
Putri Zoya terus berjalan pelan dalam rumahnya mencari suara langkah yang mencurigakan. Saat dia keluar dari ruang dapur dan menyisir ke ruang tamu dia mencium aroma amulet yang kuat di sana.
Langkahnya seketika terhenti saat mencium aroma kuat itu dan terlihat semakin waspada.
“Apakah ada penyusup yang masuk ke sini ? Tapi siapa ? selama ini tak pernah ada amulet yang mengejar ku setelah kejadian beberapa tahun yang lalu...” batin Putri Zoya.
Wanita itu meningkatkan kewaspadaannya dan berjalan menuju ke ruang tamu mencari penyusup yang masuk ke rumahnya.
“Wuus....” Putri Zoya melihat sekedar bayangannya bergerak dengan cepat di ruang tamu dan seketika raut mukanya berubah menjadi pucat.
“Aku rasa benar ada penyusup yang masuk ke sini. Semoga saja aku bisa meringkusnya.” batinnya dalam hati sambil terus berjalan ke ruang tamu dan mencari bayangan tadi.
Putri Zoya melihat sekelebat bayangan tadi bersembunyi di balik tirai jendela yang ada di ruang tamu. Dia pun berjalan pelan menuju ke sana.
“Keluarlah... ! Tunjukkan dirimu siapa kau sebenarnya ?!” teriak wanita itu saat sudah sampai di depan tirai jendela yang ada di ruang tamu dengan mencoba memberanikan diri untuk bersiap memukulnya saat penyusup itu keluar dari persembunyian nya.
Namun ternyata penyusup itu tak mendengarkan perintahnya dan tetap bersembunyi di balik tirai yang membuat wanita itu tak sabar dan menarik tirai jendelanya sendiri.
“Srak... !” terlihat seorang lelaki yang berdiri di balik tirai saat diri itu sudah terbuka dan tak lagi menutupi tubuh penyusup itu. Tampak Krish yang tersenyum menyeringai menatap Putri Zoya.
“Tak kuduga kau bisa menemukan ku...” ucap Krish yang akhirnya bicara dan berjalan maju mendekati Putri Zoya.
“Kau amulet ? Apa tujuan mau ke sini ? Siapa yang menyuruh mu ?” tanya wanita itu dengan beruntun mengintrogasi penyusup yang masuk ke rumahnya.
“Hahaha... kau penasaran siapa aku ? Kurasa kau tak perlu mengetahui semua itu. Jadi kau...” balas Krish menatap wanita itu dari bawah sampai ujung rambut karena belum mengetahui secara langsung istri dari Pangeran Diaz. Sejenak dia terpana pada kecantikan wanita yang berdiri di depannya namun ia kembali teringat pada tujuannya datang ke rumah itu.
“Dimana saxion itu ?” ucap Krish tiba-tiba bertanya sambil mulai menyerang Putri Zoya.
“Jadi orang ini mencari Orion ? Apa ini masih ada kaitannya dengan Dewan Konstitusi Vampir ?” batin wanita itu sambil menghindari serangan dari Krish.
“Katakan pada ku apa kau utusan kiriman ketua Buana ?” tanya Putri Zoya sambil menyerang lelaki itu.
“Ketua Buana ? Haha... orang itu masih ada dalam sel. Cepat katakan dimana saxion itu !!” bentak Krish dan terus melancarkan serangan.
Putri Zoya tidak menjawab pertanyaan dari lelaki itu dan terus melancarkan serangan pada Krish. Baku hantam terus terjadi. Di awal pertarungan, mereka berdua tampak imbang. Namun setelah beberapa pukulan dari Krish tampak Putri Zoya mulai terdesak.
“brak... !!” Krish mendorong dengan keras tubuh Putri Zoya dan menghantam ke tembok dengan keras. Namun wanita itu segera berdiri meskipun merasa kesakitan dan kembali menyerang Krish.
Dari dalam kamar, Orion yang tertidur pulas sayup-sayup mendengar suara keributan jauh di ruang tamu yang membuatnya tersadar.
“Suara apa itu... kenapa aku seperti mendengar suara keributan di rumah ?” batin Orion yang kemudian duduk dan turun dari tempat tidurnya. Gadis itu anak berjalan keluar dari kamar menuju kearah sumber suara keributan berasal.
Sesampainya gadis itu di ruang tamu dia terlihat shock melihat ada penyusup yang menyerang ibunya dan tampak ibunya saat ini sedang terdesak.
“Orion... cepat pergi dari sini nak jangan hiraukan ibu. Kau harus menyelamatkan dirimu !” teriak Puti Zoya melarang Gadis itu untuk ikut campur dalam pertarungan mereka.
Orion menggeleng menatap Ibunya dan dia tak tega melihat ibunya di serang di depan matanya dan tak mungkin baginya untuk diam saja menyaksikan kejadian itu.
“Ha... ha... ha... akhirnya kau keluar juga.” ucap Krish yang tertawa keras setelah melihat kedatangan Orion tanpa perlu susah-susah mencarinya.
“Kau....kenapa kau datang lagi ke sini dan mencari ku ?” teriak Orion yang masih ingat jika lelaki itu merupakan amulet yang tempo hari menyerang Galen.
“Lepaskan ibu ku !” bentak gadis itu lagi. Dia pun mendekat dan mulai menyerang Krish.
“Ibu kau tak apa ?” tanyanya pada ibunya yang menatapnya dengan mengangguk dan rasa khawatir jika lelaki itu akan melukai Orion.
“Orion aku sudah bilang padamu untuk pergi dari sini tapi kau keras kepala...” ucap Putri Zoya membantu Orion menyerang Krish.
Orion hanya sesekali saja menu lebar infonya tanpa memberikan jawaban dan tetap menyerang Krish. Gadis itu mencoba mempraktekkan kekuatan sihir api yang sudah dia pelajari sebelumnya.
“Terima ini... !” Orion mengeluarkan kekuatan sihir api yang memberikan sensasi terbakar pada tubuh Krish dan membuat lelaki itu sedikit kewalahan menerima serangan itu. Dia tak menyangka kekuatan dari saxion ternyata kuat, tak seperti yang dikiranya.
Melihat Krish sedikit kerepotan Orion memanfaatkan kesempatan yang ada.
“Ibu... ayo kita segera pergi dari sini !” ucap Orion sambil menarik tangan Ibunya dan berlari keluar dari rumahnya.
“Orion... kau bisa menggunakan kekuatan sihir api ?” tanya ibu Orion yang tak percaya pada putrinya yang bisa menguasai kekuatan itu karena selama ini dia tak pernah mengajari Orion di karenakan Putri Zoya memang menguasai kekuatan itu.
“Ibu itu tidak penting sekarang. Aku akan menceritakannya nanti pada ibu. Yang terpenting sekarang kita harus lari sejauh mungkin dari sini atau mencari bantuan.” ucap Orion pada ibunya yang kemudian mengangguk setelah menyetujui sarannya.
Mereka berdua melesat dengan cepat menjauh dari rumah mereka. Namun tak lama kemudian Krish yang sudah bebas dari kekuatan sihir api yang menderanya segera keluar dari rumah itu dan melesat dengan cepat mengejar mereka berdua.
“Jangan harap bisa kabur kalian berdua !” teriak Krish mempercepat langkahnya untuk mengajar mereka berdua.
Orion dan Putri Zoya menoleh kebelakang dan melihat penyusup itu sudah hampir dekat dengan mereka.
Di lain tempat, Galen yang masih merasa khawatir karena ada aroma amulet tadi di rumahnya membuat pikirannya jadi tidak tenang. Lelaki itu tampak tak bisa tidur meskipun mencoba memejamkan matanya.
“Bagaimana keadaan Orion sekarang... aku khawatir Krish akan mendatanginya.” gumamnya pelan lalu bangkit dari tempat tidurnya dan tampak gelisah memikirkan kekasihnya itu.
“Apa sebaiknya aku ke sana sebentar untuk memastikan nya.” ucap Galen lirih dan tanpa pikir panjang dia pun segera keluar dari rumahnya. Dia pun dengan cepat melesat menuju ke rumah Orion untuk menghapus rasa kekhawatiran nya jika sesuatu mungkin akan terjadi pada gadis itu.
BERSAMBUNG...