
°°°~Happy Reading~°°°
Cup...
Tiba-tiba satu ciuman kini mendarat di pipi Marvell, membuat semua orang tersentak tak percaya, terlebih lagi Anelis sang istri sah, sudah tak bisa di gambarkan lagi bagaimana perasaan nya saat ini, hatinya remuk redam, sakit tak berdarah.
" D'accord... Je vais y aller en premier... A un autre jour, bonne journée... " (Oke... Aku pergi dulu... Sampai juga di lain hari, semoga harimu menyenangkan...)
Ucap perempuan itu dengan senyum smirk yang menghiasi bibirnya, tangannya melambai manja, lalu tak lama kemudian memilih menyingkir dari tempat itu.
" By by tante tomel... " Si kecil Arshi turut melambaikan tangannya melepas kepergian perempuan itu, gadis kecil itu terlihat girang, perempuan tadi benar-benar terlihat cantik di matanya.
" Shhht... Puéril... " (Dasar kekanakan...) Dengus Marvell, lalu pandangannya tertuju pada sang istri yang masih saja berdiri di posisinya.
" Sayang... Kenapa masih di situ, hmmm... Duduklah... "
Anelis pun kembali duduk di kursinya, kembali mengambil alih baby Arshell dan menyuapinya bubur yang masih tersisa beberapa suapan.
" Kenapa kamu lama sekali tadi, hmm... " Sahut Marvell sembari menatap dalam pada wajah sendu sang istri.
" Tidak apa-apa... " Lirihnya, suaranya tercekat oleh tangis yang ingin segera di muntahkan.
Marvell kembali meneruskan makan siangnya, sesekali bercengkrama dengan David membahas tentang bisnis dan proyek-proyek besar, membuat Anelis semakin kesal saja, alih-alih menjelaskan apa yang tadi terjadi, suaminya itu malah asik sendiri dengan dunianya.
Benar-benar egois, tidak berperasaan, jahat, suami tidak tau di untung, sudah tau di sana ada dirinya, kenapa suaminya itu dengan suka rela mau di cium oleh perempuan lain yang nyata-nyata adalah seorang pelakor?
Ahhh... hati Anelis benar-benar kesal bukan main.
🍁🍁🍁
Mobil melaju membelah keramaian kota Paris di tengah malam yang dingin menusuk tulang. Tak ada pembicaraan yang tercipta, suasananya begitu hening, dan... mencekam.
Anelis masih saja mengunci bibirnya, tak banyak bicara, hanya menyahut seperlunya, hatinya masih terbakar api cemburu oleh sosok wanita cantik yang tadi dengan lancangnya menci*m pipi sang suami.
Benar-benar wanita itu sukses membuat hatinya dongkol sekaligus sakit hati.
Hingga tiba di apartemen, Anelis masih menutup rapat mulutnya, namun kecemburuan itu tak serta merta membuatnya melupakan kewajibannya, perempuan itu tetap menyiapkan keperluan sang suami, hanya saja kegiatan itu tak diselingi adegan romantis yang biasa tercipta.
Anelis menghela nafas dalam, wanita itu berusaha menyelami perasaannya, berusaha memahami setiap situasi yang ada.
Mungkin saja perempuan itu hanyalah perempuan masa lalu sang suami, mungkin saja ciuman itu hanya ciuman perpisahan yang tidak berarti, tapi tentu bisa dengan cara lain bukan? Tidakkah suaminya itu memahami bagaimana perasaannya saat ini?
Ahhh... Tolonglah...
Semua ini membuat Anelis gamang, tak tahu harus bagaimana, perasaannya sakit, ingin mencari tau apa yang sebenarnya terjadi, namun ia takut tersakiti, ingin melupakan, namun kejadian itu terus saja berputar tanpa henti, lalu apa yang harus ia lakukan saat ini ya Allah...
" Sayang... " Laki-laki itu merengkuh sang istri dari belakang.
🍁🍁🍁
Aniong tingu
Ini Ashi, hihihi
Apa kabal palla Lidels shekalian...
Shaball-Shaball
Hallush shaball ya shama otholl
Otholl emang nakall, shuka tulik-tulik Ashi...
Shuka bikin mommy Ashi nanit juga
Ashi sheuball shama othol🤫
Otholl endak boleh ada tante lakoll ya
Hwaaaa... kashihan mommy na Ashi, nanti jadi sheudih...😭
Happy Liding
Shalanghaja 💕💕💕