Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Mas Ganteng Ya...


°°°~Happy Reading~°°°


Selesai memasak, Anelis dan mama Clara memilih melenggangkan kakinya ke arah ruang tengah, dimana disana anak-anak tengah asik bermain dan bercanda tawa.


Sepanjang perjalanan, Anelis merasa ada sesuatu yang janggal, tak ada suara yang tercipta, terdengar begitu sunyi tanpa ada tanda akan kehidupan, si kecil Arshi yang biasanya cerewet itu pun kini tenggelam dalam keheningan.


" Kok ngga berisik ya An...Nggak kaya biasanya. Anak-anak pada ngapain sih sebenarnya... " Tanya mama Clara juga merasa janggal.


" Ngga tau mah, mungkin lagi pada anteng aja... " Anelis menimpali seadanya.


Mereka pun mulai memasuki area ruang tengah itu, televisi besar itu masih setia menyala. Namun, kenapa tak ada satupun penghuni yang menikmati tontonan nya?


" Loh... Tidak ada? Mereka pada kemana sih sebenarnya An... "


Anelis yang di tanya begitu pun sontak menggeleng tak tahu, sedari tadi ia kan menemani sang mertua memasak di dapur.


Mama Clara akhirnya memilih melenggangkan kakinya ke tempat lain, namun Anelis memutuskan untuk tetap berada di sana. Bola matanya menyipit, dahinya setengah mengernyit, saat menatap pada ujung jari yang sedikit menyembul dari balik sofa di depannya. Bukankah itu jemari tangan milik suaminya?


Dari mana ia tahu? Ia sudah sangat hafal dengan tangan nakal itu.


Anelis memutari sofa dan semakin mendekat ke area televisi, seketika itu ia dibuat terkejut saat menatap pada sang suami yang kini terlelap di atas karpet dengan dua anak di samping kiri dan kanan nya yang juga ikut terlelap.


Si kecil Arshell tampak meringkuk nyaman di atas lengan kanannya, sedang si kecil Arshi nyaman dengan posisi terlentang nya, gadis kecil itu memang selalu riweh meski dengan mata terpejam, terbukti dengan kaki mungilnya yang kini telah menindih perut sixpack sang daddy tercinta.


Hingga akhirnya Anelis semakin di buat terkejut saat di dapatinya wajah ketiganya kini tak lagi berbentuk, ketiganya tampak belepotan dengan selai coklat di wajahnya masing-masing.


" Astaghfirullah... " Pekik Anelis, ia merutuk keras dirinya kenapa memperbolehkan si kecil Arshi membawa kabur selai coklat itu tanpa rasa curiga.


Hingga tanpa ia sadari, pekikan nya itu berhasil mengusik tidur lelap sang suami, Marvell terlihat menggeliatkan tubuhnya, wajah belepotan itu sedikit mengernyit, sepertinya kedua lengannya merasa kebas karena sedari tadi di tindih oleh sang buah hati.


" Ahhhh... " Leng*h nya dengan bola mata yang masih setia terpejam.


Marvell pun membuka sedikit kelopak matanya, laki-laki itu kembali mengernyit.


" Lenganku kram sayang... " Aduh nya.


Dengan gerakan hati-hati, Anelis pun mengganti tumpuan kepala dua anaknya itu dengan bantal sofa, membuat Marvell seketika lega karena terbebas dari kungkungan kedua buah hatinya.


" Ahhh... Sayang... Lengan mas kebas rasanya... " Keluh Marvell tanpa sadar akan keadaan nya saat ini.


" Tadi mas ngapain? " Interogasi Anelis.


" Tadi ngelanjutin pekerjaan dikit, terus baby Arshell pengen tidur, jadi ikutan tidur. Eh, malah Arshi ikutan bobo di lengannya mas. Dia ngga tau aja kalau dia udah berat.. " Jawab Marvell dengan setengah sadar, nyawa laki-laki itu belum benar-benar terkumpul di raganya.


" Terus kenapa mukanya gitu? "


Marvell mengerutkan dahinya.


" Kenapa? Mas ganteng ya... " Sahut Marvell dengan tingkat kepedean nya yang tinggi, membuat Anelis seketika terkekeh.


" Iya, ganteng. Sampe muka nya nggak kelihatan gitu, hitam semua... "


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕