
Putri Zoya dan Orion terus berjalan meninggalkan tempat itu. Untuk terakhir kalinya mereka menatap rumah nenek Hera, rumah yang memberikan mereka kehangatan dan harapan.
“Ayo kita pergi dan lanjutkan perjalanan sebelum malam datang...” ucap sang Putri pada Orion dan mereka kembali meneruskan langkah mereka menuju ke tempat baru, jauh dari tempat nenek Hera.
“Ibu Kita akan pergi kemana... ?”
“Kita melangkah saja ke depan, nanti kita akan tiba di suatu tempat baru. Dan semoga saja kita akan cocok di sana.” tambah sang putri sambil tersenyum untuk menghapus rasa sedih yang masih melanda di hatinya saat itu.
Mereka pun terus berjalan menyusuri jalanan yang berbatu dan panjang itu. Putri Zoya menguatkan hatinya dengan melihat senyum Orion yang terkembang di bibir mungilnya itu. Sedikit senyuman dari putrinya itu memberikan semangat yang besar pada dirinya untuk tetap bertahan dan terus maju dalam kondisi seperti apapun.
“Sayang... andai saja kau ada disini kami pasti tak akan kesulitan seperti ini. Bagaimana keadaanmu sekarang... aku rindu sekali padamu... semoga suatu saat kita bertiga bisa berkumpul kembali...” batin sang putri teringat kembali pada suaminya dikala sedih melanda dirinya dan menangis dalam hati karena mengalami kejadian itu.
Setelah berjalan cukup jauh dan melewati beberapa hutan serta beberapa rumah penduduk akhirnya mereka tiba di suatu tempat. Karena hari sudah malam Putri Zoya memutuskan untuk berhenti dan mencari tempat yang bisa ditinggali bersama putrinya. Dia melihat banyak bangunan kosong yang ditinggalkan di tempat itu.
Dia mencari penghuni yang menempati itu, namun tak ada satu pun orang yang dia temukan di sana. Entah kemana para penduduk yang mendiami tempat tidur pergi.
Mereka lalu memasuki rumah lainnya dan ternyata sama saja rumah itu kosong tak berpenghuni, begitu juga dengan rumah lainnya yang ternyata juga kosong setelah mereka memasukinya.
“whoosh....” angin berhembus kencang memasuki rumah kosong itu.
“prang...” suara gelas terjatuh dari meja yang terkena hembusan angin kencang.
Suara itu membuat Orion kecil kaget dan takut mendengar suara itu dan membuat bulu kuduknya merinding.
“Ibu...” ucapnya takut dan bersembunyi di balik tubuh ibunya.
“ciit.... ciit....” seekor tikus keluar dari sebuah lemari di rumah itu dan melewati kaki Orion.
“Aauw.... ibu... aku takut....” teriak Orion berpegangan erat pada kaki ibunya.
“Tak apa sayang... itu hanya tikus.” ucapnya lalu menggendong anak itu.
Putri Zoya berjalan masuk dan memeriksa rumah kosong itu. Dia bisa menyimpulkan rumah itu sudah lama di tinggalkan dari tumpukan debu tebal yang ada di sana juga dari beberapa perabot yang rusak karena tidak terawat.
Mereka keluar dari rumah itu dan melihat ke deretan rumah kosong itu.
“Ibu... malam ini kita akan menginap di mana... ?” tanyanya pada sang ibu saat mulai merasa kedinginan ketika angin kembali menerpa tubuhnya.
“Tunggu sebentar nak... ibu akan memeriksa rumah lain yang cocok untuk kita tinggali.” ucapnya sambil berjalan kembali sambil memilih rumah yang nyaman untuk mereka tinggali.
Putri melihat ada sebuah rumah yang terlihat menarik di antara rumah lainnya. Rumah itu terlihat berbeda sendiri. Di mana rumah itu terlihat paling bersih dan paling terawat diantara rumah lainnya.
Putri Zoya masuk lebih dalam lagi dan memeriksa setiap ruangan yang ada di rumah itu. Dia melihat ada sebuah foto keluarga yang tergantung di dinding dekat pintu masuk, seorang laki-laki dan wanita dengan dua anak kecil perempuan.
“kriek....”
Lagi-lagi angin berhembus kencang masuk ke rumah dan membuat salah satu pintu terbuka yang kembali membuat Orion berjingkat dan ketakutan lalu berlari dan memegangi kaki ibunya erat-erat.
Ada tiga kamar di sana, satu kamar utama dan dua kamar untuk anak-anak. Orion tersenyum lebar saat memasuki kamar anak dan melihat banyak mainan di sana.
Mereka lalu masuk ke dapur dan menemukan peralatan dapur masih lengkap serta masih bisa digunakan. Setelah memeriksa dapur mereka keluar kembali ke ruang depan dan duduk di kursi yang ada di ruangan itu sambil melihat ke sekeliling.
Satu hal yang masih mengganjal pikiran Putri Zoya kenapa rumah di situ kosong semua ? Apa sebab para penghuni itu meninggalkan rumah di sana ? Apakah ada bencana alam yang terjadi saat itu dan memaksa mereka pergi dari rumah itu ataukah ada sesuatu yang lain ? Perampokan atau lainnya ?
“Semoga saja bukan hal buruk yang menimpa penghuni rumah ini sebelumnya dan hal buruk itu tidak menimpa kami.” batin sang putri setelah memikirkan segala kemungkinan penyebab rumah itu kosong.
Hari pun semakin larut dan mereka berdua merasa mengantuk. Putri berjalan ke depan lalu menutup pintu karena angin dingin yang masuk ke dalam rumah semakin dingin dan menusuk tulang.
“Ayo kita tidur dulu nak...!” ajak sang putri pada Orion.
Mereka lalu masuk ke salah satu kamar dan tidur bersama. Putri mengusap rambut Orion sambil membacakan sebuah dongeng pada anak itu seperti yang biasa di lakukan saat mereka masih tinggal di villa jantung emas.
Beberapa saat kemudian setelah Putri Zoya selesai membacakan cerita anak berjudul buaya dan rusa, Orion tertidur.
Putri Zoya merebahkan diri di samping Orion dan memejamkan mata. Sudah lama dia memejamkan mata namun ternyata dia masih sadar dan tidak bisa tidur. Dia khawatir tinggal di tempat sunyi itu. Sekali lagi dia keluar dari kamar dan memeriksa ruangan itu untuk memastikan rumah itu benar-benar aman untuk mereka.
Dia berjalan dari ruang depan sampai ke ruang belakang dan tidak menemukan ada yang mencurigakan di sana. Karena tak ada sesuatu yang perlu di khawatirkan, Putri Zoya akhirnya kembali lagi masuk ke kamar dan berbaring disebelah Orion. Kali ini wanita itu benar-benar tidur setelah merasa nyaman dan tidak ada hal yang perlu ditakutkan. Dia bisa tidur dengan pulas setelah merasa lelah karena seharian berjalan.
Di tengah malam tiba-tiba sang putri terbangun saat mendengar suara pintu yang terbuka di rumah itu. Dia bangun dan memeriksa pintu di kamar sebelah yang ternyata terbuka sendiri. Padahal dia yakin pintu itu sebelumnya sudah ditutupnya.
Dia masuk ke ruangan itu dan memeriksa di sana tidak ada siapapun selain dirinya. Karena masih merasa kurang yakin dia pun memeriksa kolong di bawah tempat tidur dan juga di balik pintu.
“Mungkin hanya perasaanku saja seperti ada orang yang masuk ke rumah ini.” ucapnya lalu keluar dan memeriksa pintu depan yang masih terkunci.
Sang putri kembali ke kamar dan menemani Orion tidur. Tiga puluh menit kemudian terdengar suara langkah kaki yang keluar dari kamar yang tadi di periksa oleh sang putri.
Seorang anak kecil lelaki berjalan menuju kamar tempat mereka tidur. Anak kecil itu tersenyum melihatnya lalu pergi dari rumah itu tanpa meninggalkan jejak.
BERSAMBUNG....