Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Kepanikan Marvell


°°°~Happy Reading~°°°


" Apa!!! Lahiran... "


Seketika itu Marvell membelalakkan bola matanya lebar, tubuhnya sontak terjingkat dari ranjangnya, kantuk yang tadi mendera kini menguap seketika, laki-laki berparas rupawan itu terlihat panik, kakinya berlari kesana-kemari bak orang linglung yang tak tau kemana arah tujuannya.


Mendapati kepanikan suaminya, membuat Anelis hanya bisa menghela nafas dalam, inilah alasannya mengapa sedari tadi ia memilih menahan sendiri rasa sakitnya, karena rasa sakit yang menderanya masih bisa ia tahan dari pada kepanikan suami posesifnya.


" Mas ngapain? "


" Mas bingung sayang, mas harus apa? " Sahut Marvell dengan nada bingung nya.


" Kita ke rumah sakit mas... Dedek nya udah ngga sabar lihat mas... " Sahut Anelis sedikit memberikan gurauan agar suaminya itu tak tertelan oleh kepanikan.


" Oke, kita ke rumah sakit sekarang... "


Marvell segera membopong tubuh lemah sang istri, laki-laki itu terlihat gugup, tak henti-hentinya mulut tajam itu berkoar-koar memanggil semua pelayan nya agar menghadap ke padanya, sontak saja malam yang hening kini berganti oleh malam penuh kepanikan.


" Pak Li... Pak Li... Siapkan mobil, cepat!!! Istriku akan melahirkan!!! " Teriakan melonglong itu berhasil membuat semua pelayan ikut gugup tak terkira.


" Mash... Tenang Ahhh... Astaghfirullah... " Rintih Anelis tertahan saat rasa nyeri itu kembali mendera, sedang tangannya mencengkram kuat punggung suaminya, berusaha menguar segala rasa sakit yang kian terasa begitu melilit.


" S-Sayang... Kamu kenapa... " Panik Marvell saat di tatapnya wajah sang istri yang kini menyiratkan segala kesakitan.


" Sakit mash... Astaghfirullah... Ehmm... " Anelis merintih dalam gendongan sang suami, tangannya kian mencengkeram kuat punggung kekar itu.


" Apa kalian tuli hah... Cepat siapkan mobil sekarang juga!!! " Sentak Marvell pada semua pelayan nya.


🍁🍁🍁


" Astaghfirullah, mas... Sakit... Ya Allah... " Rintih Anelis, wajahnya sudah basah akan peluh, wanita berhijab itu benar-benar tengah kesakitan.


" Bersabarlah sayang, sebentar lagi kita akan sampai... Hmmm... " Timpal Marvell sembari meringis akibat kuku-kuku tajam Anelis yang kini menusuk dalam kulitnya.


" Kenapa kau lamban sekali hah... Apa kau buta, kau tak melihat istriku kesakitan... " Sang tuan muda kembali mengeluarkan amukannya.


Tak berselang lama, akhirnya mobil mewah itu pun mendarat di halaman rumah sakit.


Marvell dengan sigap membopong tubuh sang istri, mulutnya tak henti-henti memanggil sang dokter agar segera menghadap ke arahnya.


Rumah sakit yang seharusnya lengang pun mendadak ricuh, tak ada yang berani mengomel atau sekedar menasehati, karena pada dasarnya sang pembuat onar itu adalah pemilik rumah sakit itu sendiri.


" Tu... tuan Marvell... " Sentak sang kepala dokter melongo menatap keadaan Marvell saat ini, rambut yang biasanya tertata rapih kini terlihat amburadul, tubuh kekar yang biasanya di balut oleh jas mahal kini di gantikan oleh celana boxer lengkap dengan kaos oblong nya, dan apa itu, sandal rumah yang di pakai sang tuan muda itu bahkan memiliki warna yang berbeda.


" Kenapa kalian hanya bengong saja hah... Istriku mau melahirkan bod*h... " Pekik Marvell.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Hayoloh, siapa tuh yang lagi gugup🤣


Jangan lupa like


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕