Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Keras Kepala


°°°~Happy Reading~°°°


" Jadi kehamilan nona Anelis kali ini sudah memasuki usia 8 minggu, kondisi janin nya bagus, perkembangan nya juga sangat baik, tapi tolong di jaga baik-baik dan kurangi aktifitas yang berat-berat karena di trimester pertama ini kondisi janin nya sangat rawan "


" Dokter Richard juga sudah memberitahu saya perihal keadaan anda tuan, jadi bisa saya simpulkan, mual yang anda rasakan ini akibat dari kehamilan nona Anelis, atau dalam istilah medisnya, anda tengah mengalami sindrom covade, atau lebih tepatnya kehamilan simpatik... " Sambung dokter Stephanie.


" Jadi maksudmu aku mual gara-gara istriku hamil, begitu... " Sahut Marvell dengan bola mata memicing.


" Benar tuan... "


" Hahaha... Mana ada seperti itu... Apa kau bermaksud membod*hi ku, hahhh... Tapi sepertinya kau harus menyerah karena aku tak pandai untuk di bod*hi... Dan untuk pekerjaan mu di rumah sakit ini, sepertinya kau harus cari tempat kerja baru... "


Ancam Marvell pada dokter Stephanie, membuat dokter muda itu seketika bergidik ngeri, benar jika pemilik rumah sakit itu lebih menyeramkan dari pada hantu-hantu kebanyakan, jadi bisa di bilang bahwa laki-laki berahang tegas itu adalah master nya para hantu.


" Mas... Tenang dulu... Benar yang di katakan dokter Stephanie...Ane juga pernah dengar istilah itu... Lagi pula dokter Stephanie tidak mungkin berani berbohong pada mas kan... " Sahut Anelis menjelaskan, sedang tangannya kini mengusap-usap di lengan sang suami agar suaminya itu lebih bisa di jinakkan.


" Benar yang di katakan istriku? " Sahut Marvell penuh intimidasi, membuat dokter muda itu hanya berani menganggukkan kepalanya.


" Emang dasar otak udang ya gitu... Nggak pekaan... Di kasih tau yang bener eh malah nyalahin... Dasar bocah tengik... " Sindir mama Clara.


" Mommy tidak apa-apa kan dad? Kenapa daddy sama mommy tadi menangis dan sekarang kalian malah berdebat? Apa terjadi hal yang buruk? " Arsha tak sanggup lagi menahan rasa ingin tahu nya, bocah kecil itu sudah mendekati ranjang Anelis diikuti oleh si kecil Arshi.


" Asha... Keunnapa Asha eundak nullut kata glanny... Kata glanny kita shulluh tunggu di shitu... Eundak boleh keushini-shini... nanti di tuntik shama ibu dotell... " Bisik Arshi pada kembarannya itu dengan takut-takut.


" Tidak apa-apa girl... Dokter itu tidak akan menyuntik mu. Dan untuk kamu boy... Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, mommy baik-baik saja... "


" Beneran? Daddy sedang tidak berbohong pada Arsha kan... " Bocah itu masih saja curiga dengan daddy nya itu.


" Yes, of course... Daddy sama mommy malah punya kabar gembira untuk kalian... "


" Kaball geumbilla apa daddy... Ashi shuka shama kaball geumbilla... "


" Lihat ke layar itu... " Arsha dan Arshi mengikuti arah tunjuk tangan Marvell " Itu adalah dedek bayi, kalian akan punya adik baru, my twins... "


Seketika itu Arshi memekik girang.


" Dedek bayi? Dedek bayi yang bisha oek oek daddy? " Sahut Arshi antusias dengan bola mata berbinar bahagia.


" Yes girl... "


" Yeay... Ashik ashik ashik... Ahil na Ashi puna dedek bayi oek oek... Ashi geumbilla sheukalii... "


Sontak saja Arshi berlari lincah menuju layar monitor itu, di kecup nya layar monitor yang menunjukkan gambar janin yang ada di dalam perut Anelis, lalu merengkuh nya erat seolah enggan untuk melepaskan.


" Dedek bayi oek oek... Ashi sheunang sheukalli keutemu shama dedek bayi... " Sahut gadis kecil itu masih merengkuh erat alat medis itu, membuat semua orang menepuk jidatnya bersamaan.


" Sayang... " Lirih Anelis memanggil sang putri, ia jadi bingung sendiri harus bagaimana menjelaskan pada putrinya yang selalu bertingkah absurd itu.


" Myh... Dedek bayi na kok eundak bisha oek oek sih... dedek bayi na kok diam mululu... "


" Cucu granny yang pintar nya ngalahin Albert Einstein... Dedek bayi nya bukan di situ sayang... Tapi di dalam perutnya mommy... " Hmmm... Mama Clara jadi gemas sendiri dengan tingkah si kecil Arshi.


" No girl... Itu beneran adik nya Arshi... Tapi... Ehmmm... Gimana ya jelasin nya.. itu gambar nya dedek bayi tapi dedek bayi nya ada di perut nya mommy... " Jelas Marvell dengan wajah bingungnya.


" Hwa... Daddy bohongin Ashi... " Gadis cengeng itu akhirnya menangis karena merasa daddy nya itu telah membohongi nya, membuat Marvell jadi bingung harus bagaimana meyakinkan putrinya.


" Tidak girl... Sini sama daddy... " Marvell mengulurkan tangannya, namun langsung saja di tolak oleh Arshi.


" Eundak mahu... Daddy dahat... Daddy bohongin Ashi, hiks... "


Tingkah ngambek putri kecilnya itu pun membuat Marvell kalang kabut. Ia pun merengek pada sang istri agar istrinya itu ikut membantu menjelaskan.


" Sayang... Bantu aku jelasin dong... "


Anelis menghela nafas dalam.


" Sayang... Sudah ya ngambek nya... "


" Eundak mahu... Daddy bohongin Ashi myh, hiks... " Adu si kecil Arshi pada mommy nya.


" Daddy kan ngga sengaja sayang... "


" Eundak mau, hwa... " Gadis kecil itu malah semakin menangis kencang.


" Shhtt... Shhtt.. Sayangnya mommy... Sini peluk mommy... " Gadis kecil itu pun berhambur ke pelukan mommy nya.


" Sudah dong nangis nya, Nanti kalau kakak Arshi nangis, dedek nya ikut nangis gimana, hmmm... "


" Mommy billang shama dedek bayi na kallo daddy nakhal shama Ashi, biall dedek bayi na hukum daddy biall daddy mual-mual tellush, biall tau llasha... Hiks... " Sahut Arshi dengan nafas yang sesenggukan.


" Iya... Nanti mommy bilangin sama dedek bayi... "


Jawaban Anelis itu pun sontak membuat Marvell langsung tergugu, bagaimana istrinya itu malah berkoalisi sama putrinya...


" Sayang... " Rengek Marvell dengan suara begitu pelan.


" Ane nyerah mas... Dia keras kepalanya mirip sama mas... " Putus Anelis, membuat Marvell seketika lemas.


" Sayang... Terus aku gimana... "


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Jangan lupa like ya sayangkuh


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕