
°°°~Happy Reading~°°°
" Ke surga girl... " Seloroh Marvell seenak jidatnya, membuat laki-laki itu sontak dihadiahi bogeman di paha kirinya.
" Mas... " Anelis mendelik, wanita itu tampak tak habis pikir dengan jawaban absurd sang suami.
" Apa sayang... "
" Kalau bicara itu yang baik-baik ihhh... Nanti kalau ada malaikat lewat terus di aminin gimana, nauzubillah kan... "
" Kok nauzubillah sih sayang, kan mau ke surga... Apalagi kalau ke surga dunia sama kamu... " Kerling Marvell, membuat Anelis seketika mendelik menatap tajam sang suami.
" Mas... "
" Kata daddy Ashi, Ashi mau ke shulga Molla, hehehe... " Dan entah kenapa, si kecil Arshi percaya-percaya saja pada ucapan absurd sang daddy.
" Shulga? Sheupeulti na Molla belum peulna dengall... Shulga itu dimana ya Ashi? "
" Ashi juga eundak tau Molla. Bentall, Ashi tanya daddy dulu... "
" Daddy daddy, shullga itu dimana ya? " Sahut Arshi tak ada pilihan lain selain bertanya pada sang daddy.
" Jauh girl... Emmm, bentar... Setau daddy ada yang dekat... Coba tanya mommy, mommy seperti nya tau... " Sahut Marvell sembari menatap nakal pada sang istri yang terlihat sudah memucat.
" Mas... " Rengekan Anelis semakin menjadi, wanita itu benar-benar kesal dengan sang suami yang tidak tau malu itu.
" Myh... Shulga itu dimana? " Si kecil Arshi tampak serius dengan obrolannya.
" Mommy... Mommy juga tidak tau sayang, dimana ya itu... " Anelis balas bertanya pada si kecil Arshi.
" Mommy shama daddy na Ashi eundak tau Molla... " Dengus Arshi sebal.
" Yah... Molla eundak bisha ketemu shama Ashi dong... "
" Nanti, kalau udah shampe di shulga, nanti Ashi poto-poto di shana deh, tellush Ashi kashih lihat shama Molla ya..."
" Yang banak ya Ashi hihihi... "
" Shiap kumandan... "
🍁🍁🍁
Pesawat itu pun mulai mengudara, membelah angkasa, mengarungi cakrawala. Keindahan kota pun terlihat begitu jelas dari balik kaca, membuat gadis kecil itu pun sontak memekik girang.
" Whuuuahhh... Bagus sheukalli, Ashi bisha lihat llumah na Ashi dalli shini daddy... " Heboh Arshi penuh antusias.
Si kecil Arsha tampak mengerutkan keningnya.
" Emang yang mana rumah kita? "
Lihatlah, gadis kecil itu kini terbahak-bahak dengan celotehan nya sendiri. Sedang si kecil Arsha, jangan di tanya lagi. Bocah laki-laki itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, kembarannya itu benar-benar lain dari pada yang lain.
Lima jam mengudara, namun pesawat itu tak kunjung untuk lepas landas, si kecil Arshi pun mulai di landa kantuk yang teramat hebat. Berkali-kali gadis kecil itu terpejam, bahkan sesekali kepalanya terantuk ke kursi sebelah dimana di duduki oleh Arsha, membuat Anelis pun akhirnya tak tega di buatnya.
" Arshi ngantuk sayang? "
Gadis kecil itu terlihat mengucek-ucek matanya.
" Eundak kok myh... Shulga na mashih jauh ya, kok eundak shampe-shampe myh... " Lirih Arshi tak bertenaga, gadis kecil itu benar-benar di dera kantuk yang teramat hebat.
" Sebentar lagi, sabar ya sayang... "
" Sebaiknya kamu ajak Arshi ke kamar saja sayang. Itu baby Arshell juga udah tidur kan... " Saran Marvell, menatap tak tega pada sang istri yang terlihat lelah memangku baby Arshell yang baru terlelap dengan dot susu yang masih menempel di bibirnya.
Anelis pun menyanggupi saran sang suami, wanita itu pun beranjak dari kursinya, mengajak serta sang putri kecilnya untuk berpindah tempat ke ruang khusus untuk istirahat.
" Daddy... Sebenarnya kita mau kemana? " Sahut Arsha tak lagi bisa menahan rasa ingin tahunya.
" Rahasia boy... "
" Masih lama? "
" Hmmm... Sepuluh jam lagi kira-kira... " Timpal Marvell sembari menatap pada jam Rolex di pergelangan tangannya.
" Apa!!! " Arsha tersentak kaget, tak pernah ia kira penerbangan pertamanya akan memakan waktu selama itu.
" Jangan bilang kita mau ke Paris... " Tebak Arsha, membuat Marvell seketika terkekeh dengan jawaban random Arsha.
" Hahaha... Dari mana kamu tau boy... "
Arsha terlihat menepuk jidatnya.
" Jadi benar kita mau ke Paris dad? "
" Hmmm... "
" Jangan-jangan daddy janjian dengan daddy nya Maura, benarkan... "
🍁🍁🍁
Annyeong? Chingu
Happy Reading yah
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕