir api dan meminta Orion ganti melakukannya.
“Ya aku akan mencobanya.” jawab gadis itu lalu melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Galen tadi. Muncullah sebuah api kecil di telapak tangan Orion.
Galen menghampiri Gadis itu dan terkejut sekali saat melihat api yang dikeluarkan oleh Orion merupakan jenis sihir api yang lebih kuat dari kekuatan miliknya.
“Apa yang kebanyakan orang katakan ternyata salah. Mereka bilang saxion adalah sampah dan ternyata malah lebih kuat dari amulet pada umumnya.” batin Galen masih menatap api biru di tangan kekasihnya itu dengan takjub.
“Orion... aku tak menyangka kekuatan sihir api mu itu lebih hebat dari milik ku. Dan kau menguasainya dengan cepat.” ujar Galen sambil menghampiri Orion dan tersenyum lebar pada gadis itu.
“Galen... aku tahu kau hanya membesarkan hatiku saja. sebenarnya kau menertawakan kegagalanku ini, kan ?” timpal Orion yang merasa kekuatannya lemah sekali.
“Aku mengatakan yang sebenarnya padamu Orion. Aku tidak mengada-ngada mengenai kekuatanmu itu.” ucap Galen lagi dengan penampakan wajah serius dan tanpa tersenyum agar gadis itu tidak mengira hanya bercanda.
“Ah... baiklah jika kau bilang begitu maka aku akan percaya padamu.” balas Orion yang tersenyum lebar menatap Galen.
“Oke kita lanjutkan latihannya. Sekarang kau harus bisa mengontrol kekuatan sihir api itu. Perhatikan ini.” ucap Galen memberi contoh lagi cara menggunakan kekuatan sihir api itu dan mengubahnya menjadi besar.
Orion memperhatikan Galen lalu mencoba mempraktekkan apa yang dilihatnya.
“Benar... itu sudah benar. Sekarang ayunan tanganmu seperti ini untuk menggunakan kekuatan sihir api itu.” ucap Galen lagi memberi contoh dan menghempaskan api itu pada rumput tinggi yang ada di hadapannya dan membuatnya terbakar.
Orion mengikuti apa yang dilakukan galeri dan menghempaskan api biru di tangannya yang mampu membuat rumput di hadapan mereka sejauh 2 km terbakar.
“Bagus Orion... ternyata kau sudah bisa menguasai dalam pertama latihan.” ucap Galen sambil memadamkan api hasil latihan mereka agar tidak membuat tempat latihan mereka kebakaran.
Setelah memadamkan api, Galen mengajak Orion untuk duduk beristirahat sebentar sebelum melanjutkan latihan berikutnya. Mereka duduk berdua di sebuah pohon sambil menatap rerumputan hijau di sana. Orion menyandarkan kepalanya ke bahu Galen. Dan Galen merangkul Orion agar gadis itu tidak jatuh dari pohon.
Di lain tempat Krish yang sesekali bertemu dengan Danie dan Arvin jika mempunyai waktu luang. Kali ini mereka kembali bertemu di markas tim siluman yang pernah mereka buat dulu. Meskipun misi sudah dibubarkan namun Makasih itu tetap berdiri dan sering mereka gunakan untuk sekedar minum bersama atau pun mengobrol santai.
Seperti biasa di meja markas itu terdapat beberapa botol anggur di meja. Krish masuk ke markas bergabung dengan Arvin dan Danie yang sedang meneguk satu botol anggur.
“Hey Krish... bergabunglah dengan kami. Kami sudah lama menunggumu.” panggil Arvin saat melihat rekannya itu masuk dan mengangkat satu botol anggur dan menawarkannya pada lelaki itu.
Krish duduk di depan mereka berdua dan mengambil botol anggur yang tadi di tawarkan oleh Arvin dan mulai meneguknya.
“Bagaimana kabar kalian ?” tanya Krish pada mereka berdua.
“Kami baik-baik saja. Kami kalau ada waktu setelah menjalankan beberapa tugas dari istana.” jawab Danie pada Krish masih memegang segelas penuh anggur dan mulai menyesapnya.
“Aku masih teringat pada luka di tubuh ku yang di berikan oleh Pangeran Galen.” ucap Krish yang tampak kesal dan tak terima dengan perlakuan Galen padanya.
“Lalu apa rencana mu ?” tanya Arvin sambil menaruh gelas kosong kemeja.
“Aku akan memberinya sedikit pelajaran agar dia tak lagi bisa tersenyum.” timpal lelaki itu sambil tertawa lantang.
Melihat Krish yang tertawa lebar, kedua rekannya pun yang ada di sana ikut tertawa bersamanya.
“cheers... !” Mereka kembali menuang anggur ke gelas lalu meminumnya bersama sampai habis dengan tersenyum menyeringai.
BERSAMBUNG...