
°°°~Happy Reading~°°°
Video berdurasi sepuluh menit itu pun mendadak viral, tak hanya di internal perusahaan, bahkan video singkat itu telah berhasil menggemparkan seantero negri dan menjadi trending topik dalam waktu sekejap. Tak butuh waktu lama, hanya butuh waktu setengah jam saja, video itu sudah di tonton puluhan juta orang dan di repost jutaan orang.
Setiap pasang mata yang memandang hampir tak ada yang percaya dengan isi konten yang di suguhkan, seorang Marvell Dalmazio De Enzo yang selama ini terkenal dengan sikapnya yang angkuh dan tak tersentuh itu kini mendadak menghangat, bahkan tanpa malu-malu memberikan perhatian lebih pada seorang wanita yang kini di rumorkan berstatus sebagai istri sah nya.
Apa? Istri?
Benar-benar sulit di percaya, kapan acara pernikahan itu di gelar? Kenapa tak ada satupun orang yang mengetahui berita menggembirakan itu, dan tiba-tiba saja pebisnis muda itu menggemparkan publik dengan membawa seorang istri dan kedua bocah kecil yang kini di percayai adalah anak kandungnya.
Huuh... Semua masih terlalu sulit untuk di percaya, setiap orang hanya bisa menerka-nerka tanpa tahu fakta yang pasti, karena tak dapat di pungkiri bahwa tak ada satupun orang yang bisa mencuri data pribadi sang CEO muda itu.
🍁🍁🍁
Marvell tak sedikitpun merasa terusik dengan berita yang berseliweran di dunia jagat maya, kini ia tengah menikmati waktu kerja nya dengan keluarga kecilnya, duduk berdampingan dengan sang istri dengan si kecil Arshi yang duduk di pangkuannya, sedang Arsha di pangkuan sang mommy, tatapannya tajam menghunus, hanya fokus pada wajah Anelis yang sedari tadi setia menunduk menghindari mata tajamnya.
Tak berselang lama, terlihat Willy yang kini berangsur memasuki ruangan Marvell dengan sekotak obat di tangannya, di sodorkan nya kotak obat itu pada Marvell dan langsung di sambar oleh nya.
" Kau boleh keluar Will... " Titah Marvell setengah mengusir, Willy yang tak ingin mengganggu acara family time itu pun segera mengangguk hormat lalu berangsur menepikan diri.
" Mendekatlah, biar aku obati... " Sahut Marvell sembari mengambil salep dari kotak obat itu, ia tampak sedikit kesulitan dengan si kecil Arshi yang masih setia di pangkuannya.
" Tidak usah mas, ini tidak apa-apa kok, nanti juga sembuh sen... "
" Tidak ada bantahan!!! " Sergahnya.
Tak ingin perdebatan itu kian bertambah panjang, Anelis pun segera mendekat, wajahnya ia hadapkan tepat ke arah suaminya, begitu dekat, bahkan hembusan nafas hangat suaminya kini bisa ia rasakan dengan jelas, begitu hangat dan...
Berhenti Anelis... Berhenti memikirkan hal yang tak perlu. Anelis berusaha mengenyahkan segala pikiran buruk dari otaknya.
Tak ingin membuang-buang waktu, Marvell segera memulai pengobatan nya, ia mengoleskan krim salep itu di bibir mungil istrinya, tanpa menggunakan alat apapun, ia langsung menggunakan jari telunjuknya untuk mengoleskan salep itu di bibir istrinya yang terasa begitu kenyal dan... Mengg*da.
" Ehmmm... " Anelis mengernyit, kelopak matanya terpejam menahan rasa sakit yang menyeruak.
" Maaf... Apa sakit? " Sahutnya, nada suaranya terdengar begitu khawatir.
" Sebenarnya apa yang terjadi, hmmm... " Lirih Marvell, jemari tangannya mengusap lembut wajah Anelis yang tampak tak seperti biasa, jelas terlihat ada semburat luka di sana.
" Tidak apa-apa mas... Hanya tadi ada sedikit kesalah fahaman... "
" Salah faham? Kamu bilang salah faham? Salah faham sampai kamu terluka seperti ini? " Sentak Marvell, sungguh ia begitu murka ketika menatap bibir Anelis yang terluka.
" Mas... Tenanglah... Ada anak-anak disini... " Peringat Anelis, tangannya menggenggam jemari Marvell yang terkepal bermaksud menenangkan sang suami yang terlihat tak bisa membendung lagi amarah nya.
Marvell membuang nafas kasar, berusaha menguasai emosinya yang sudah meluap ingin segera di ledakkan.
" Jujurlah padaku, kenapa kamu menyembunyikan permasalahan mu sendiri, aku suami mu, aku berhak tahu semuanya " Marvell menghela nafas berat " Atau jangan-jangan... kau bahkan tak pernah menganggap ku? "
Anelis di buat bingung sendiri, jujur ia pun tak mengerti apa yang sebenarnya sudah terjadi, ia urung menanyakannya pada kedua buah hatinya karena ia tahu mereka masih di landa shock dan tak ingin menambah beban pikiran mereka dengan pertanyaan-pertanyaan nya.
" Ti-tidak begitu mas, emm... Bukan itu maksud Ane, sebenarnya Ane pun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi waktu itu, waktu Ane jemput anak-anak, mereka sudah menangis... " Kalimatnya tiba-tiba terpotong oleh suara Arsha.
" Daddy... Ini bukan salah mommy... Ini salah Arsha, dad... Arsha... Arsha tak sengaja mendorong teman sekelas Arsha sampai dia berdarah, tapi Arsha tidak sengaja melakukan itu dad, Arsha benar-benar tidak sengaja... Saat itu... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Balik lagi sama othor yang suka nyangkut ini, hehehe...
Terimakasih untuk setiap doanya ya, maaf ngga bisa balas satu-satu, jemari othor bisa-bisa keriting nanti...
Terimakasih juga untuk yang masih stay di cerita gaje ini
Sebagai bentuk permintaan maaf othor karena hampir seminggu ngga ada update, hari ini di pastikan ada double update, tapi jangan lupa like nya yah, hehehe
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕