
"Nona Ge, kita ajak Fariz dan Farissa jalan-jalan, yuk! Bosan tau Non, dirumah terus!" keluh Nur padaku
Aku tersenyum kecut menanggapi rengekan Babysitter ku itu.
Hari ini EL sudah berangkat pagi-pagi sekali kerumah Bella. Mereka sudah berjanji ingin mengajak Arini jalan-jalan. Sedangkan disini, Nur juga merengek padaku ingin minta di ajak jalan-jalan.
"Baiklah! Ayo, segera bersiap-siap! Aku akan pesan taksi online nya!" ucap ku.
Nur berteriak histeris karena kegirangan. Ia bahkan melompat-lompat sambil bertepuk tangan.
Nur segera bersiap-siap sedangkan aku mencoba memesan taksi online untuk mengantarkan kami ketempat tujuan.
Namun, hingga Nur sudah siap untuk berangkat bersama Fariz dan Farissa, aku belum juga menemukan sopir Taksi online yang bersedia menjemput kami.
Nur sudah menekuk wajahnya, ia takut acara jalan-jalan kami gagal kali ini. Namun tiba-tiba dari luar terdengar suara deru mobil yang berhenti tepat di halaman depan.
"Aha! Kebetulan sekali, akhirnya malaikat penyelamat ku pun hadir! Tuan Alessandro, aku datang!!!" seru Nur sambil setengah berlari menuju halaman depan.
"Astaga, Nur, Nur!!!" aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkahnya.
Ternyata benar, Alessandro kembali berkunjung kerumah ini. Ia melangkah dengan cepat menghampiri Fariz dan Farissa. Dan aku hanya bisa memperhatikannya.
"Tuan Aley, sebenarnya kami ingin jalan-jalan... tapi sayang, Nona Ge belum juga menemukan Taksi Online yang bersedia mengantarkan kami. Bisakah Tuan Aley mengantarkan kami?" ucap Nur sambil memelas kepada Alessandro.
Alessandro tersenyum sambil menatap wajah Nur kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah ku.
"Benarkah itu, Ge?!" tanya Alessandro yang sedang menggendong Farissa.
Akupun mengangguk pelan. Alessandro semakin melebarkan senyumnya,
"Baiklah, Ayo kita berangkat!!!" ajak Alessandro,
Akhirnya akupun menurut saja. Nur dengan semangat yang menggebu-gebu mendorong kereta Fariz dan Farissa hingga memasuki mobil Alessandro.
Aku memilih duduk di jok belakang bersama bayi kembar ku sedangkan Nur duduk disamping Alessandro.
Disepanjang perjalanan Nur terus saja mengoceh. Begitulah si Nur, dia sudah tidak sungkan-sungkan lagi baik denganku, EL maupun Alessandro.
"Kita kemana nih?!" tanya Alessandro,
Alessandro beberapa kali melirik ku lewat kaca spion mobilnya. Dan jika ku balas menatapnya, dia akan mengalihkan tatapan nya sambil tersenyum.
Dan benar saja, dia kembali memperhatikan aku dari kaca spion itu lagi. Aku masih teringat akan kecemburuan EL kemarin. Itu sebabnya aku ingin jaga jarak dengannya.
"Kita ke Taman Bermain XX, Tuan Aley! Disana lagi booming-booming nya, loh!!!" ucap Nur dengan ekspresi yang menggebu-gebu.
"Baiklah kalau begitu. Ayo kita meluncur!!!" sahut Alessandro,
Setelah beberapa saat akhirnya Alessandro menghentikan laju mobilnya dan memarkirkan nya ditempat parkir yang sudah disediakan oleh Taman Bermain itu.
Alessandro membantu ku mengeluarkan Fariz dan Farissa kemudian ia mendorong kereta mereka. Sedangkan Nur membawa barang-barang keperluan si kembar.
"Bolehkah aku menikmati permainannya, Nona Ge?!" tanya Nur
"Kenapa tidak?! Bermainlah sesuka mu!" ucap ku
Nur sangat senang. Dia bahkan sampai memeluk tubuhku. Tubuhnya yng lebih besar dari tubuhku membuat aku kewalahan.
"Iya, iya! Sekarang lepaskan pelukan mu... apa kamu ingin aku mati karena pelukan mu?!" sambung ku,
Baik Nur maupun Alessandro terkekeh saat mendengar ucapan ku. Dan benar saja, Nur benar-benar menikmati berbagai wahana permainan di taman itu.
"Apa kau ingin mencoba salah satu wahana permainan itu bersama ku?!" tanya Alessandro,
Kini giliran Alessandro yang terkekeh mendengar jawaban dariku.
"Ge, aku sudah menandatangi kontrak itu dan aku akan berangkat minggu depan." ucap Alessandro sambil menundukkan kepalanya,
Aku terkejut mendengarnya, entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang menyentil hatiku ketika mendengar Alessandro akan pergi meninggalkan aku dan si kembar.
Aku memang tidak memiliki hubungan apapun dengannya. Namun kedua bayi ku memiliki hubungan yang sangat erat dengan lelaki itu.
Aku tersenyum dan ku tepuk pundaknya. Alessandro mengalihkan pandangannya kepadaku,
"Aku pasti akan merindukan mu dan juga kedua anakku, Ge!" ucap Alessandro.
"Kami pun akan merindukan mu, Alessandro!" sahut ku sambil memperhatikan kedua bola mata indahnya.
Untuk beberapa saat aku dan Alessandro terdiam dengan mata yang masih saling bertaut.
Hingga akhirnya aku tersadar dan segera ku alihkan tatapan ku. Ku edarkan pandangan ku ke segala sudut Taman Bermain.
Dan tiba-tiba saja mataku menangkap sebuah pemandangan yang seharusnya tidak aku lihat. Ternyata EL beserta keluarga kecilnya juga berada di taman ini.
Kini hatiku kembali terusik setelah melihat keharmonisan mereka.
Kulihat EL merengkuh tubuh Bella sambil mendorong Arini yang sedang duduk di kursi roda nya. Mereka tertawa bersama dan EL pun sepertinya sangat menikmati kebersamaan mereka.
Aku tertunduk lesu, Aku tidak sanggup melihat kebersamaan mereka lebih lama lagi. Alessandro meraih tanganku dan aku segera menoleh ke arahnya.
Ternyata Alessandro pun menyadari keberadaan EL beserta keluarga kecilnya. Alessandro menatapku dengan tatapan sendu.
"Sekarang aku harus bagaimana, Alessandro?!"
Aku sudah tidak sanggup membendung airmata yang sejak tadi ingin segera menyeruak dari pelupuk mataku. Aku menangis dihadapan Alessandro, terserah dia menganggap ku cengeng atau apapun itu. Aku sudah tidak peduli,
Alessandro terdiam seribu bahasa, tak sepatah katapun keluar dari bibirnya. Dia menyeka airmata ku kemudian membawaku menjauh dari tempat itu.
Tiba-tiba Nur berlari menghampiri ku. Dengan nafas tersengal-sengal, Nur menunjuk kearah EL beserta keluarga kecilnya.
"Nona, bukankah itu Tuan EL?!" tanya Nur,
Aku mengangguk dan segera memeluk tubuhnya. Aku kembali terisak di pelukan Nur. Karena yang ku butuhkan sekarang hanyalah dukungan dan sebuah pelukan hangat.
Nur membalas pelukan ku sambil menepuk punggung ku pelan. "Sebenarnya ada apa, Nona?" tanya Nur,
Aku melepaskan pelukan ku. Ku tatap wajah manis Nur sambil menyeka airmata ku. Aku merasa sedikit lebih baik setelah memeluk Nur.
"Nanti akan ku ceritakan padamu. Sebaiknya kita pulang sekarang, Nur." sahut ku.
Nur pun mengangguk dan kamipun segera mengikuti langkah Alessandro yang sudah berada didepan sambil mendorong kereta Fariz dan Farissa.
"Yang sabar ya, Non!"
Nur terus menghibur ku sambil mengelus lembut pundak ku.
Nur sama sekali tidak mengetahui cerita ku. Itulah sebabnya ia begitu histeris ketika melihat EL bersama wanita lain di taman itu.
Setelah memasukkan Fariz dan Farissa, Alessandro membiarkan aku memasuki mobilnya dan akupun kembali ke posisi ku semula. Duduk dibelakang bersama Fariz dan Farissa.
Alessandro pun segera melajukan mobilnya kembali ke kediaman EL. Disepanjang perjalanan, aku hanya terdiam karena bayangan EL bersama keluarga kecilnya terus menghantui pikiran ku.
***