Bayi Kembar Tuan AL

Bayi Kembar Tuan AL
Pengakuan Bella


"Kita kehilangan anak kita, Ge! Ini semua gara-gara aku, Maafkan aku!" ucap EL disela tangisnya.


"Maksudmu?"


Aku tidak mengerti dengan apa yang EL katakan saat itu.


"Kamu keguguran, Ge! Kita kehilangan anak kita, buah hati kita!" seru EL sambil terisak.


Jujur, aku sangat sedih. Namun aku yakin sekali bayiku tidak ingin hadir ditengah bencana yang sedang melanda kehidupan kami.


Aku menyeka airmata ku yang mengalir dikedua pipiku. Kemudian aku kembali menatap EL yang masih terisak disamping ku.


"Apa kamu bersedia menceritakan semuanya, EL? Aku harap tak ada kebohongan lagi! Aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri, jadi jangan pernah mencoba untuk kembali berbohong padaku!"


Aku sudah mempersiapkan hati dan mental ku untuk mengetahui semuanya. Aku siap mendengarkan apapun pengakuannya walaupun itu sangat menyakitkan.


EL mengangkat wajahnya yang tadi menunduk disamping ku. EL menatapku dengan tatapan sendu,


"Aku tidak berdaya, Ge! Keadaan mendesak ku. Ini semua akibat kesalahan Mami yang telah membuat kebohongan tentang diriku." ucap EL sambil terisak.


"Aku tidak mengerti apa maksud mu, EL!" sahut ku


"Demi memisahkan aku dan istri pertama ku, Mami tega memalsukan surat keterangan dari Dokter dan mengatakan bahwa aku mandul. Namun karena hal itu tidak berhasil, ia mengusir istri ku dari rumah kami dengan cara mengancamnya. Saat itu Istri ku sedang mengandung buah hati kami, Ge! Aku tidak berdaya, aku tidak bermaksud menduakan mu namun saat ini anakku benar-benar membutuhkan aku, Ayahnya." ucap EL sambil membenamkan wajahnya di tanganku yang masih ia genggam.


Aku sangat terkejut mendengar pengakuannya. Hatiku benar-benar sakit. Jadi wanita itu adalah istri pertamanya. Orang yang selama ini selalu ditemui oleh EL.


Tepat disaat itu, wanita yang tadi aku lihat sedang memeluk tubuh suamiku masuk ke ruangan ku bersama Alessandro.


Wanita itu cantik. Sangat cantik! Pantas saja EL tidak dapat melupakan sosoknya. Dia menatapku dengan tatapan sendu. Akupun terus membalas tatapan nya.


Alessandro mengajak EL keluar. Dan sekarang tinggal aku dan wanita itu didalam ruangan ku. Dia mendekati tempat tidur ku sambil tersenyum hangat.


Aku tidak bisa membalas senyuman nya. Aku masih sakit hati kepadanya maupun kepada EL.


"Ge, kenalkan namaku Bella."


Wanita itu mengulurkan tangannya kepadaku. Namun aku tidak berniat sama sekali untuk menyambutnya.


Aku masih terdiam sambil memperhatikan gerak-gerik wanita itu. Setelah mengetahui aku tidak mau menyambut uluran tangannya, wanita bernama Bella itu kembali menarik tangannya dan tetap tersenyum kepadaku.


"Mau apa kamu kemari? Apa kamu mau melihat kehancuran ku secara langsung?!" ucap ku sinis,


"Ge, aku tidak punya maksud seperti itu! Sebenarnya aku turut sedih. Karena kehadiranku, kini kamu kehilangan janin mu." ucapnya sambil duduk disamping tempat tidur ku, dimana sebelumnya EL juga duduk di kursi itu.


Hah! Akhirnya dia sadar kalau semua ini adalah akibat dari perbuatannya. Aku sebenarnya enggan bicara padanya. Aku tidak peduli dia menganggap ku sombong atau apapun, terserah!


"Ge, aku sama sekali tidak bermaksud hadir dalam kehidupan rumah tangga kalian. Namun keadaan mendesak ku untuk melakukannya. Beberapa waktu yang lalu, aku dan anakku mengalami kecelakaan. Dan Naas nya, anak semata wayang ku mengalami luka parah dan kakinya harus diamputasi, dia membutuhkan sosok EL, dia terus menanyakan dimana Ayahnya! Mau tidak mau, aku harus menemui EL dan mengatakan yang sebenarnya."


"Aku sudah berusaha menyembunyikan sosok anakku dari EL dan seluruh keluarganya. Aku tidak ingin mereka melakukan sesuatu yang tidak diinginkan kepada anakku. Kamu tau bagaimana sifat Mami kan, Ge?! Dia bisa melakukan apa saja... Akupun tahu EL sudah menikah dengan mu, dia juga sangat mencintaimu. EL bahkan sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi kepadaku, namun kondisi anakku sekarang benar-benar membutuhkan sosok EL. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa temui anakku dan lihat bagaimana kondisinya sekarang!" sambungnya.


Aku rasa Bella berkata jujur. Mungkin jika aku berada di posisinya, akupun akan melakukan hal yang sama. Namun yang menjadi masalahnya, mengapa EL menyembunyikan hal ini dariku? Seharusnya dia mengatakan yang sebenarnya padaku!


"Apa kamu masih mencintai Michael?" tanyaku


Bella nampak terdiam kemudian menundukkan kepalanya. Dia menghela nafas dalam kemudian kembali menatap ku sambil tersenyum,


"Sejujurnya aku masih mencintai Michael! Namun apa daya ku, EL sudah melupakan aku dan di hatinya hanya ada dirimu, Geanna!" ucapnya lirih,


Aku menghela nafas panjang. Sebenarnya aku tidak bisa mempercayai perkataannya seratus persen.


"Jika EL tidak mencintai mu, lalu kenapa kalian..."


Aku tidak sanggup melanjutkan perkataan ku. Aku teringat akan noda lipstik dan aroma wanita yang melekat di kemeja EL waktu lalu. Aku yakin sekali mereka sudah melakukan hal itu.


Bella nampak kebingungan namun setelah beberapa saat, ia kembali tersenyum padaku.


"Aku yakin sekali kamu membahas soal noda lipstik itu, ya kan? EL sempat bercerita padaku. Sebenarnya saat itu, aku jatuh pingsan setelah anakku kembali mengalami pendarahan hebat. EL mengangkat tubuhku, mungkin disaat itulah lipstik dan parfum yang aku kenakan ikut menempel di kemejanya. Percayalah padaku, Ge! EL masih milik mu, hanya milik mu!"


Bella menyentuh tanganku kemudian kembali tersenyum kepadaku. Namun aku masih tidak bisa membalas senyuman nya. Bibir ku masih terasa berat untuk diajak tersenyum.


Sejujurnya aku sedikit lega setelah mendengar penjelasannya. Walaupun aku tidak tahu pasti, apakah dia berkata jujur atau hanya membohongi ku.


"Dan aku juga ingin minta maaf pada mu, jika dalam beberapa minggu terakhir EL selalu pulang malam. Itu semua karena EL harus menidurkan anakku dulu. Dia tidak ingin EL pulang sebelum ia tidur..." sambung Bella,


Aku terus menatapnya, aku ingin mencari kebohongan dimatanya. Tapi sepertinya dia berkata jujur.


"Aku ingin mengunjungi anak kalian..." ucap ku


"Tentu saja, Ge! Kamu bisa mengunjunginya. Dia pasti senang bertemu denganmu. Ajak juga Fariz dan Farissa, dia sangat menyukai anak kecil."


Bella begitu antusias mengatakan hal itu padaku. Senyuman nya bahkan terus mengambang diwajah cantiknya.


"Baiklah..."


Setelah itu Bella bercerita banyak tentang kehidupannya setelah meninggalkan EL. Sebenarnya aku salut pada dirinya. Dia wanita yang tangguh, dia bisa bertahan hidup dan membesarkan anaknya tanpa sosok EL.


Tak berselang lama, EL dan Alessandro kembali ke ruangan ku. Baik EL maupun Alessandro, mereka tersenyum padaku. Namun ekspresi ku masih sama, aku masih enggan membalas senyuman mereka.


EL mendekatiku dan duduk disebelah Bella. Aku memperlihatkan mereka, Bella dan EL. Sebenarnya mereka sangat serasi. Yang satu cantik dan satunya tampan.


***