
°°°~Happy Reading~°°°
Derap langkah terburu bersahutan di antara kedua langkah kaki yang saling kejar-mengejar, semakin lama semakin cepat hingga akhirnya langkah kaki itu terhenti saat mendapati sosok wanita cantik yang tak lagi muda kini tepat berada di hadapannya.
" Ma... Mama di sini? Kenapa tidak menelpon Ane, nanti kan Ane bisa datang ke rumah mama... " Sahutnya dengan nafas tersengal.
" Tidak apa-apa, mama juga ingin sesekali mengunjungi menantu mama... Cucu-cucu mama masih di sekolah ya? "
" Iya ma... Biasanya pulang sebelum jam makan siang... "
Mama Clara mengamati jam tangan limited edition di pergelangan tangannya yang kini menunjukkan pukul sebelas tepat.
" Ya udah kita tunggu bocil-bocil itu pulang dulu, baru kita berangkat... "
" Berangkat? Maksud mama berangkat ke mana? " Sahut Anelis dengan penuh tanda tanya.
" Ya ampun... Mama belum kasih tahu kamu ya An? " Mama Clara menepuk jidatnya sendiri.
" Kasih tahu apa ma? "
" Jadi gini, mama mau ajak kamu fitting baju pengantin... " Tambah nya.
" B-baju pengantin? Baju pengantin buat siapa ma? "
" Ya buat kamu lah sayang, ya kali buat mama, bisa-bisa mama di gantung hidup-hidup sama papa kamu yang posesifnya minta ampun itu... " Sungut mama Clara.
" Buat Ane? Kan Ane udah menikah sama mas Marvell ma... " Ane tak paham dengan obrolan itu.
" Kemarin kan hanya akad nya aja sayang, belum pesta nya. Nah... sekarang baru pesta yang sesungguhnya, sekalian kita ingin memperkenalkan kamu kepada semua orang bahwa kamu adalah menantu keluarga De Enzo "
" Mama udah nyebar undangan, tinggal nanti fitting baju buat kamu sama anak-anak... " Sambung mama Clara.
Anelis melongo dengan penuturan mama mertua nya itu.
" Itu... Emmm... Acara nya itu kapan ma, kok mas Marvell tidak pernah cerita sama Ane kalau mau ada pesta... "
" Tiga minggu lagi An... Mama emang ngga kasih tahu anak tengik itu, nggak guna juga dia nya, paling juga terima beres aja... "
" Ane jadi ngga enak sama mama, Ane nggak bisa bantu-bantu mama ngurus semua keperluan nya... " Sahut Anelis merasa bersalah.
" Santai aja lagi An... Mama juga nggak ngapa-ngapain kok, cuman bisa nyuruh sana-sini aja, hehehe... "
🍁🍁🍁
Setelah perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil itu mendarat juga di sebuah butik ternama, terlihat Arshi yang begitu antusias, wajahnya senantiasa tersenyum sumringah karena baru saja di janjikan gaun princess oleh sang granny.
Tiba di ruang VVIP, gadis kecil itu semakin melebarkan senyumnya, ia memekik girang saat bola matanya menatap pada deretan baju pengantin yang berjejer rapih di depannya.
" Mommy... Ashi mau itu myh... Ashi mau yang ekol na panjang... " Tunjuk Arshi antusias pada gaun pengantin yang super mewah dengan taburan kristal swarovski.
" Itu bukan untuk kamu sayang, itu untuk mommy kamu... " Timpal mama Clara sembari menyunggingkan senyumnya.
Arshi memanyunkan bibirnya, ia kecewa ternyata gaun indah itu bukan untuk nya.
" Dasar, mata keranjang... " Sindir Arsha dengan wajah tanpa dosa nya.
" Biallin... Mata-mata na Ashi, keunapa Asha yang shewot... " Sentak nya.
Mama Clara tampak melirik jam tangannya dengan sedikit mengernyit.
" Kenapa ma? " Sahut Anelis.
" Anak tengik itu kok belum datang juga ya An... "
" Iya... Ya udah, kalau gitu kamu coba baju kamu dulu, sekalian nunggu bocah tengik itu, biar anak-anak sama mama dulu... "
Anelis menurut, ia pun membuntuti dua pekerja butik yang menuntunnya memasuki ruangan bertirai.
Mama Clara pun mengajak kedua cucunya untuk duduk di sofa pojok ruangan, dalam penantian itu, tiba-tiba bola mata Arshi membelalak, senyum menyungging di bibirnya, seketika ia bangkit dari duduknya.
" Daddy... " Sahut Arshi antusias, kaki mungilnya berlari menghampiri Marvell yang baru saja memasuki ruangan khusus VVIP itu.
" Hai girl... " Marvell mengecup pipi chubby putri kecilnya itu.
" Daddy di shini nushulin Ashi ya? " Tebak Arshi, tingkat kepercayaan gadis kecil itu memang di atas rata-rata.
" Yes, of course... " Timpal Marvell, membuat senyum gadis kecil itu semakin merekah lebar.
Marvell menggenggam jemari mungil putri kecilnya, menuntunnya berjalan mendekati mama Clara dan Arsha.
" Sampai juga kamu di sini, kesasar kemana kamu tadi... " Sindir mama Clara dengan nada sinis nya.
" Sorry mam... Tadi ada meeting sebentar... "
" Hallah... Lagak nya meetang-meeting, emang dasar tengik sukanya ngulur-ngulur waktu... "
" Stop memanggil ku seperti itu mam... " Sungut Marvell yang benar-benar tak suka dengan panggilan istimewa yang mama nya sematkan untuknya.
" Kata glanny, waktu daddy umull shatu, daddy pup na bau tungik... Jadi glanni shuka manggil daddy tungik, hihihi... " Arshi tergelak.
" Mam... " Sentak Marvell, namun hanya di balas mama Clara dengan mengedikkan bahu nya.
" Ahhh... Lupakan... " Marvell menyerah, ia lebih memilih mengalah dari pada berdebat dengan mama nya yang selalu menyebalkan itu.
Oh iya, ia sampai lupa menyapa putranya itu karena omelan mama nya tadi.
" Hai boy... " Marvell membungkuk sedikit lalu mengecup pucuk kepala Arsha yang tengah duduk di kursi sofa dengan gaya cool nya.
" Dimana mommy kalian, hmmm... " Tanya Marvell pada siapa saja yang mau menjawabnya, dan tentu saja si kecil Arshi yang akan segera menimpali.
" Mommy lagi ngumpet di dalem tillai itu daddy... Kata glenni, kalau kita mashuk tillai itu kita bisha jadi pincess... "
" Ohhh iya? "
Dan tepat pada saat itu juga, kedua tirai itu membelah serentak, menampilkan sosok yang begitu cantik nan anggun dengan sebuah gaun pengantin yang membalut sempurna tubuhnya.
Marvell seolah tersihir dengan sosok itu, tak sadar kakinya kini melangkah dengan sendirinya, mendekati sosok yang tengah mengembangkan senyum manis kepada nya.
Di rengkuhnya tubuh itu, erat seolah enggan untuk kembali melepaskan, hingga akhirnya ia terpaksa mengurai pelukannya saat di rasa istrinya itu mendorong pelan dada bidangnya, ia pastikan istrinya itu tengah malu dengan pipi yang memerah seperti biasa.
Di tatapnya wajah itu dalam-dalam.
" Your'e so beautiful, my wife... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Hayoo, siapa yang mau lanjut lagi
Jangan lupa like nya ya...
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕