Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Liat dan Basah


°°°~Happy Reading~°°°


" Mommy shama daddy ladi apa? ".


Terlihat si kecil Arshi yang sudah berada di ambang pintu, jemarinya sibuk mengucek-ucek matanya yang masih memburam karena masih setengah mengantuk.


Tak ingin mata suci sang putri ternoda, Anelis segera melepas paksa ciuman itu, tangannya menumpu di atas dada bidang Marvell, ahhh... Kenapa ini terasa liat dan basah. Anelis berusaha tak perduli, perempuan itu buru-buru bangkit dari posisi memalukan itu, merapikan pakaiannya sejenak, ia segera menyusul sang putri yang masih mematung di depan pintu.


" Sayang... Arshi kok udah bangun, hmmm... " Anelis mencium pipi putrinya sebelum akhirnya membawa Arshi dalam gendongannya.


" Ashi calli-calli mommy tapi mommy na eundak ada... Mommy shama daddy ladi apa? " Pertanyaan yang sudah di prediksi Anelis.


" Mommy lagi anterin minum buat daddy, itu daddy nya lagi olahraga... " Anelis menunjuk ke arah Marvell dengan dagunya.


" Olahlaga? Tapi tadi Ashi lihat mommy shama daddy tuma tidull-tidull di shitu, masha olahlaga na shambil leubahan? "


" Emmm... Itu... " Anelis memutar otaknya yang tiba-tiba ngadat tidak mau di ajak bekerja sama.


Tak mendapatkan ide, ia pun menoleh ke arah sang suami yang kini malah cengar-cengir tidak jelas.


" Mas... " Lirihnya, meminta bantuan.


" Daddy lagi olahraga push up girl... " Marvell menimpali.


" Tapi kok tadi mommy ada di atas na daddy, eundak beullat? Mommy udah eundak allelgi ladi shama daddy? "


" Hah... alergi? " Anelis menatap Marvell bingung, namun sang tersangka utama hanya pura-pura bodoh saja.


" Sini... Arshi sama daddy... kamu mau kan push up sama daddy, girl... "


Marvell mengambil alih gendongan Arshi, lalu mengubah posisi tubuhnya menjadi posisi push up dengan si kecil Arshi yang berada di atas tubuhnya. Marvell mulai menggerakkan tubuhnya naik turun ke atas ke bawah, tubuh Arshi pun ikut bergerak berirama, membuat gadis kecil itu terkekeh, bahagia bukan kepalang.


" Hihihi... Ladi daddy... Ladi... Ini shellu sheukalli... Ashi mahu ladi... Hihihi... "


Alhasil olahraga pagi itu berlanjut dengan hanya bermain-main dengan si kecil Arshi yang tak ingin daddy nya berhenti bergerak.


🍁🍁🍁


Dengan di antar sang suami, akhirnya kini Anelis tiba di sebuah mansion yang sudah seminggu ini tak pernah ia kunjungi, di mana lagi kalau bukan di mansion tuan Edgard.


" Kalian jadi anak yang baik ya... Tidak boleh nakal... " Pesannya setelah mengecup kening kedua buah hatinya bergantian.


" Shiap komandan daddy... " Si kecil Arshi memberi hormat dengan tangan kirinya.


Arshi nyengir kuda, segera ia membalik tangan kirinya hingga kini tangan kirinya menghadap ke atas, hormat ala Arshi memang beda.


" Pakai tangan kanan mu girl... " Marvell menurunkan tangan kiri Arshi, lalu memposisikan tangan kanan putrinya ke posisi hormat yang benar.


" Hihihi... Ashi lupa kalau hallus pakai tangan kanan daddy... Hihihi... "


" Jangan-jangan kalau kamu cebok salah pakai tangan kanan lagi... " Jiwa usil Arsha mulai berkobar.


Pertanyaan itu sontak membuat si kecil Arshi berpikir keras, tadi pagi ia baru saja selesai buang air besar, karena merasa sudah besar jadi ia meminta untuk membersihkan nya sendiri, tapi ia lupa tadi ia pakai tangan kanan atau pakai tangan kiri, apa jangan-jangan apa yang di katakan saudara kembarnya itu benar?


Di endusnya tangan kanan dan kirinya bergantian, raut wajahnya seketika berubah, bola matanya mulai memerah hingga kini gadis mungil itu terisak kencang.


" Hwaaa... Mommy... Asha na nakhal... Ashi eundak mau shama Asha... "


" Aduhhh... Kok malah nangis sih sayang... Kalau granny denger gimana, hmmm... Ashi nggak malu shama granny? " Anelis berusaha membujuk sang putri yang masih terisak.


" Tapi... Asha na nakhal myh... Ashi eundak shuka... "


" Haduh... Cucu granny kenapa ini, kok nangis sayang... " Dan benar saja, kini si granny baru saja keluar dari kandangnya bersama dengan pasangan sehidup sematinya.


" Glanni... Asha tadi nakhal shama Ashi glanny... " Arshi merengkuh tubuh granny nya, putri kecil itu tengah merajuk.


" Arsha nakal kenapa, hmmm...? "


Arshi memilih diam, kalau ia buka suara, itu akan sangat memalukan untuknya.


" Tadi Arshi cebok pakai tangan kanan granny... " Arsha terkekeh, bagaimana pun, mengusili gadis kecil itu memang sangat mengasikkan.


" Eundak... Asha bohong glanny... Hwaaa... Mommy... "


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Maap, part ini gaje banget ngga sih😅


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕