Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Takut Padamu? Jangan Mimpi...


°°°~Happy Reading~°°°


" Hah... Kamu ngomong apa? "


" Ashi bilang Ashi mau peulmen yang beushall... Yang lungkel-lungkel om... Om na bollot ih... Eundak shellu... " Sentak Arshi dengan suara cempreng nan membahana.


" Tau ah... Nggak paham... Ben, kamu coba ajak ngomong dia... " laki-laki berambut tebal itu mulai menyerah dengan aksi si kecil Arshi.


" Kamu mau permen yang seperti apa? " Sahut Beni mengambil alih.


" Mau peulmen lollipup yang beushal... Yang bentuk na lungkel-lungkel kaya ulal meulingkall... " Arshi menggerakkan tangannya melingkar besar, membuat semua orang yang ada disana semakin pusing di buatnya.


" Lolipop... Pokoknya yang ku dengar itu, aku tidak tahu kata-kata selanjutnya... " Seru si Beni dengan nada menyerah.


" Ya sudah kamu belikan, jangan sampai membuatnya menangis atau kita akan kesulitan untuk membujuknya... "


Sembari menunggu permen nya tiba, si kecil Arshi terus saja berulah, berulang kali ia meminta hal yang begitu memusingkan, membuat semua orang di sana frustasi, pusing tujuh keliling dengan korban sanderanya.


" Om lambut teuball... Ashi mau pipish... " Sembari merapatkan kedua kakinya, tangannya pun menyentuh area sensitif nya seolah tak lagi dapat menahan.


" Duh... Bocah ini sangat merepotkan sekali. Kau saja Ben... " Sungut si om rambut tebal sudah jengah dengan banyaknya permintaan bocah kecil itu.


" Om lambut tebal saja yah... " Seloroh Beni mengikuti cara bicara Arshi.


" Ahhh... Sial*n kau... "


" Om lambut teuball... Teupetan... Ashi udah eundak tahan, pipis na mau kelual, hwa... "


Arshi terisak, air matanya mulai mengalir deras padahal itu hanyalah air mata palsu. Sontak saja membuat semua orang di sana panik bukan main.


" Ututu... Gadis cantik kenapa menangis... " Si om rambut tebal kini tengah berusaha menjangkau tangan Arshi bermaksud menenangkan gadis kecil itu, namun tangannya seketika terhenti saat Arsha menyaut tubuh Arshi mendekati nya.


" Oho... Si kecil ini berani membentak ternyata... " Laki-laki berambut tebal itu mulai mendekati Arsha dan arshi, membuat Arsha semakin erat menggenggam tangan kembarannya, sedang si kecil Arshi jangan di tanya lagi, gadis kecil itu sudah beringsut ketakutan, menangis semaunya tanpa mau membantu kembarannya, meski hanya sekedar diam dari tangisnya.


" Apa sedari tadi kau menahan diri untuk tidak membuka mulut karena kau takut pada kami, hah... " Sambung nya.


" Takut padamu? Jangan mimpi... " Lirih namun menusuk, itulah yang tergambar dari setiap kata yang terucap dari bibir Arsha.


" Kau!!! Kau berani sekali ya... " Si rambut tebal mulai kebakaran jenggot, tak tahan dengan tingkah Arsha yang sok berani dan semakin memancingnya untuk berbuat kasar.


" Bos... Bos besar sudah tiba... " Lapor salah satu rekannya, membuat si rambut tebal itu gagal untuk kembali memaki bocah kembar yang sangat menjengkelkan itu.


" Kau jaga mereka. Aku akan menyambut tuan Bara... "


Si om rambut tebal itu pun menyingkir dari sana, ia lebih memilih untuk menyambut sang bos besar dari pada harus berurusan dengan bocah ingusan itu.


" Asha... Ashi tatut shama om lambut teubal... om lambut teuball dahat... Dia mallahin Asha... " Gadis kecil itu kembali merengek.


" Sudah... Jangan nangis, bukankah kamu bilang kalau kamu tidak cengeng? "


Arshi seketika mengangguk yakin meski dengan air mata yang masih mengalir deras.


" Kalau kau berhenti menangis dan tidak menangis sampai daddy menjemput kita, kita akan menang dan mendapat hadiah banyak sekali... "


" Tapi Ashi tatut... Melleka bawa pishang... " Perkataan Arshi itu sontak membuat Arsha mengerut dahinya.


🍁🍁🍁


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕