Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Awas Kamu


°°°~Happy reading~°°°


Marvell duduk dengan jengah di depan layar televisi yang masih menyala, tontonan di depannya seolah tak ada yang menarik, namun apa daya, tak ada yang ingin ia lakukan, semua terasa hambar, makan pun tak enak, bekerja pun tak selera, Marvell tengah di liputi keletihan yang luar biasa mendera.


Berkali-kali channel televisi itu bergonta-ganti, namun entah mengapa tak ada satupun yang memikat hati, membuat laki-laki itu hanya bisa menghela nafas dalam sebelum akhirnya memilih merebahkan tubuhnya di atas sofa berharga fantastis itu.


" Mas di sini? " Suara halus nan lembut itu berhasil menggagalkannya saat ingin memejamkan mata, terlihat istrinya itu tengah mendekat ke arahnya, rupanya anak-anak sudah tidur, terbukti dengan Anelis yang kini datang menemuinya tanpa rengekan dari salah satu buah hatinya.


" Ane cari-cari di kamar ternyata mas di sini? Mas ngapain kok belum tidur? " Anelis mendudukkan tubuhnya di ujung sofa, membuat Marvell sontak bangkit dan menjadikan paha sang istri sebagai bantalan kepalanya, wajahnya kini mendusel pada perut Anelis, sedang tangan kekarnya sukses melingkar di perut ramping sang istri, jujur laki-laki itu merindukan momen intim berdua bersama dengan sang istri tercinta.


" Tidak ada, hanya bosan saja... " Jawabnya asal, padahal pekerjaan tengah menumpuk, proyek besar tengah menghadangnya di depan mata, namun itu tak membuat semangatnya bangkit begitu saja.


" Hmmm... Bosan? " Anelis hanya bisa mengernyitkan kening nya.


" Mas belum mengantuk? Waktu sudah larut, kalau mas tidur kemalaman nanti mas bisa sakit... " Sambung Anelis sembari mengusap-usap helaian rambut sang suami.


" Temani mas di sini, sebentar saja... " Pinta nya dengan suara melemah, entah kemana tuan Marvell yang biasanya suka membentak dan mencaci maki semua orang, faktanya sifat buruk itu akan lenyap seketika jika dihadapkan pada sang istri tercinta.


" Lebih baik kita pindah ke kamar saja, nanti mas bisa masuk angin... " Saran Anelis.


" Sayang... " Bukannya menyahut, Marvell malah merengek bak anak kecil yang meminta permen.


" Kenapa mas... "


Marvell mengangkat wajahnya, laki-laki itu menatap wajah sang istri dengan wajah memelas.


" Sayang... " Rengek nya lagi.


" Iya mas... " Anelis hanya bisa menghela nafas dalam.


" Sayang... "


Huffft, sebenarnya suaminya itu kenapa sih, sedari tadi hanya sayang-sayang saja, membuat ia pusing tujuh keliling.


" Iya mas, mas kenapa, hmmm... " Kalau tidak begitu, pasti sampai subuh pun suaminya akan tetap sayang-sayang saja tanpa mengucap kata lain.


" Mas pengen itu... " Sahut Marvell dengan wajah penuh harap.


" Itu apa? "


" Itu sayang... " Rengekan laki-laki itu semakin menjadi.


" Itu apa sih mas... " Goda Anelis, padahal sedari tadi ia sudah sadar apa yang sebenarnya di maksud sang suami, namun balik lagi pada hukum alam " Tidak semudah itu fergusso ".


" Kamu udah bertahun-tahun nikah sama aku masa ngga paham-paham sih sayang... " Rengek Marvell.


" Lah dari tadi mas cuman bilang itu-itu aja, kan Ane jadi ngga paham mas... " Sungut Anelis penuh kepura-puraan.


Hahaha, bahagia sekali hatinya bisa membuat suaminya itu bersungut-sungut seperti itu


Sabar ya suamiku, kamu harus berjuang demi mendapatkan apa yang kamu inginkan...


" Buat dedek bayi sayang, mas udah libur 55 hari masa kamu nya ngga selesai-selesai sih... Mas udah ngga nahan nih... " Rengek nya semakin menjadi.


" Ohhh... " Jawab Anelis singkat, membuat Marvell seketika mendelik, menatap tajam pada sang istri.


" Ohhh? Hanya ohhh... " Suntuk nya.


" Ya iya... Ohh... Terus Ane harus bilang apa mas? "


" Kamu tega banget sih sayang buat mas tersiksa kaya gini... " Laki-laki itu terlihat semakin frustasi saja, membuat Anelis pun semakin tak tega di buatnya.


Anelis membungkukkan badannya, membisikkan sesuatu pada sang suami, entah apa yang perempuan itu katakan, namun bisikan Anelis sontak membuat laki-laki yang tengah di rundung frustasi itu seketika berbinar bahagia.


" Beneran sayang? " Sahut Marvell antusias.


Anelis mengangguk malu, membuat Marvell seketika terlonjak dari duduknya, laki-laki itu sontak membopong tubuh sang istri dalam dekapan nya, membuat Anelis seketika terkesiap.


" Mas... " Sentak Anelis merasa terkejut dengan pergerakan Marvell yang tiba-tiba itu.


" Kenapa tidak mengatakan sejak tadi, hmmm... Kenapa malah mengg*da mas... " Gemas dengan tingkah sang istri, Marvell pun menghamburkan ci*man nya di wajah Anelis.


" Emang mas saja yang bisa ngerjain Ane, Ane juga bisa... " Sahut Anelis sembari mengerucutkan bibirnya, membuat Marvell semakin gemas saja dengan tingkah sang istri.


" Kamu ya... Awas kamu, mas bikin ngga bisa jalan nanti... "


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Jangan lupa like nya yah


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕