Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Latakan Saja Daddy


°°°~Happy Reading~°°°


Setelah kejadian itu, Marvell pun memutuskan untuk ikut serta menjemput sang buat hati, ia tahu, Anelis masih shock dengan apa yang tadi di lihatnya, membuatnya tak tega jika harus membiarkan sang istri menjemput kedua buah hatinya seorang diri.


" Mommy... Daddy... " Si kecil Arshi tampak sumringah mendapati daddy nya kini ikut datang menjemputnya. Sontak saja, kaki mungilnya itu berlari kencang mendekati keberadaan sang daddy dan langsung berhambur ke pelukannya.


" Hmmm... Seperti nya putri daddy senang sekali... " Sahut Marvell yang kini telah menggendong si kecil Arshi.


" Huum... Ashi sheunang sheukalli daddy ikut demput Ashi ke shekullah... Ashi shayang shama daddy... Cup... " Satu kecupan mendarat di pipi Marvell.


" Sama mommy? " Bukan Anelis yang bersuara, tapi seorang Marvell yang kini hatinya telah sedikit mencair.


" Shama mommy juda shayang... " Arshi mencondongkan tubuhnya mendekati Anelis berniat menciumnya, sontak saja Marvell mengikuti pergerakan putri nya itu hingga kini tubuh nya berdempetan rapat dengan tubuh Anelis.


Anelis hanya tersenyum simpul mendapat kecupan dari putrinya itu, tak sedikitpun ia memperdulikan Marvell yang kini tengah menatapnya intens.


" Daddy... " Sahut Arshi manja, jemari mungil nya mulai menelusuri wajah tampan Marvell, hingga akhirnya satu kecupan kembali mendarat di pipi daddy nya itu.


" Apa girl... Apa putri daddy ini sedang berusaha merayu daddy, hmmm? " Marvell membalas kecupan putri nya itu bertubi-tubi, sontak saja membuat si kecil Arshi menggeliat kegelian.


" Hihihi... Beulhenti daddy... Ashi mallu... Ada teuman-teuman Ashi di shini... Hahaha... Beulhenti... "


Marvell pun memilih menyudahi aksi nya saat sang putra kini sudah ada di depannya.


" Hey boy... Gimana belajar nya hari ini... " Sahut Marvell setelah tadi mengecup kening sang putra.


" Baik dad... "


" Daddy... Ashi mau dalan-dalam shama daddy, shama mommy, shama Asha, boleh? " Sahut Arshi dengan nada manja, bola matanya berkedip-kedip layaknya senter rusak, tangannya kini bahkan membelit manja di leher sang daddy.


" Kau mau kemana girl? "


Arshi pun membisikkan sesuatu di telinga Marvell hingga membuat dahi Marvell berkerut dalam.


" Kamu ajak Arsha dulu, kalau Arsha setuju kita akan pergi kesana... " Marvell pun menurunkan Arshi dari gendongan nya, memberi waktu pada gadis manja itu agar bisa mengambil hati kembarannya.


" Asha... Asha mau yah... " Arshi menggelayut manja di lengan Arsha, membuat laki-laki dingin itu sampai merasa risih sendiri dengan kelakuan centil kembarannya.


" Lepaskan tangan ku Arshi, apa kamu tidak malu? " Suntuknya, namun bukan Arshi namanya jika ia akan menyerah begitu saja, nyatanya gadis kecil itu tetap bergelayut di lengan kembarannya itu.


" Ayolah Asha... "


" Kemana? "


" Ke tempat dulu mommy peulnah ajak Asha sama Ashi libullan... yang ada peulmainan na banak, shama ada dino juda..., ya... Mau ya Asha... " Rayu Arshi.


" Tidak... "


" Keunapa? " Arshi menatap Arsha penuh rasa kecewa.


" Malas... " Jawabnya singkat.


" Asha... Asha kan baik... Itu daddy na udah mau di ajak keushana loh... Nanti Ashi kashih Asha cucu tobelli na Ashi deh, shemua na... " Arshi tampak menimbang " Eh... Eundak shemua, nanti Ashi na minum apa, Ashi kasih setengah na aja ya, ya... Mau yah Asha... " Arshi kembali mengedip-ngedipkan kelopak matanya.


" Nggak... " Keukeuh Arsha.


Melihat tingkah kedua bocah kecil nya itu, sontak saja membuat Marvell tergelak, tingkah polos kedua anaknya itu benar-benar menggemaskan untuknya.


" Sudah sudah... Kenapa kalian malah berantem, hmmm... " Marvell mengusap-usap ujung kepala baby twins bersamaan.


" Asha eundak mau di ajak ke teumpat dino daddy... " Adu Arshi saat kembarannya itu menolak singgah di Enzo Land, dimana disana ada replika dinosaurus berukuran besar.


" Arsha beneran tidak mau kesana? "


" Sebenarnya mau dad... Tapi ada syaratnya... " Arsha menatap smirk pada Arshi.


" Tapi eundak boleh shusah-shusah shallat na ya Asha... "


" Janji Arshi ngga bakal nakal-nakal lagi... "


" Ashi janji eundak nakhal-nakhal ladi... " Sahut Arshi cepat, ia begitu antusias, ini lebih seperti kuis untuknya


" Janji Arshi ngga nangis-nangis lagi... "


" Ashi janji eundak nanit-nanit ladi... " Selorohnya tanpa pikir panjang sembari mengangguk-anggukkan kepalanya faham.


" Janji Arshi ngga... "


" Ahhh... Asha na lama... Udah... Ayo ceupat beullangkat... Cap cus... Kemon... " Arshi menyaut tangan Arsha dan langsung menariknya pergi, namun langkah keduanya itu terhenti saat tiga orang laki-laki dewasa kini tengah mendekat ke arah mereka, salah satu di antara ketiganya merupakan kepala sekolah Royal Preschool.


" Selamat siang tuan... Maaf mengganggu waktu anda... " Sahut sang kepala sekolah sembari mengangguk hormat.


" Yah... Sangat mengganggu... " Tak ada lagi kelembutan, bahkan hanya wajah dingin yang di tampilkan Marvell pada ketiga orang yang menghampirinya itu.


" Bisakah kita membicarakan sesuatu hal di ruangan saya, ini mengenai kejadian kemarin yang menimpa anak-anak anda dengan salah satu siswa di sini... "


" Tidak... Bicara di sini saja, aku tak punya banyak waktu... " Sergahnya sembari melirik arloji mahal yang bertengger di pergelangan tangannya.


" Jadi, saya mewakili Royal Preschool ini ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada anda atas kelalaian kami hingga terjadi insiden itu, saat itu adalah waktu istirahat sehingga tim pengajar yang bertugas di kelas putra-putri anda telah kembali ke ruangannya, jadi... "


" Jadi karena waktu itu adalah jam istirahat, pengajar disini meninggalkan anak-anak tanpa pengawasan, hah... Apa kau bodoh sampai membiarkan anak-anak bermain sendiri tanpa penjagaan... Jawab!!! " Suaranya lirih namun penuh ketegasan di dalamnya.


" Maafkan atas kelalaian kami tuan, kami akan segera memperbaiki sistem kependidikan di sini sesegera mungkin... "


" Semakin cepat semakin baik... Kalau saja anak-anakku bersedia pindah sekolah, sudah ku pindah mereka ke sekolah yang lebih bagus dan... akan ku ratakan sekolah ini... " Sahut Marvell tanpa kompromi.


" Betull daddy... latakan saja... Di shana... di taman deupan kellas na Ashi, dalan na beulbatu, di shitu latakan saja daddy, bial Ashi eundak jatuh-jatuh kalau main di shitu... " Seloroh Arshi tanpa pikir panjang, membuat semua orang di sana menepuk jidat, bukan seperti itu maksudnya Arshi...


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Spesial Hari Raya Idul Adha, othor nyempetin double up


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕