Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Arsha Sudah Bahagia Hanya dengan Mommy


°°°~Happy Reading~°°°


" Apa kau tahu bahwa aku daddy mu? "


Pertanyaan itu sontak membuat Arsha menoleh menatap Marvell yang kini kembali menatap lekat dirinya, hingga sorot mata yang sama-sama dingin itu saling berbenturan dalam kebisuan.


Lama mereka berperang dalam sorot mata tajam, akhirnya Arsha menganggukkan kepalanya, wajahnya tampak sendu, berjuta kesakitan terlihat jelas dari sorot matanya yang sendu dan mendamba akan kerinduan.


Marvell tak mampu lagi memendam perasaan haru nya, ingin ia meluapkan segala rasa rindu yang berkobar dalam hatinya. Namun ia pun tahu, putranya itu mungkin tak akan suka dengan sikap frontal nya yang terlalu pemaksa.


" Boleh aku memelukmu? " Marvell menyerah, ia tak mampu lagi memendam segala rasa rindu yang selama ini di kuburnya dalam-dalam.


Seketika itu Arsha tersentak dengan permintaan daddy nya, mulutnya tercekat, jantungnya tiba-tiba mempercepat debarannya, ada apa dengan hatinya? Kenapa ia seperti ini? Kenapa ia ragu untuk menolak nya?


Arsha tampak berpikir keras, ia berusaha menjernihkan pikirannya yang mungkin saja telah terhasut oleh bujuk rayu sang daddy. Berbagai keyakinan ia tancapkan dalam hatinya, bahwa karena daddy nya lah mommy kesayangannya itu harus merasakan sebuah penderitaan dan kesakitan.


Namun, kenapa ia masih ragu saja?


Di liriknya ke arah pintu penghubung mansion dengan halaman belakang, siapa tahu mommy nya ada di sana, ia tak ingin sampai menyakiti hati mommy nya lagi untuk yang kesekian kalinya.


Aman... Tak ada siapapun selain mereka berdua. Ia kembali menatap dalam-dalam mata tajam daddy nya yang kini berubah sayu mendamba akan sebuah kerinduan.


Apa tidak apa-apa? Apa sekarang aku boleh memeluk daddy? Tapi... Apa aku akan menyakiti mommy jika sampai menerima pelukan itu?


Tidak... Tidak boleh... Aku menyayangi mommy... Aku tidak ingin mommy menangis lagi... Aku tidak ingin membuat mommy sedih lagi... Aku tidak ingin menyakiti mommy lagi...


Tapi... Bolehkan aku menerimanya, hanya sekali saja... Sekali saja... Bolehkah...


Arsha mengangguk dalam keraguan, membuat Marvell langsung merengkuh tubuh kecil itu dalam pelukannya.


Tak ada satu kata pun yang mampu menggambarkan bagaimana perasaan Marvell saat ini, hatinya terasa berdesir, rasa haru, bahagia, dan lega, semua bercampur aduk dalam hatinya.


Jantung nya tak lagi normal, ia berdetak dengan cepat hingga membuatnya susah mengambil nafas. Akhirnya setelah penantian panjangnya, rasa rindu yang selama ini berkubang dalam hatinya, kini terbalaskan oleh dekapan hangat nya.


Arsha hanya terdiam dalam rengkuhan hangat daddy nya, berjuta rasa rindu yang selama ini di pendam nya sendiri, akhirnya kini terbalas sudah.


Benar jika ia membenci daddy nya, namun... Itu dulu. Rasa rindu akan sosok daddy dalam hidupnya, kini mampu menghapus semua rasa benci yang selama ini menggelayuti dalam hatinya.


Arsha mulai membalas rengkuhan itu, tangan mungil nya melingkar di punggung kekar daddy nya, menikmati segala rasa rindu yang kian meluap tiap detik nya.


Sekali saja, biarkan si kecil Arsha menikmati indah rengkuhan sang daddy yang begitu di rindukannya dalam diam, tak mampu lagi ia menerangkan setiap rasa yang menyeruak dalam hatinya.


Ingin ia menangis dalam rengkuhan itu, meluapkan segala rasa rindu yang dulu begitu menyiksa relung hatinya.


Sekali saja, bolehkah ia egois? bolehkan ia egois dengan tubuh itu, jujur, ia tak ingin melepas rengkuhan itu begitu saja.


Biarkan tetap seperti ini, biarkan ia merengkuh daddy yang sudah di rindukannya selama bertahun-tahun lamanya, biarkan seperti ini, sebentar saja...


Lama terhanyut dalam sebuah pelukan hangat, akhirnya Marvell memutuskan untuk melepas pelukan itu, pikirnya Arsha tak akan nyaman jika ia merengkuhnya terlalu lama, padahal kenyataannya... Laki-laki mungil itu begitu berat saat harus melepas dekapan hangat itu dari tubuhnya.


Arsha terdiam sejenak, jujur saja... Pelukan hangat itu telah meluruhkan semua rasa benci dan kesakitan yang selama ini di dera nya seorang diri.


Hingga akhirnya ia kembali mengangguk, ia tak ingin munafik, memang itu kenyataan nya, ia telah memaafkan semua kesalahan daddy nya tanpa syarat.


Seketika itu, senyum lebar mengembang dari bibir Marvell, perasaan lega kini memenuhi isi hatinya, rasa takut tak mendapatkan maaf kini lenyap sudah, akhirnya setelah penantian panjang itu, ia bisa mendapatkan maaf dari putra dinginnya.


" Boleh daddy meminta satu hal lagi padamu? "


Terlihat Arsha mengangguk pelan.


" Daddy ingin... Kita menjadi keluarga, kita hidup bersama di rumah daddy... Bersama mommy dan Arshi... Kita hidup bersama... Apa kamu bersedia? "


Arsha kembali menundukkan wajahnya, jelas ia tahu bahwa daddy nya itu ingin menikahi mommy nya, tapi... Bagaimana dengan mommy nya? Bagaimana jika mommy nya itu tak menyukai daddy nya dan mungkin saja akan semakin tersakiti dengan adanya pernikahan itu?


Cukup ia menorehkan luka yang begitu perih di hati mommy nya, ia tak ingin kembali menorehkan luka yang begitu dalam di hati mommy nya yang masih basah oleh luka lama.


" Arsha... Tidak ingin daddy menyakiti mommy lagi... Arsha... Sudah bahagia hanya hidup bersama mommy dan Arshi... "


Jawaban telak itu seolah sudah menjawab segalanya, ia tahu arti dari jawaban singkat namun menyakitkan itu, bahwa kini putranya telah menolaknya.


Tak ada lagi perbincangan, tak ada lagi percakapan, tak ada lagi satu patah kata yang terucap dari keduanya, mereka sibuk dalam pemikirannya masing-masing, hingga Anelis menghampiri keduanya, Arsha memilih berlari mendekati Anelis dan merengkuhnya erat, laki-laki mungil itu bahkan minta di gendong di dekapan mommy tercintanya.


" Maafin Arsha myh... " Batin nya.


Buru-buru Arsha menghempaskan setitik air mata yang dengan nakal nya menerobos keluar dari bola matanya yang sudah memerah, beruntung tak ada yang melihat, ia tak ingin kembali mengecewakan sang mommy dengan sikapnya yang cengeng hanya karena masalah sepele itu, ia harus kuat layaknya batu karang di tengah lautan yang tetap kokoh meski deburan ombak kian kejam menghantam nya.


" Arsha sayang sama mommy... "


Di eratkan nya rengkuhan itu, tak apa jika ia harus memendam rindu, yang penting ia tak lagi menyakiti hati mommy kesayangannya.


Tak apa jika ia tak bisa bersama dengan daddy nya, yang penting ia tetap bisa bersama dengan mommy kesayangannya itu. Mommy nya adalah segalanya untuknya.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Yang merasa di gantung... Sabar aja yaaaa😅


Yang kecewa karena nggak jadi double up, sabar juga ya...


Othor udah berusaha semaksimal mungkin buat nulis, tapi kalau othor ngerasa tulisan othor ngga ada feel nya, terpaksa harus ngulang nulis lagih, karena othor kan masih anak bawang di dunia penulisan, hehehe...


Jangan lupa coment nya, karena othor always baca semua komentar kalian kok...


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕