Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Nggak Jelas


°°°~Happy Reading~°°°


" Daddy dahat!! " Sentak si kecil Arshi tak terima.


" Calm down girl, kenapa kau marah-marah, hmmm... " Sahut Marvell berusaha menenangkan putrinya yang tengah di rundung amarah itu.


" Daddy dahat kallna shuka buat mommy lembull-lembull. Kashian mommy na Ashi nanti tapek, iya kan myh... "


" Iya sayang, daddy jahat, huhuhu... " Anelis pura-pura tersedu, wanita itu rupanya tengah berkoalisi bersama sang putri.


" No girl... Listen to daddy... "


Marvell mendekati putrinya yang tengah bersungut-sungut itu, kemudian membisikkan sesuatu hingga berhasil membuat gadis kecil itu mengerutkan keningnya.


" Beunnellan dad? " Sentak si kecil Arshi dengan wajah berbinar antusias.


" Of Course girl... " Timpal Marvell dengan senyum smirk nya, membuat Anelis seketika itu curiga atas tingkah tak biasa keduanya.


" Mas... Mas bisikan apa putriku!!?? " Peringat Anelis.


" Dia juga putriku sayang... " Kilah Marvell.


" Mas jangan macam-macam ya mas... awas aja kalau mas bicara yang nggak-nggak sama Arshi, dia masih kecil mas... " Geram Anelis.


" Karena itu mas harus ajarin dia dari kecil sayang, biar nanti dia jadi pro... " Kekeh Marvell.


Astaghfirullah, berbicara dengan suaminya itu memang sangat menguras kesabaran, Anelis menghela nafas dalam-dalam, lebih baik bicara pada si cadel Arshi dari pada si mesum Marvell.


" Sayang, tadi daddy bisikin apa sama kamu, hmmm? "


Si kecil Arshi pun sontak membisikkan sesuatu di telinga mommy nya itu.


" Tahdi daddyh bishikin Ashih, kalau mommy lembull-lembull tullus, nanti... ASHI DAPAT DEDEK BAYI OEK OEK LADI, YEAYY... ASHIK ASHIK ASHIK... " Sentak si kecil Arshi di akhir kalimat nya, membuat Anelis seketika itu membelalakkan bola matanya tak percaya.


" Mas... " Sentak Anelis, namun tentu saja hanya di balas kekehan oleh sang suami.


" Nanti Ashi buatin dedek bayi oek-oek ladi ya myh, shupulluh, Ashi mau dedek bayi oek oek na tewek shemua, Ashi eundak mau dedek bayi towok, eundak shellu... " Rengek Arshi yang tentu saja langsung di sanggupi oleh sang produsen.


" Siap girl... "


" Mas... " Rengekan Anelis semakin menjadi, benar-benar suaminya minta di gantung di tiang pohon beringin.


" Bercandanya ngga lucu mas... "


Marvell malah semakin terbahak melihat wajah istrinya yang sudah memerah itu.


" Puasanya Ane perpanjang 100 persen, ngga ada diskon-diskonan... " Sungut Anelis, membuat tawa sang suami seketika itu luntur, di gantikan oleh raut cemas yang membuncah.


" Sayang... "


Sayang, rayuan Marvell itu tak mempan sedikitpun untuk Anelis, wanita itu tetap melengos tak bergeming dengan rayuan sang suami.


" Sayang... "


" Jangan rayu-rayu Ane mas, ngga mempan... " Ketus Anelis.


" Sayang... Please, nanti mas buatin baby kembar 3 deh... " Rayu Marvell, membuat Anelis semakin melotot tak percaya.


" Mas... " Astaghfirullah, sungguh wanita itu geram dengan aksi mesum sang suami, hingga akhirnya suara lembut itu berhasil mengalihkan kejengkelan nya.


" Mommy dan daddy di sini? "


Suara itu berasal dari si kecil Arsha, terlihat bocah laki-laki itu baru saja memasuki ruang kerja daddy nya dengan pakaian santai nya, kaos oblong dan celana pendek, kedua tangan nya kompak di masukkan pada kantong celana, membuat pesona bocah laki-laki berumur 4 tahun itu begitu memukau mata.


" Ashi shama dedek bayi oek oek juga di shini, Asha eundak lihat ya... "


Si kecil Arshi pun berpaling menatap daddy nya.


" Daddy daddy... daddy hallus peulliksa mata na Asha shama tante dotell, biall tante dotell nanti tuntik mata na Asha biall jadi beushhall... "


" Nggak Jelas... " Sinis Arsha dengan tatapan memicing pada sang kembaran.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕