Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Shupell Min


°°°~Happy Reading~°°°


" Sayang... Kamu takut? " Marvell mengedipkan matanya menggoda sang istri.


" T-takut? Takut apa mas, A-Ane ngga takut kok... " Anelis gugup, membuatnya semakin di buat salah tingkah dengan pipi yang mulai merona merah.


Cup...


Gemas dengan tingkah sang istri, Marvell pun mencuri satu kecup*n di pipi Anelis, membuat Anelis seketika itu memekik, si kecil Arshi pun tak mau ketinggalan, gadis kecil itu bahkan begitu heboh tak karuan.


" Mas... " Pekik Anelis yang hanya di balas cengiran oleh Marvell.


" Benar kata aunty Clara, kakak benar-benar tidak tau malu... " Komen Alexa sembari menatap jijik pada Marvell.


" Tuit... Tuit... Mommy dapat shun dalli daddy... Ashi mau Ashi mau... " Gadis kecil itu pun menyodorkan wajahnya pada Marvell, merasa iri dengan mommy nya.


" Tapi ada syaratnya girl... "


" Shalat na apa? Hallush bayall? "


" No... Kamu hanya perlu cerita sama daddy, gimana kamu kasih daddy selimut tadi malam... "


" Oce oce... Shutuju... Ashi mau shuttolli... "


Cup...


" Sudah... Sekarang ceritakan pada daddy... "


Anelis meneguk lud*hnya, habis kamu Anelis, semuanya akan ketahuan, dimana kamu akan menyembunyikan wajah mu itu?


" Jadi, habish Ashi pipish di kamall na daddy... mommy minta tolong Ashi buat shullimutin daddy shama-shama, shellimut na beushall shekalli, jadi mommy eundak bisha shellimutin shendilli, hallush shama Ashi, Ashi kan kuat shepeulti shupell min... "


Flashback On


Bola mata sembab itu mulai mengerjap perlahan, pandangannya mengedar menatap seisi kamar, sepi dan sunyi, tak ada lagi rengkuhan hangat sang suami, Anelis merasa ada sesuatu yang kurang, tanpa suaminya ia merasa hampa.


Wanita itu menuruni ranjang king size nya, meski masih kesal dengan suaminya, namun setengah hatinya merasa khawatir mengingat adegan pengusiran semalam.


Tangannya pun mengayun membuka pintu kamarnya, suasananya tampak sunyi di tengah lampu-lampu yang temaram.


Langkah kaki nya mulai mengalun, bola matanya tak henti berselancar meniti sudut demi sudut ruangan apartemen nya, mencari keberadaan sang suami yang entah berada di antah-berantah. Hingga akhirnya, ia pun di kejutkan oleh sosok yang kini tengah meringkuk di atas sofa depan televisi, membuat hatinya seketika ngilu, tak tega menatap sang suami yang kini harus tersiksa karena keegoisan diri.


Di ambilnya selimut dari dalam kamarnya, tangannya pun mengulur hendak menyelimuti tubuh meringkuk itu... Hingga akhirnya, pergerakannya terhenti...


Pikiran nya mulai meraba akan apa yang di pikirkan sang suami, pasti dengan selimut itu suaminya akan merasa sudah termaafkan, tak ada lagi penyesalan dalam hati karena telah mengecewakan nya, kesalahan yang sama mungkin akan kembali terulang tanpa koreksi diri, membuat wanita itupun kembali melipat selimut itu dan menyimpannya di sisi sofa yang lain.


" Mommy kok di shini? Mau puk-puk Ashi? " Lirih si kecil Arshi sembari mengucek-ucek matanya yang masih memburam.


" Ngga apa-apa sayang... Arshi kenapa kok bangun, hmmm... " Di usapnya helaian rambut si kecil Arshi yang tampak semrawut bak rambut singa.


" Ashi habish mimpi di kejall-kejall bulluwang myh, shellam... Ashi tatut tellush lalli billit-billiit... Sheukallang Ashi pengen pipish jadi na... " Cerita Arshi dengan nada bicara yang di dramatisir.


" Ayo kalau gitu mommy antar sayang... "


Anelis menggiring Arshi ke luar kamar, membuat si kecil Arshi pun tercengang.


" Shitu kan ada kamall pipish na myh? " Tunjuk si kecil Arshi ke arah kamar mandi yang terletak di pojok kamarnya.


" Kamar mandinya rusak sayang... " Jawab Anelis beralasan, dan si kecil Arshi yang baik hati dan tidak sombong itu pun hanya menurut.


Selesai buang air di kamar Anelis, bola mata Arshi tak sengaja menatap pada sang daddy yang kini terlelap di atas sofa, daddy nya itu terlihat meringkuk kedinginan tanpa selimut yang membalut tubuhnya.


" Daddy kok tidull di shini myh? "


" Daddy ngompol jadi tidur di luar sayang... "


" Xixixi... Daddy kaya dedek Ashell, shuka ompol-ompol... Iuhhh... "


" Daddy sepertinya kedinginan sayang, kamu selimutin ya... " Seloroh Anelis memprovokasi Arshi.


" Mommy bantuin Ashi... Shellimut na beullat shekalli, Ashi eundak kuat, biall mommy ajah... "


Dan kedua wanita itu pun saling bahu membahu menyelimuti sang daddy yang kini tengah merana di alam mimpinya.


Flashback Off


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Ashi Come back nih


Jangan lupa like nya ya


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕