
°°°~Happy Reading~°°°
" Saya telah melakukan berbagai tes lanjutan namun tidak mendapati penyakit serius dalam tubuh tuan Marvell, saya... " papar dokter Richard.
" Bagaimana bisa begitu, setiap pagi dia mual-mual nggak jelas, apa dia cuman akting... " Sela mama Clara, putranya itu memang selalu mencurigakan di matanya.
" Ma... " Marvell tak terima dikatai seperti itu oleh ibu kandungnya, kalau akting pun ia akan milih yang enak-enak lah, misalkan saja...
" Mungkin ini sedikit tidak masuk akal, namun saya juga harus memeriksa keadaan nona Anelis untuk membuktikan kecurigaan saya... " Sahut dokter Richard hati-hati, bagaimanapun, sedikit saja menyinggung hati sang tuan muda, maka tamatlah riwayatnya.
" Heyy... Bagaimana bisa kau lancang ingin memeriksa istriku, hah... " Marvell naik pitam mendengar penuturan dokter itu.
" Mas... " Anelis sang pawang singa berkepala manusia itu pun berusaha menjinakkan suaminya.
" Maaf atas kelancangan saya tuan, tapi mungkin ini satu-satunya hipotesis terkuat yang saya miliki... "
Marvell hanya mendengus kesal saat sang istri kini melemparkan pelototan tajamnya.
" Boleh saya menanyakan sesuatu hal yang sedikit privasi pada anda nona? "
" Ehmm... Ya silahkan... "
" Sudah berapa lama anda tidak mendapati siklus bulanan anda nona... "
Dan seketika itu Marvell langsung naik pitam, ia tak lagi bisa membendung amarah nya yang sudah meluap.
" Heh... Kau benar-benar kurang ajar ya, bagaimana kau bertanya seperti itu pada istriku, hah... Bukankah ini pelecehan, awas saja kau... Akan ku tuntut... "
" Mas... Tenanglah... " Pangkas Anelis sebelum suaminya itu benar-benar mengeluarkan kalimat makian nya.
" Sayang... " Protes Marvell.
" Mas... "
" Hmmm... " Lagi-lagi Marvell hanya bisa menggeram dalam kubangan amarah yang hampir meluap.
" Emmm... Saya agak lupa kapan terakhir saya mendapatkan siklus bulanan saya, tapi sepertinya... "
Anelis tampak berpikir sejenak, ia berusaha mengingat kapan terakhir kali ia mendapat siklus bulanannya itu, seingatnya dulu ia selalu mendapat kan siklus bulanan nya di awal bulan, tapi sekarang bahkan sudah hampir akhir bulan, tunggu, bulan lalu ia juga melewatkannya, Anelis tersentak, benarkah itu?
" Dok... " Sentak Anelis tak percaya.
Bagai mengerti isyarat itu, dokter Richard akhirnya menyunggingkan senyum cerahnya, seperti nya kecurigaan nya memang benar adanya.
Mama Clara juga tak kalah terkejut dengan reaksi tak biasa dari menantunya itu. Ia cukup tahu jika membahas siklus bulanan perempuan pasti akan mengarah kemana.
" An... Benarkah itu? "
" Ane juga ngga terlalu yakin ma, tapi sudah hampir dua bulan Ane tidak mendapatkan nya... "
" Baik nona, untuk lebih jelasnya, lebih baik kita langsung periksakan di bagian obgyn saja... "
" Mas... Tenanglah, lebih baik kita ikutin kata dokter saja... "
Sahut Anelis menenangkan tanpa memberitahu apa yang tengah mereka bicarakan, bukan ia ingin membuat suaminya itu di terkam oleh kekhawatiran, ia hanya tak ingin membuat suaminya itu kecewa jika kecurigaan mereka hanya omong kosong belaka.
🍁🍁🍁
Anelis tengah berbaring di ranjang perawatan, seorang dokter perempuan kini tengah mengolesi perut mulusnya dengan cairan bening bertekstur kental, membuatnya merasakan sensasi dingin saat cairan itu mulai menerpa bagian kulit perutnya.
Sedang Marvell hanya bisa duduk di sisi ranjang Anelis dengan perasaan khawatir yang membuncah, tangannya dengan setia menggenggam jemari tangan Anelis yang entah mengapa terasa begitu dingin itu, meski selang infus masih tertancap di punggung tangannya, ia tetap bersikukuh untuk tetap menemani sang istri untuk di periksa.
Di sisi lain, mama Clara dan si twins tak ketinggalan ikut memantau pemeriksaan Anelis, mereka tengah duduk di sebuah sofa yang letaknya cukup jauh dengan ranjang yang di tempati Anelis, sebenarnya mama Clara sih ingin melihat proses USG menantu nya itu, tapi ia harus menjaga si twins, takut-takut jika nanti mereka berbuat onar di ruangan itu dan menggagalkan acara USG nya.
" Glanny... Dotell itu ngapain mommy? Keunnapa baju na di buka-buka shepeulti itu, kata mommy eundak boleh buka-buka baju di depan banak ollang, itu eundak shupan... " Bisik Arshi, namun bisikan itu tetap saja bisa di dengar oleh orang di sekitarnya.
" Mommy sedang di periksa sayang... "
" Di peulliksa? Mommy keunnapa kok di peulliksa sheugalla... Mommy tatit kaya daddy? "
" Tidak sayang, hanya di periksa saja, kamu diam dulu, itu mommy lagi di periksa sama dokter... "
" Ashi eundak boleh bicalla? " Sentak Arshi, gadis kecil itu terlihat marah karena tidak boleh bicara.
" Astaghfirullah... Kamu itu mirip banget sih sama daddy mu... Keras kepala... Ihhh... Pengen cubit deh granny... " Mama Clara menjembel pipi Arshi.
" Ihhh... Glanny... Tatit... " Arshi mengaduh sakit.
" Granny sama Arshi diam dulu, itu dokter nya nanti nggak bisa fokus periksa mommy nya... " Tukas Arsha dengan nada dingin nya.
" Nona Anelis, tuan Marvell... coba lihat ke layar monitor... Apa anda bisa melihatnya? "
Anelis menatap pada layar monitor yang di tunjuk dokter Stephanie, seketika air matanya luruh perlahan, isak tangis tak lagi dapat di tahan, Anelis terharu, tak pernah mengira dengan kabar yang baru di dapatnya.
Mendapati sang istri kini mulai terisak, membuat kekhawatiran Marvell semakin membuncah tak terkira, apa yang terjadi pada istrinya itu hingga kini ia menangis?
" Sayang... Kenapa kau menangis, hmmm... Apa yang terjadi sebenarnya... Kau baik-baik saja kan... " Marvell menggenggam jemari tangan Anelis semakin erat.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Itu othor udah kasih soal di awal chapter
Misalkan saja...
di isi sendiri ya chingu😅
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕