Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Basho Bullat-bullat


°°°~Happy Reading~°°°


" Nggak jelas " Sinis Arsha dengan tatapan memicing pada sang kembaran.


" Apa na yang eundak dullas? " Kepo Arshi.


" Kamu itu yang nggak jelas! " Suntuk Arsha yang sudah jengah menimpali kecerewetan si kecil Arshi.


" Daddy... Mata na Asha eundak dullas, nanti shulluh tante dotell tuntik mata na Asha juga ya dad... " Seloroh Arshi, membuat si kecil Arsha semakin geram bukan main.


" Dasar otak udang... Seharusnya kau suruh daddy suntik mulut kamu sendiri biar kamu tidak cerewet lagi Arshi... " Sentak Arsha dengan kekesalan yang membuncah, membuat si kecil Arshi kini tampak bersungut-sungut, bola matanya sontak memerah bersiap memuntahkan cairan beningnya.


" Ashi eundak tullewet!!! " Sentak si kecil Arshi dengan nafas memburu.


" Dasar cerewet... "


" Ashi eundak tullewet, hwa... Daddy... " Gadis kecil itu sontak menangis histeris, tangannya seketika merengkuh pada sang daddy seolah mencari perlindungan.


" Okay, stop my twins. Perdebatan selesai... " Sahut Marvell berusaha menengahi, kini laki-laki itu tengah menggendong si kecil Arshi yang memang manja nya luar biasa.


" Ashi eundak mau di tuntik daddy, Ashi eundak mau... Shulluh tante dotell na peulgi, Ashi eundak mau di tuntik, hwa... " Racau Arshi seolah-olah dokter siap menyuntik bibirnya, padahal di kediamannya saat ini tak ada satupun dokter yang tengah berkunjung.


" Tenanglah girl... Disini tidak ada dokter. Kalau dokter nya nakal, nanti daddy akan marahin mereka... " Bujuk Marvell.


" Mallahin mulleka shemua daddy, mallahin... hiks... " Sahut Arshi dengan sisa tangisnya.


" Okey. Calm down girl... " Sahut Marvell berusaha menenangkan putri kecilnya itu.


Setelah susah payah di bujuk oleh sang daddy, akhirnya kini si kecil Arshi telah selesai dengan drama isak tangis nya, namun tak berhenti sampai di situ saja, kini gadis kecil itu kembali merengek seperti biasa.


" Daddy... Ashi mau makan basho bullat-bullat di wallung pinggil kantol na daddy, kata om kumish tuball basho bullat-bullat di shana ennak... " Pintanya pada sang daddy.


" Bakso? " Tanya Marvell memastikan.


" Huum... "


" Baiklah, biar bibi Mei yang memesankan. Kamu tunggu sebentar, oke? "


" Tidak oke gimana girl? " Dan Marvell harus memanjangkan ususnya agar lebih bisa bersabar dalam menghadapi tingkah manja gadis kecilnya itu.


" Ashi mau makan di shana, shama daddy, shama mommy, shama Asha dullek, shama dedek bayi oek oek juga... " Sahut Arshi yang masih kesal dengan saudara kembarnya itu.


" Itu akan sangat lama girl... Biar di pesankan bibi Mey saja ya... "


" Eundak mahu... " Lirih gadis kecil itu penuh aura kesedihan.


" Gimana sayang... " Tanya Marvell meminta pendapat pada sang istri.


" Turuti saja mas... Ane juga lagi pengen makan bakso. Arsha gimana sayang, mau kan... " Tawar Anelis.


" Iya myh... "


🍁🍁🍁


Dua mobil mewah itu akhirnya sampai di sebuah warung tenda yang terletak di sebelah gedung pencakar langit perusahaan milik Marvell berada, terlihat warung tenda itu tengah ramai oleh pengunjung, pantas saja, karena kini tengah memasuki jam makan siang, apalagi warung bakso itu sudah terkenal akan kelezatannya.


" Sepertinya sangat ramai mas... " Sahut Anelis sembari menelisik ke luar kaca jendela.


" Ayo tullun sheukallang myh... Ashi udah lapall mau makan basho bullat-bullat sheukallang... " Sahut Arshi antusias.


" Sebentar girl... " Sahut Marvell mencegah, laki-laki itu terlihat merogoh saku celananya lalu menelpon seseorang, dan tak lama kemudian, tiba-tiba para pengunjung warung sederhana itu seketika bubar begitu saja, menyisakan penjual bakso dan bakso-bakso nya yang di biarkan begitu saja.


" Mas... " Peringat Anelis, wanita itu tau sekali jika kini uang sang suami tengah berkerja.


" Kalau menunggu terus akan sangat lama sayang... " Kilah nya.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy Reading Love


Saranghaja 💕💕💕