
Beberapa hari kemudian semakin banyak warga yang lewat di depan rumah nenek Hera. Sedangkan Putri Zoya tidak menampakan dirinya dan mengurung diri di dalam rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Nenek Hera tidak mengetahui banyak warga yang melihat rumahnya saat itu. Dia pikir orang-orang yang lewat di depan rumahnya itu memang sekedar lewat karena ada keperluan lainnya.
Namun hal itu semakin lama membuatnya penasaran juga. Siang hari sepulang dari mencari kayu bakar di hutan nenek Hera duduk di depan teras rumahnya bersama Orion.
Ada banyak anak-anak kecil yang berkumpul dan bermain bersama tak jauh dari tempat mereka duduk saat ini. Orion yang melihat anak-anak tertawa dengan riang pun jadi ingin ikut bergabung dan bermain bersama mereka.
“Nenek bolehkah aku ikut bermain bersama mereka... ?” tanyanya pada nenek Hera lalu turun dari kursi kayu itu.
“Ya... tentu saja kau boleh bermain nak.” ucap nenek Hera tersenyum dan memberikan izin pada orang kecil.
Orion berlari dan bergabung dengan anak kecil yang sedang bermain Dia mendekati anak-anak yang sedang bermain lompat tali.
“Anita boleh aku pinjam sebentar... ?” ucapnya pada salah satu temannya ingin bergantian main. Namun dia mendapatkan reaksi yang tak terduga dari temannya.
“Ibumu kan penghisap darah... berarti kau juga anak setan.” ucap anak itu tak mau meminjami mainan yang mereka punya dan malah mengolok-olok Orion.
“Awas hati-hati semuanya, jangan sampai dia nanti menghisap darah kita.” ucap anak kecil lainnya yang ada di dekatnya.
Beberapa anak kecil mundur dan menjauh saat Orion mendekati mereka.
“Anak setan pergilah ! Kami tidak mau bermain denganmu... karena kami akan sial jika dekat-dekat denganmu...” ucap anak kecil lain yang melihat Orion dengan tatapan benci.
Orion tidak paham dengan apa yang mereka ucapkan dan menjadi bingung.
Mereka bilang ibunya adalah setan ? Mereka bilang dia adalah anak setan ? Mereka mengatasi ibunya penghisap darah ?
“Aku bukan anak setan dan ibuku bukanlah setan, kami sama seperti kalian...” ucapan itu membela dirinya sendiri dan ibunya.
Orion maju dan mendekati mereka dengan niat ingin menjelaskan bahwa perkataan mereka semua itu salah, namun beberapa anak mendekatinya dan mendorongnya hingga jatuh terjerembab di tanah.
“bruk...” Orion jatuh dan membentur sebuah batu besar yang membuat lututnya terluka.
Semua anak kecil tadi tertawa melihat Orion yang jatuh. Mereka seolah senang melihatnya terluka dan kesakitan.
“Kau pantas mendapatkan itu anak setan ! Mulai sekarang jangan pernah main bersama kami lagi !” ucap salah satu anak pada Orion yang membuatnya menangis.
Orion berdiri sendiri tanpa bantuan dari temannya. Dia menangis dan berjalan pulang sambil menahan rasa sakitnya.
“Ada apa dengan kakimu nak... ?” tanya nenek Hera saat melihat Orion kembali dengan menangis dan kakinya terluka.
Nenek Hera lalu menggendong Orion dan memintanya menunggu dulu sambil duduk di kursi. Sementara itu nenek masuk ke dalam mengambil obat untuk luka Orion.
“Tahan ya.. sakitnya hanya sebentar tapi nanti akan segera sembuh lukamu.”
Nenek Hera mengoleskan daun obat yang sudah ditumbuknya pada luka anak itu. Orion kecil memejamkan mata saat nenek mengoleskan obat pada lukanya yang terasa perih.
“Nah sudah selesai jangan menangis lagi besok lukamu akan kering.” ucap nenek Hera menenangkan Orion.
Namun anak itu menggelengkan kepala dan masih tetap menagis.
Nenek Hera memeluk anak kecil itu dan mengusap rambutnya dengan lembut.
“Tidak usah kau dengarkan ucapan mereka nak. Mereka hanya asal bicara saja. Tak usah percaya ucapan mereka dan jangan kau masukan dalam hati.” tambah nenek menenangkan agar anak itu berhenti menangis.
Beberapa saat kemudian Orion kecil yang lelah menangis tertidur di pangkuan nenek. Dia segera masuk ke dalam dan membaringkan anak itu ke tempat tidur.
“Ada apa nek... kenapa mata Orion tampak bengkak ?” tanya sang putri saat melihat putrinya yang tertidur dengan mata yang bengkak.
“Aku tidak tahu apa yang terjadi... tapi tadi dia bilang anak-anak kecil di sini tak mau main lagi dengannya. Mereka bilang Kau dan Orion adalah setan...”
perkataan nenek itu membuat putri Zoya terkejut. Bagaimana bisa berita mengenai dirinya itu cepat menyebar dan Orion ikut terkena imbasnya.
“Apa...” ucapnya bingung tak tahu apa yang harus di lakukan nya.
Hari berikutnya Orion ada di teras dia melihat sekumpulan anak kecil yang bermain. Karena kejadian sebelumnya, dia tidak mendekati anak itu dan hanya melihat saja dari kejauhan. Namun anak-anak kecil itu kembali berulah. Beberapa di antara mereka mengambil Kerikil yang ada di dekat mereka lalu melemparkannya ke arah Orion.
“Argh...” teriak Orion saat ada batu melayang ke arahnya. Dia segera mundur dan bersembunyi di balik kursi agar tidak terkena lemparan batu dari sekumpulan anak kecil itu.
Putri Zoya yang mendengar Orion kecil berteriak langsung keluar dari dalam rumah. Dia melihat putrinya bersembunyi di balik kursi dan beberapa batu di sekitar Orion.
Merasa tak terima putrinya mendapatkan perlakuan tidak adil, Putri Zoya menghampiri sekumpulan anak kecil yang masih memegang batu dan akan melemparnya.
“Kalian semua apa salah putriku pada kalian ? Kenapa kalian melukai putriku ? Lihat dia sangat ketakutan karena ulah kalian !”
Sekumpulan anak itu takut melihat Putri Zoya yang marah pada mereka. Mereka tidak menjawab sepatah kata pun dan segera lari secepatnya dari sana.
Setelah sekumpulan anak itu pergi dari sana sang putri segera kembali dan menghampiri Orion yang masih meringkuk ketakutan di balik kursi.
“Sini nak sudah aman.. mereka semua sudah pergi.” Orion berdiri dan menghampiri ibunya lalu memeluk ibunya.
“Ibu kita bukan keturunan setan kan...” tanya Orion pada Ibunya.
“Bukan... sudah tak usah pedulikan mereka. Ayo kita masuk ke dalam dulu.” ajak sang putri lalu menggendong Orion masuk.
Secara mengejutkan saat sore hari banyak warga yang yang mendatangi rumah nenek Hera. Mereka mereka mendapat laporan dari anak-anak mereka bahwa putri saya melakukan kekerasan pada anak mereka.
Warga yang tak tahu kebenarannya dan sudah tersulut emosi itu membawa obor dan minyak tanah. Beberapa ada yang melempar telur busuk ke rumah nenek Hera.
Mendengar ada keramaian di luar Nenek Hera dan Putri Zoya memutuskan untuk keluar dari rumah dan melarang Orion ikut keluar.
“Kami tidak terima setan itu melukai anak kami. Sebagai balasannya kami akan membuat wanita setan ini jera!” teriak salah satu warga dengan keras.
Nenek Hera terlihat ketakutan saat melihat para warga itu mulai menyiramkan minyak tanah ke sekeliling rumahnya. Dan beberapa lainnya melemparkan telur busuk ke wajah Putri Zoya.
Suasana saat itu sangat ricuh. Orion kecil yang mengintip dari dalam rumah pun ikut ketakutan.
BERSAMBUNG....