Darah Campuran

Darah Campuran
Eps. 107 Sebuah Kejutan


Suatu pagi setelah belajar kekuatan sihir api, Galen mengajari Orion kekuatan sihir es beberapa hari setelahnya.


“Galen kenapa kau mengajari ku kekuatan amulet, sedangkan ada dirimu di samping ku yang selalu menjaga ku...” tanya Orion saat masih melakukan latihan pada Galen.


“Orion... itu karena kau spesial. Kau mempunyai darah campuran dan itu membuat kekuatan mu melebihi kekuatan amulet pada umumnya. Jadi sayang sekali jika kekuatan itu tidak di gali semaksimal mungkin.” jelas Galen panjang lebar sambil terus memandu latihan Orion.


“Begitukah... ?” balas Orion tersenyum lebar menatap Galen dan merasa tersanjung akan pujian dari kekasihnya itu sambil berlatih kekuatan sihir es.


Tanpa sepengetahuan Orion dalam lubuk hati Galen yang terdalam menyembunyikan sesuatu kekhawatiran yang amat sangat pada gadis itu.


“Semoga saja Krish ataupun yang lainnya tak akan melimpahkan kebenciannya terhadapku pada Orion atau Ibu Zoya. Semoga saja Orion dengan berlatih kekuatan amalan ini kau bisa menjaga dirimu dan ibumu di saat aku tak ada di sisi mu.” batin Galen yang teringat kembali pada ucapan terakhir yang diucapkan oleh Krish saat pembubaran tim di istana Bulan Dingin.


Orion menghentikan latihannya saat melihat Galen terlihat melamun dan memikirkan sesuatu.


“Galen.... apa ada yang mengganggu pikiranmu ?” ucap Orion berjalan menghampiri kekasihnya yang masih diam melamun dan tak merespon nya.


“Galen... ” panggil Orion lagi sambil menyentuh pipi kekasihnya itu. Galen seketika tersadar dari lamunannya.


“Orion....kenapa berhenti latihan ?” tanyanya tanda tersadar dari Lamunan dan memeluk gadis itu sambil tersenyum.


“Aku berulang kali memanggil mu, tapi aku tidak tahu di mana pikiran mu berada saat ini...” jawab Orion sambil membalas pelukan dari Galen.


“Ah... baiklah kita istirahat dulu sebentar dari latihan.” balas Galen lalu menarik tubuh gadis itu lebih mendekat dengan dirinya dan mencium bibir merah Orion yang terasa dingin saat ini.


Galen dan Orion kemudian duduk bersama di atas rerumputan menatap birunya langit saat itu sambil membisikkan kata-kata yang membuat gadis itu tersenyum dan tersipu lalu Orion paket pesan dari pada bahunya.


Di lain tempat di negeri amulet.


Pagi itu Krish yang sedang senggang dan bebas tugas dari kerajaan keluar dari wilayah amulet dan melesat dengan cepat menuju ke suatu tempat sendirian.


Beberapa saat kemudian lelaki itu masuk ke suatu tempat setelah melewati berapa hutan yang lebat.


“Akhirnya aku tiba juga di sini...” gumam Krish yang tersenyum menyeringai menatap akademi tempat Galen dan Orion belajar dari kejauhan.


Lelaki itu lalu pergi dari tempat itu dan kembali melesat ke udara mencari tempat yang di tinggali Galen selama tinggal di negeri anubis.


Beberapa saat kemudian tibalah dia di jalanan rumah yang menuju ke rumah Galen berada.


“Aku mencium aroma amulet yang samar dari jalan ini. Mungkinkah Pangeran Galen tinggal di sekitar sini ?” gumam lelaki itu setelah menikmati aroma mulut India yakin adalah milik Pangeran Galen. Dia pun lalu menyusuri jalanan itu dan terus mencari hingga akhirnya dia berhenti di ujung.


“Apakah di sini tempat tinggalnya ?” ucapnya saat berhenti di depan sebuah rumah pagar hitam di depannya serta aroma amulet yang kuat tercium dari sana.


Krish melompati pagar dan masuk ke rumah lalu melihat ke sekitarnya.


“Sepertinya dia tak ada sekarang di rumah ini.” batin Krish yang melihat tak ada tanda-tanda Pangeran Galen ada di dalam rumah itu.


Lelaki itu kemudian melompat kembali keluar pagar dan menyusuri jalan mencari jejak aroma Orion.


“Sebentar lagi kau akan merasakan akibatnya setelah melukai ku beberapa waktu yang lalu Pangeran Galen. Kau akan melihat tangisan dari si saxion itu. Hahaha....” ucap Krish sambil tertawa lebar.


Krish menyusuri dan memeriksa setiap tempat yang dilewati hingga dia berhenti di sebuah rumah di mana di sana tercium aroma saxion dan aroma amulet tidak murni.


“Pasti rumah ini adalah tempat tinggal si saxion itu dan ibunya.” ucap Krish saat berdiri di depan rumah Orion. Dia memeriksa rumah itu dan ternyata saat ini kosong.


“Baiklah aku akan kembali lagi ke sini nanti saat penghuni rumah ini sudah kembali ke sini.” ujarnya lalu segera melesat pergi dari sana dan kembali ke negeri amulet dengan wajah berseri-seri.


Kembali ke Orion dan Galen yang masih berlatih di tanah kosong tempat mereka berlatih sebelumnya.


Galen menatap langit yang tampak cerah dengan sinar matahari yang mulai menyengat dan membakar tubuh.


“Orion... kita akhiri dulu sesi latihan kali ini. Besok kita akan lanjutkan latihan lagi. Sebelum ibu Zoya pulang kau harus sampai duluan ke rumah.” ucap Galen sambil memegang tangan Orion dan menutup telapak tangan gadis itu yang masih terbuka agar segera mengakhiri latihan kali ini.


Orion mengangguk lalu segera berhenti mempraktekkan kekuatan sihir es dan berjalan menghampiri Galen.


“Mungkin beberapa hari lagi kau akan bisa menguasai kekuatan sihir es dan akan aku ajarkan kekuatan lainnya.” ucap Galen menggandeng tangan Orion dan mengajaknya berjalan keluar dari tempat mereka latihan.


Mereka berdua berjalan menuju ke rumah. Di tengah jalan, Galen yang tiba di depan jalanan masuk menuju ke tempat tinggalnya yang termasuk akan mengantar Orion sampai ke rumahnya. Namun gadis itu menolak tawaran Galen dan dia memutuskan untuk pulang sendiri ke rumahnya karena sebentar lagi Ibunya akan pulang.


Dia pun akhirnya berjalan masuk ke jalanan menuju ke rumahnya setelah Orion menghilang dari pandangannya.


Tak Berapa lama kemudian Galen sampai di depan rumahnya. Seketika raut mukanya berubah menjadi terkejut dan tampak pucat setelah menyadari ada aroma amulet di sekitar rumahnya.


“Aroma amulet... ?Apakah ini aroma Krish ? Tak ku sangka dia akan datang secepat ini ke sini.” gumam Galen saat mencium masih ada aroma amulet di depan pintunya.


“Oh tidak... Orion... ! Aku harus kesana untuk memastikan nya. Semoga Krish tak ke sana.” ucapnya lalu langsung keluar dari rumah dan bergegas menuju ke rumah Orion.


Sesaat kemudian, Galen tiba di rumah Orion. Dari kejauhan dia melihat Putri Zoya yang baru kembali dari rumah makan mau masuk ke rumah. Dia pun mengurungkan niatnya untuk mencari kekasihnya. Karena dia belum siap menghadapi ibunya Orion yang mungkin masih belum menyetujui hubungannya.


“Sepertinya Orion baik-baik saja di rumah sekarang.” batin Galen sambil bersembunyi di balik pohon yang berada tak jauh dari rumah Orion sambil mengintipnya dari balik pohon.


Setelah lama berada di sana dan tak melihat ada apa pun yang terjadi di sana, Galen pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumahnya.


Malam hari tiba. Tampak Orion dan Putri Zoya sudah berada di kamar dan bersiap untuk tidur. Orion yang mengantuk tertidur duluan. Sedangkan Putri Zoya yang sudah memejamkan mata tetap tak bisa tidur.


“tap....”


Putri Zoya bangkit dari tidur setelah mendengar ada suara langkah kaki di sekitar rumahnya.


“Aku seperti mendengar ada suara langkah kaki di sini. Apa ada pencuri yang masuk ke rumah ?” gumamnya yang menjadi waspada.


Wanita itu melihat Orion yang masih terlelap lalu keluar dari kamar dengan berjalan pelan mencari penyusup yang masuk ke rumahnya.


BERSAMBUNG...