
°°°~Happy Reading~°°°
" Apa Arsha ingin tinggal dengan daddy... Hidup sama daddy? "
Arsha terhenyak, ia tak sadar dengan apa yang tadi di ucapkan nya, ia terlalu kalut dengan perasaannya sendiri hingga ia lupa bahwa mommy nya lah yang paling banyak tersakiti di sini.
Buru-buru ia menggelengkan kepalanya, meski dalam derai air mata yang masih berjatuhan.
" Tidak my... Arsha... " Ya Allah hatinya begitu sakit, nyeri tak terkira, kenapa ini begitu sulit untuknya? " Arsha... Tidak ingin sama daddy... Arsha hanya ingin sama mommy " Arsha menyerah, ia putus asa, mungkin memang ini yang terbaik untuk semuanya, mungkin inilah jalan takdir yang di gariskan untuknya, cukup ia menggores begitu banyak luka dalam hati mommy nya, itu sudah cukup, setidaknya, ia ingin menciptakan kebahagiaan baru untuk mommy nya.
Di genggamnya jemari mungil itu erat, Anelis ingin sebuah kejujuran, ia tak ingin lagi ada rasa yang terpendam, ia tak ingin kembali melukai hati anak-anaknya, cukup sudah ia hanya berdiam diri dan egois dengan hatinya.
" Arsha sayang sama daddy? "
Arsha terdiam, tak menyangkal maupun mengiyakan. Ia larut dalam di lema.
" Sayang... Arsha... Lihat mommy! " Anelis menangkup wajah Arsha agar menatap ke arahnya.
" Arsha sayang sama daddy? "
Tatapan Anelis yang sedikit menajam seolah mengintimidasi nya, membuat Arsha mau tak mau harus jujur dengan semua perasaan yang telah di pendam nya selama ini.
Hingga akhirnya kepalanya yang kini tertunduk itu mengangguk pelan, bahkan sangat pelan hingga hampir tak terlihat, ia takut jika ia akan menyakiti hati mommy nya... lagi.
" Tapi... " Arsha kembali menyela, ia menaikkan pandangannya, menatap dalam-dalam wajah Anelis berusaha meyakinkan.
" Tapi Arsha mau sama mommy... Arsha... " Kenapa masih terasa sangat berat untuk mengatakan ini, kenapa hatinya masih terasa begitu sakit?
" Arsha tidak apa-apa jika tidak ada daddy... Asalkan Arsha sama mommy... Arsha tidak apa-apa, Arsha sangat bahagia my... " Ikhlas, hanya ikhlas yang harus di lakukannya, jika dengan ini ia bisa membahagiakan mommy nya, maka tak apa, tak apa jika ia harus memendam segala rasa yang kian menggerogoti hatinya.
" Benarkah? " Anelis menelisik ke dalam mata sendu itu, jelas ada sebuah kesakitan yang terpancar jelas di sana.
" Arsha sayang sama mommy... " Ucap Arsha di iringi derai air mata yang jatuh menetes di pipinya.
" Bagaimana jika tidak hanya daddy? Arsha juga bisa sama mommy? Arsha mau kan? "
Arsha hanya mematung di tempatnya, apa maksud mommy nya sebenarnya?
" Sayang... Arsha... Dengerin mommy. Bagaimana... jika kita hidup bersama, ada daddy, mommy, Arsha... Sama Arshi... Kita hidup bersama sayang... Nanti... Arsha sama Arshi akan punya orang tua yang lengkap. Arsha tidak akan di ejek lagi karena tidak punya daddy... Arsha mau kan nak? "
Arsha terdiam sejenak, ia masih berkubang dalam lamunannya, benarkah yang di katakan mommy nya saat ini? Benarkah ia akan memiliki keluarga yang utuh?
" Kita hidup bersama? " Dengan polos nya Arsha bertanya pada mommy nya.
" Sama daddy, mommy, dan Arshi? Kita hidup bersama? " Ulang nya meyakinkan.
Anelis kembali mengangguk, air matanya kian menderas, mengalir tanpa jeda, hati seorang ibu mana yang tak tersayat saat menyaksikan anaknya berusaha menahan derita sedalam ini?
Di usap nya air mata yang membasahi wajah mommy nya dengan jemari mungil nya, ia tak ingin lagi menciptakan kesedihan di hati mommy yang paling di cintainya itu.
" Mommy jangan menangis lagi... Arsha tak apa jika tak bersama daddy... Arsha sudah bahagia hanya dengan mommy... Arsha tidak ingin serakah, Arsha tidak ingin membuat mommy menangis lagi seperti saat ini, Arsha sayang sama mommy... "
" Jika Arsha benar sayang sama mommy... Arsha harus jujur sama mommy, katakan apa yang ada dalam hatimu sayang... Jangan memendamnya sendiri, itu malah membuat mommy sakit sayang... " Di usapnya wajah putranya itu, ia tak ingin putranya berlarut-larut menutup hatinya.
" Maukah Arsha menerima daddy? Dan kita hidup bersama? "
" Bohong jika Arsha tak ingin, tapi... Arsha juga tak ingin menyakiti mommy... Arsha... Tidak ingin melihat mommy menangis lagi karena daddy... Jadi... Tak apa jika kita tidak bersama daddy... " Arsha mengembangkan senyum getir, namun perasaannya terasa di remas-remas, sakit bukan main.
" Tidak sayang... Mommy tidak akan lagi menangis asalkan Arsha juga tidak menangis. Mommy akan bahagia jika Arsha bahagia. Jadi, jika Arsha ingin kita sama-sama daddy... Mommy akan sangat senang sekali. Maukah Arsha menerima daddy dan kita hidup bersama? "
" Benarkah mommy tak apa? "
Anelis mengangguk meyakinkan Arsha yang begitu dilema dengan pilihannya.
" Arsha... "
Lama Arsha terdiam, hingga akhirnya...
" Arsha... Mau... Arsha mau nerima daddy... Arsha mau hidup sama daddy... Arsha mau kita hidup sama-sama my... Asalkan mommy tak apa, asalkan mommy berjanji pada Arsha, mommy tak akan lagi menangis, bisakah mommy berjanji? " Arsha menyodorkan jari kelingking nya, hingga akhirnya kedua jemari itu saling bertautan.
" Iya sayang... Mommy janji... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Menurut kalian part ini gimana
Biasa aja atau sangat nggak banget
Komen dong
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕