
Putri Zoya menatap Orion yang sudah berdiri di sebelahnya lalu melepaskan tangannya dari leher Galen untuk menjaga perasaan putrinya.
“Orion kau tidak tahu kan siapa Galen sebenarnya ? Kau sudah ditipu olehnya. Ibu akan memberitahu mu sekarang. Mungkin saja dia adalah utusan dari negeri amulet yang dikirim untuk menangkap kita.” ucap Putri Zoya menjelaskan pada Orion.
Galen tampak menghirup nafas dalam-dalam setelah wanita itu melepaskan tangan dari lehernya.
“Galen... kau tak apa ?” tanya Orion melihat nafas Galen yang tersengal. Dan lelaki itu hanya mengangguk untuk menjawabnya. Tatapan Orion kembali beralih pada ibunya.
“Ibu... ibu salah paham. Galen Tak ada niat untuk mencelakai kita. aku tahu jika dia adalah seorang amulet. Dan sebelumnya aku juga sempat salah paham padanya namun semua itu sudah beres.” ucap Orion menyanggah tuduhan tak benar dari ibunya pada Galen.
Mendengar perkataan yang dikatakan oleh Orion barusan Putri Zoya tampak terkejut.
“Apa... jadi kau mengetahui jika Galen adalah seorang amulet ?” tanya Putri Zoya yang terperanjat kaget saat melihat Orion yang mengangguk.
“Tidak mungkin... kau jangan mau di tipu oleh dia Orion. Aku yakin dia sebenarnya adalah salah satu utusan dari dewan konstitusi atau yang lainnya untuk memburu kita.” timpal Putri Zoya lagi yang masih tak percaya pada Galen dan terus meyakinkan putrinya.
“Ibu... sudah ku bilang Galen bukan salah satu dari mereka.” ucap Orion kembali untuk meyakinkan ibunya.
Orion menatap Galen lalu menghampiri nya dan mengajaknya duduk. Dia sengaja duduk disebelah lelaki itu agar ibunya tidak melakukan tindakan kasar paa Galen lagi.
“Ibu Zoya... aku akan jelaskan sekarang pada ibu.” ucap Galen setelah nafasnya teratur tidak tersengal lagi menatap Putri Zoya yang masih tak percaya dan menahan emosi.
Putri Zoya duduk dan mencoba mendengar penjelasan dari Galen setelah mencoba meredam emosinya.
“Ibu Zoya sebelumnya memang aku ke sini menjalankan suatu misi yang dari Raja Netra...” ucapnya tampak tegang memberitahu kan kebenarannya pada wanita itu karena takut dia akan membencinya.
Melihat Galen yang seperti itu, Orion menggenggam tangan Galen kuat untuk memberinya support dan agar dia tak takut menyampaikan kebenarannya pada ibunya.
“Tapi di tengah misi aku benar-benar terpikat oleh putri Ibu.” lanjut Galen melanjutkan kalimatnya.
Putri Zoya nampak kembali emosi setelah mendengar keberadaan Galen disini karena terlibat suatu misi.
“Misi kata mu... misi apa ? Apakah misi untuk membunuh kami ?” tanya Putri Zoya lagi dengan nada tinggi.
“Misi untuk menyelidiki keturunan saxion saja ibu...” ujar Galen merasa bersalah ikut serta dalam misi itu.
“Jadi sampai sekarang pihak amulet masih menyelidiki kami berdua meskipun kami sudah pergi dari negeri itu ?” batinnya setelah mendengar cerita dari Galen.
“Ibu tak perlu khawatir karena misi ini sudah berakhir dan tak ada dari negeri amulet sana yang di perintahkan untuk menangkap kalian berdua.” terang Galen saat melihat raut muka Putri Zoya berubah menjadi cemas.
Setelah mendengar penjelasan dari Galen, amarah Putri Zoya pun sedikit mencair. Namun Meskipun begitu tetap tidak menurunkan kewaspadaannya pada anak muda itu.
“Lalu siapa kau sebenarnya ?” tanya Putri Zoya yang masih belum mengetahui identitas kekasih putrinya itu.
“Apa... mereka mengirim seorang pangeran untuk menjalankan sebuah misi ?” tanya wanita itu kembali terkejut karena biasanya cukup seorang pengawal biasa saja yang menjalankan misi kecil seperti itu.
“Ah Galen kau... kau tak pernah mengatakan hal itu padaku sebelumnya...” ucap Orion yang telah terkejut setelah mendengar pernyataan Galih barusan meskipun sebelumnya dia sempat mendengar beberapa amulet yang dulu mengejarnya juga berkata demikian.
"Ah... maaf aku belum menceritakannya padamu.” balas Galen sambil tersenyum kecil menatap Orion.
“Galen apa kau tahu bagaimana kami di mata para amulet sana ? Dan apa yang akan terjadi jika keluarga mu mengetahui kau menjalin hubungan terlarang seperti ini ? Aku tak ingin putriku menderita dan menjalani hidup yang sama seperti ku.” ucap Putri Zoya tiba-tiba
Galen dan Orion saling berpandangan setelah mendengar perkataan ibunya Orion barusan.
“Ibu Zoya aku benar-benar serius pada Orion. Dan aku kita akan membuat dia mengalami apa yang pernah ibu alami sebelumnya.” jawab Galen mantab tanpa keraguan dan yakin bisa menjaga Orion.
“Semua tak semudah yang kau bayangkan Galen. Aku sudah pernah mengalaminya. Bahkan suami ku sendiri saja tak bisa berbuat apa-apa pada ku...” ucapnya lagi yang kemudian terlihat tampak sedih karena kembali teringat masa lalunya dengan Pangeran Diaz harus berakhir di tengah jalan seperti ini.
“Aku akan memperjuangkan hal seperti itu tak akan terjadi ibu Zoya. Aku janji pada Ibu.” ucap Galen kembali meyakinkan ibunya Orion.
“Huft... Galen, aku sarankan kau akhiri saja hubunganmu dengan putriku.” kata Putri Zoya singkat dan jelas.
Galen dan Orion tampak kembali saling bertatapan dan saling menggenggam tangan dengan erat. Mereka tak percaya jika wanita itu meminta mereka berdua untuk putus.
“Ibu.... aku tidak bisa menuruti apa yang Ibu minta kali ini.” ucap Galen dan Orion bersamaan menolak permintaan ibunya saat itu.
“Kalian berdua sebaiknya pertimbangkan itu dulu. Itu semua untuk kebaikan kalian berdua.” ucap wanita itu kembali lalu pergi dari ruang tamu meninggalkan mereka berdua dan masuk ke dalam.
“Sayang sekali kau adalah seorang pangeran, Galen. Jika saja kau hanya seorang ambulans biasa Mungkin aku akan merestui hubungan kalian berdua.” batin Putri Zoya menahan kesedihan karena terpaksa melakukan itu.
“Galen... bagaimana ini... ? Apa yang harus kita lakukan ?” tanya Orion pada Galen di ruang tamu merasa galau. Kenapa di saat dia sudah bisa menerima Galen, justru ibunya yang tidak bisa menerima hubungan mereka berdua.
“Orion... dengarkan aku. Aku Mungkin ini hanya sementara saja karena ibumu sedang marah padaku dan akan kembali seperti biasa saat amarahnya sudah reda.” ucap Galen pada Orion untuk menenangkannya.
“Tapi Galen... ibu ku tidak pernah bercanda dengan apa yang diucapkannya...” bantah Orion.
“Tenanglah... aku tak akan membiarkan hal buruk seperti itu menimpa kita Orion. Asal kau tetap di sisiku aku akan melakukan apapun untukmu.” ucap Galen kembali menegaskan dan meyakinkan gadis itu agar percaya pada apa yang diucapkannya.
Orion tersenyum menatap Galen lalu memeluknya. Mereka berdua lalu keluar dari rumah. Mereka berdua keluar untuk merefresh pikiran mereka setelah apa yang barusan terjadi.
Putri Zoya diam-diam memperhatikan mereka berdua dari balik jendela. Meskipun dia sudah melarang hubungan Galen dan Orion, namun dua anak itu terlihat tak terpengaruh sama sekali dengan ucapannya dan tetap terlihat seperti biasanya.
“srak...” Putri Zoya menutup kembali tirai jendela setelah melihat Orion dan Galen pergi. Dia lalu menatap lantai dengan pandangan kosong memikirkan apakah tindakannya barusan benar atau tidak.
BERSAMBUNG...