
Beberapa hari setelah kejadian itu Putri Zoya berpikir dan mencari cara untuk membuat para warga di sana tidak mempedulikan pertumbuhan Orion yang cepat untuk mengantisipasi identitas putrinya akan terungkap.
Putri Zoya siang itu sedang duduk di ruang tamu dan termenung. Sementara itu Orion pulang dari sekolah.
“Ibu... aku pulang...” ucap anak itu masuk ke rumah namun tak ada tanggapan dari ibunya.
Dia melihat ibunya yang sedang duduk di kursi sambil melamun tak seperti biasanya. Anak itu duduk disebelah ibunya sambil menaruh tas di sampingnya.
“Ibu.... ada apa... ?” tanya anak itu sambil memegang tangan ibunya yang membuat Putri Zoya tersadar dari lamunannya.
“Ah iya... Orion kamu sudah pulang nak ?” tanyanya tersentak saat melihat putrinya di sebelahnya.
“Apa yang sedang ibu pikirkan...? Tadi aku memanggil ibu tapi tak ada jawaban.”jelasnya singkat dan terlihat sedikit kesal pada ibunya karena tidak memperhatikannya.
“Tidak ada nak... oh ya ibu mau ke rumah Ariel setelah ini. Apa kau mau ikut ?” tanyanya melihat putrinya yang cemberut sambil mengelus rambutnya.
Anak itu yang awalnya sebal pada ibunya mendadak kembali ceria setelah ibunya menawari dia ikut bersama ke rumah Ariel.
“Tentu saja aku mau bu... kapan kita berangkat bu ?” tanyanya antusias dan segera ingin bermain dengan temannya itu.
“Setelah ini kita berangkat. Kau gantilah baju dulu.” ucapnya meminta anak itu segera bergegas.
Anak itu segera menaruh tasnya kemeja dan berganti baju. Beberapa saat kemudian dia sudah kembali dengan tersenyum lebar dan menggandeng tangan ibunya. Mereka berdua pun pergi ke rumah Ariel.
Lima belas menit berikutnya mereka tiba di rumah Ariel dan sudah berdiri di depan rumahnya.
“tok... tok... tok...” Orion mengetuk pintu rumah itu dengan cepat karena tak sabar ingin segera bertemu dengan temannya.
Ariel yang saat itu sedang rebahan di ruang tamu segera bangun saat mendengar ada tamu yang datang.
“Tunggu sebentar...” anak itu bangun dan berjalan ke pintu.
“Orion... Ibu Zoya... ada apa kalian datang kemari ?” tanyanya saat membuka pintu dan melihat mereka berdua yang bertamu.
“Ibu ada urusan dengan ayahmu... apa ayah mu ada di dalam ?”ucapnya menjelaskan maksud kedatangannya ke sana.
“Ada... kalian masuk dulu. Aku akan panggilkan ayah.” ucapnya mempersilakan mereka berdua masuk dan menunggu ayahnya.
Putri Zoya dan Orion masuk lalu duduk di kursi. Sedangkan Ariel pergi ke belakang dan memanggil ayahnya.
Beberapa saat kemudian Ariel kembali bersama Ayahnya.
“Ada apa kau datang kemari mencari ku Zoya ?” tanyanya pada wanita itu karena tak biasanya dia datang mencarinya.
“Begini ada suatu masalah yang terjadi... sebenarnya aku mau minta bantuan dari mu. Mungkin kau bisa membantuku...” ucapnya tanpa basa-basi dan langsung ke inti permasalahan.
Fredi menatap kedua anak yang ada bersama mereka saat itu. Jika ada kedua anak itu maka mereka tak bisa bicara dengan leluasa.
“Ariel lebih baik kau main di luar sana dengan Orion dulu. Ayah mau membicarakan sesuatu hal yang serius dengan ibunya Orion.”
“Ya ayah...” jawab anak itu senang.
“Orion... ayo kita main di luar...” ucapnya sambil tersenyum lebar lalu menarik tangan anak itu dan segera keluar dari ruang tamu meninggalkan ayah dan ibu mereka sendiri.
“Jadi masalah apa yang tadi kau bahas ?” tanya Fredi kembali ke pokok permasalahan.
“Sebagai keturunan amulet, Orion tumbuh dengan cepat. Dan sudah ada warga yang menyadari pertumbuhan Anak itu yang cepat. Apa kau bisa membantu ku mengatasi hal itu ?” jelasnya panjang lebar pada lelaki di depannya itu dan berharap dia bisa membantunya kali ini.
Fredi diam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Putri Zoya untuk berpikir mencarikan solusi dari permasalahan yang disebutkan wanita itu.
“Menurutku ada satu cara yang efektif untuk mengatasi hal itu. Mudah Saja cukup dengan menghapus ingatan mereka tentang hal itu.” jawabnya setelah menemukan solusi untuk masalah itu.
Putri Zoya tersenyum mendengar lelaki itu punya solusi yang efektif untuknya.
“Kau yakin akan hal itu ?” tanyanya lagi yang masih tidak percaya pada pernyataan lelaki itu.
“Ya tentu saja. Kau memang vampir lemah. Begitu saja kau tidak bisa mengatasinya...” ucap Fredi menegaskan kembali kalau dirinya bisa mengatasi hal itu dengan mudah.
“Berarti aku datang orang yang tepat kali ini....” ucap sang putri kecilnya kembali tersenyum meski lelaki itu meledeknya.
Setelah membahas itu dan rencana apa yang akan dilakukan selanjutnya Putri Zoya berpamitan dan berterima kasih padanya.
Malam harinya Fredi datang ke rumah Orion bersama Ariel. Disana Putri Zoya dan Orion sudah menunggu kedatangan mereka berdua.
“Fredi... Ariel kalian berdua masuklah dulu.” ucap sang putri saat melihat mereka berdua datang dan meminta mereka duduk di dalam.
Fredi duduk di sebelah sang putri. Dia menatap Orion yang duduk berdua dengan Ariel.
“Zoya tapi aku juga harus mengubah ingatan Orion tentang pertumbuhan dirinya yang tidak normal agar dia juga tidak merasa dirinya aneh.” ucapnya berbisik di telinganya dan sang putri hanya mengangguk saja.
“Orion... coba duduk di sebelah paman Fredi ada yang mau paman bicarakan denganmu.” perintah Putri Zoya pada Orion.
Orion yang tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh ayah Ariel itu menurut saja pada perkataan ibunya. Dia segera berdiri dan duduk di sebelah lelaki itu.
Fredi lalu memegang kepala anak itu untuk menghapus memori tentang anggapan yang merasa dirinya tumbuh cepat dan menggantinya dengan memori baru yang menganggap dirinya normal dengan anak lain.
Seketika anak itu merasa kepalanya pusing sekali dan terasa berputar-putar serta tak bisa berpikir. Anak itu tak sadarkan diri dan Fredi membaringkan tubuhnya di kursi sambil terus menghapus ingatannya.
“Ayah apa yang kau lakukan pada Orion, kenapa membuatnya kesakitan ?” tanya anak itu setelah melihat Orion pingsan.
“Sudah kau masih kecil dan belum tahu. Jadi diam saja dan lihat ayah.” ucap Fredi pada putranya dan memintanya duduk saja menunggunya.
Setelah ritual yang dilakukan pada Orion selesai, kini dia mulai melakukan ritual untuk warga yang tinggal di dekat mereka.
Fredi meminta Ariel tetap didalam rumah untuk menemani Orion yang masih tak sadarkan diri. Sementara itu dia keluar rumah bersama Putri Zoya.
Karena di luar masih tampak ramai Fredi pun mulai menggerakkan tangannya dan membuat orang yang masih terjaga itu merasa ngantuk.
Beberapa saat kemudian orang yang masih berada di luar itu masuk ke dalam karena merasa ngantuk berat.
Setelah memastikan semua orang tertidur Fredi mulai melakukan aksinya. Dia mengeluarkan asap putih tipis taj berbau yang masuk ke semua rumah yang ada di sana.
Semua orang yang menghirup asap itu mulai bermimpi. Dan mimpi mereka semua sama. Mereka bermimpi tentang Orion yang tumbuh normal sama dengan putra-putri mereka.
BERSAMBUNG....