Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 119 Penerimaan


Beberapa hari berlalu dan Orion masih saja tetap keras kepala dan belum bisa menerima ayahnya. Namun Pangeran Diaz tampak bersabar menghadapi putrinya.


Karena tak ada aktivitas di rumah maka Pangeran Diaz pun mengikuti istrinya saat pergi ke rumah makan dan menemani wanita yang di cintai nya itu.


Mereka berdua duduk di ruang khusus setelah tak ada hal yang bisa mereka kerjakan.


“Sayang... aku tak menyangka rumah makan ini ramai sekali. Itu artinya menu yang kau buat itu enak.” ucap Pangeran Diaz memuji rumah makan milik istrinya. Dan Putri Zoya hanya senyum saja mendengar pujian dari suaminya lalu menyandarkan kepalanya ke lengan suaminya


“Bagaimana bisa kau membuka rumah makan ini sayang ?” tanya Pangeran Diaz lagi sambil merangkul istrinya.


“Ceritanya panjang sayang... aku mendadak mendapatkan Ide ini saat keadaan terdesak.” jawabnya sambil menyentuh pipi suaminya.


“Bagaimana jika kita juga membuka rumah makan saat kita kembali ke negeri amulet nanti ?” tanya Pangeran Diaz untuk membuat istrinya senang. Namun wanita langsung menyingkirkan tangan Pangeran Diaz yang merangkul nya.


“Sayang... ku rasa aku tak bisa kembali ke sana. Apa yang akan terjadi nanti jika kau mengajakku kembalikan negeri amulet ?” ucap Putri Zoya menolak secara halus dan raut mukanya berubah serius setelah mendengar suaminya menyebut kata amulet.


“Jadi kau tak ingin tinggal di sini ?” ucap Putri Zoya menggeser duduknya menjauh dari suaminya.


“Sayang... jangan salah paham dulu. Aku ingin selalu bersamamu di manapun kau berada. Tapi menurutku aku kita harus kembali ke negeri amulet dan menuntaskan masalah kita yang tertunda.” ucap Pangeran Diaz menjelaskan yang merasa ada kesalahpahaman diantara mereka berdua.


“Jika kau mengajakku bersama Orion kembali lagi ke sana apa tidak sama saja dengan menyerahkan nyawa kami berdua ?” ucap Putri Zoya yang terlihat kesal dan tampak marah karena tidak mengerti jalan pikiran suaminya. Wanita itu kemudian berdiri dan pergi meninggalkan suaminya. Namun Pangeran Diaz segera menariknya dan mengajaknya duduk kembali.


“Sayang biar ku jelaskan dulu tolong dengarkan. Aku ingin kita kembali ke negeri amulet dan tentu saja aku akan membuat semua warga di sana bisa menerima mu dan Orion. Aku akan mencari jalan untuk mengubah aturan itu.” ucap Pangeran Diaz menjelaskan dan terlihat istrinya mulai bisa memahaminya.


“Tapi sayang aku belum siap untuk kembali ke sana...” jawab Putri Zoya bersikeras menolak ajakan suaminya.


“Itu tidak sekarang kita akan pindah ke sana. Mungkin beberapa waktu lagi setelah aku menemukan sebuah solusi.” jawab lelaki itu mencoba meluruskan masalah agar tidak terjadi pertikaian diantara mereka berdua setelah sekian lama berpisah.


“Ya sayang... semoga kau bisa menemukan solusi yang tepat untuk masalah ini.” jawab Putri Zoya setelah lama terdiam dan akhirnya mendukung suaminya.


Satu bulan berlalu. Pangeran Diaz mulai terbiasa menemani istrinya ke rumah makan setiap harinya untuk mengisi waktunya dan mengalihkan pikirannya dari kesedihan pada Orion yang masih belum bisa membuka hati untuknya.


Jauh di negeri amulet tampak Krish yang masih menyimpan dendam pada Galen kembali melakukan pergerakan di negeri Anubis untuk membuat lelaki itu merasakan sakit sama seperti rasa sakit yang diberikan olehnya padanya.


Siang hari Orion pulang dari akademi bersama Galen dan perpisahan di tengah jalan seperti biasanya.


“Kau yakin tidak mau ku antar sampai rumah ?” tanya Galen yang merasa khawatir pada Orion dan ingin mengantarnya pulang.


“Tidak Galen... aku pulang sendiri saja. Kau tak perlu khawatir tak akan ada yang terjadi padaku.” jawab Orion menolak tawaran Galen.


Entah kenapa Galen masih merasa khawatir saja pada Orion. Dia pun mengeluarkan gelang yang memang sudah lama di buatnya untuk Orion.


“Orion pakailah ini.” Galen memakaikan gelang yang terbuat dari tali berwarna coklat dan ada semacam sensor di sana.


“Apa ini... ?” tanya Orion menatap gelang coklat di tangannya.


“Tekan batu putih ini jika kau dalam bahaya dan aku akan segera datang.” jawabnya memberikan penjelasan sambil menunjukkan cara kerjanya.


Orion mengangguk tanda mengerti harus segera pulang menuju ke rumahnya.


“klik...” Orion membuka pintu rumah yang tidak terkunci.


Tanpa rasa curiga dia pun segera masuk ke rumah dan menutup kembali pintu rumah.


Orion masuk ke kamar dan berganti baju lalu merebahkan tubuhnya yang terasa lelah setelah berjalan di tempat tidur.


“tap... tap...” terdengar suara langkah melewati kamarnya.


Orion bangkit dari tidurnya untuk memeriksa siapa yang barusan lewat. Dia keluar dari kamar dan melihat tak ada siapapun di luar kamarnya.


“Aneh... tidak ada orang di sini...” gumamnya lalu masuk kembali ke kamar dan duduk di tempat tidur.


“Mungkin saja itu tadi ayah dan sekarang sudah keluar rumah.” batin Orion menduga karena tak menemukan aroma mencurigakan di rumahnya.


“Zapp... !” tak berapa lama kemudian ada seorang lelaki yang masuk ke kamar Orion.


Orion berdiri dan berbalik saat merasakan ada seseorang yang masuk ke kamarnya dan tercium aroma amulet lain.


“Kau.... ??!” ucap Orion saat melihat Krish yang sudah berdiri di depannya.


“Halo... apa kabar... ?” jawab Krish sambil tertawa lebar menatap Orion.


“Tidak... !” teriak Orion lalu segera berlari keluar dari kamarnya dan menuju ke luar rumah.


Dalam sekejap Krish bisa menangkap Orion dan menghalanginya keluar dari rumah.


“Tidak.... lepaskan aku... !!” teriak Orion meronta saat lelaki itu berhasil memegang erat tangannya.


“Kau tak bisa lari sekarang. Tak akan ada yang menyelamatkanmu kali ini. Pangeran Galen kau akan menerima pembalasan ku kali ini !” ucap Krish sambil tersenyum menyeringai.


Orion mengeluarkan semua kemampuannya yang bisa dan membuat dirinya bisa lepas dari cengkraman Krish.


Dia teringat pada gelang yang tadi diberikan Galen padanya dan menekannya.


Sementara itu di rumah Galen tampak lelaki itu sedang tertidur pulas di tempat tidurnya. Gelang di tangannya terus menyala tapi dia tidak mengetahuinya.


Kembali ke Orion yang menunggu kedatangan Glenn dan belum datang juga. Dia pun kini melawan Krish dengan kekuatan esnya.


“Terima ini... !” teriak Orion mengeluarkan kekuatan es pada Krish dan membuatnya membeku.


“krak... !” Krish bisa mematahkan serangan dari Orion.


“Aku sudah pernah menerima serangan musuh sebelumnya dan sekarang ini tak mempan lagi padaku !” teriak Krish lalu balas menyerang Orion dan mampu memberikan luka pada gadis itu.


Di rumah makan, Pangeran Diaz merasa ingin pulang karena merasa mengantuk. Dia sedang duduk sendiri di sudut ruangan karena istrinya sedang sibuk.


“Sayang aku pulang sebentar ke rumah dan akan kembali lagi ke sini.” ucapnya menghampiri Putri Zoya yang sedang berada di bagian dapur saat itu karena banyak pengunjung rumah makan yang datang.


Setelah berpamitan pada istrinya Dia segera menuju ke rumah. Sesampainya di depan rumah dia mendengar suara berisik dari dalam rumah.


BERSAMBUNG...